Connect with us

Nasional

Polri Soal Ungkap Pelaku Penyiram Air Keras Novel Baswedan: Harus Optimis Dong!

Published

on

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo. (Foto: TEMPO)

Geosiar.com, Jakarta – Kasus penyiraman air keras yang dialami penyidik senior KPK, Novel Baswedan belum menemui titik terang. Padahal, kasus penyerangan itu sudah berusia sekitar 826 hari dan tim gabungan bentukan Polri belum mampu mengungkap siapa pelaku tindak kriminal itu.

Kekecewaan atas gagalnya Polri dalam mengusut tuntas masalah ini diungkap oleh Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi atau Indonesia Corruption Watch (ICW). ICW meragukan tim pakar dan Polri bisa mengungkap siapa pelaku penyiraman.

“Kami pesimis dengan kerja-kerja yang dilakukan kepolisian,” kata Peneliti ICW Wana Alamsyah saat menggelar aksi bersama LBH Jakarta, Amnesty Internasional Indonesia, dan KontraS, Senin (15/7/2019) di depan Markas Besar Polri.

Mananggapi hal itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, justru menyindir dengan mengatakan bahwa ICW sangat pesimistis.

“Kita harus optimis dong. Kalau orang yang pesimis itu orang yang memiliki pemikiran yang kerdil,” sindir Dedi Prasetyo di Mabes Polri, seperti dilansir dari Antara, Senin (16/7/2019).

Dalam mengungkap suatu peristiwa, kata Dedi, pihaknya selalu membeberkan setiap temuan baru kepada publik, termasuk temuan dalam kasus Novel. Oleh karena itu, Dedi menegaskan proses pengungkapan akan dilakukan secara bertahap.

“Pasti akan diungkap. Step by step. Setiap proses penyidikan akan disampaikan secara bertahap,” ucap Dedi.

Kendati demikian, Dedi mengaku bahwa proses penyidikan mengalami banyak kendala, seperti barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP) yang sangat minim. Namun, dia menegaskan optimisme tetap ada.

Sebagai informasi, pada 8 Januari 2019, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian membentuk Tim Pakar untuk menginvestigasi kasus Novel. Tim ini beranggota 65 orang yang terdiri dari polisi, KPK, pakar, akademisi dan ormas. Mereka ditugaskan selama enam bulan hingga 7 Juli 2019 dalam menguak kasus Novel.

Pada 9 Juli 2019 lalu, Tim gabungan bentukan Polri (TGPF) telah menyerahkan hasil investigasi kepada Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian. Laporan tersebut kurang lebih 170 halaman dengan lampiran hampir 1.500 lampiran halaman.