Connect with us

Lifestyle

Peneliti OBGYN Ungkap Usia Ideal Wanita untuk Hamil

Published

on

Celine Evangelista saat mengandung anak ketiga. (Foto: istimewa)

Geosiar.com, Lifestyle – Semua kaum perempuan pasti mendambakan bisa mengandung dan melahirkan. Lantas, banyak yang bertanya terkait usia produktif wanita untuk bisa hamil tanpa menimbulkan resiko tinggi.

Melansir dari Fimela.com, kesiapan seorang perempuan untuk hamil dan menjadi seorang ibu dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kesiapan mental, kesiapan finansial, hingga kesiapan membangun keluarga itu sendiri.

Menurut peneliti dari American College of Obstetricians and Gynaecologists, dilansir dari timesofindia.indiatimes.com, seorang perempuan lahir dengan membawa satu hingga dua juta sel telur sepanjang hidupnya.

Oleh karena itu, potensi kehamilan tertinggi bagi seorang perempuan adalah selama masih memiliki siklus haid. Namun, seiring bertambahnya usia, jumlah sel telur itu juga akan mengalami penurunan.

Perlu dicatat, tingkat kesuburan perempuan akan menurun pada usia 32 tahun. Proses penurunan kesuburan ini akan semakin cepat hingga mencapai usia 37 tahun.

Lantas, pada usia berapa seorang perempuan dikatakan ideal untuk hamil? Penasaran, berikut penjelasannya!

Hamil di akhir usia 20-an

Akhir usia 20-an bisa menjadi waktu terbaik atau ideal bagi perempuan untuk hamil karena dianggap sudah cukup dewasa untuk memiliki anak.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal Human Reproduction mengungkap bahwa perempuan di akhir usia 30-an memiliki peluang 50% lebih sedikit untuk bisa hamil pada masa ovulasi dibandingkan perempuan di awal usia 20-an.

Senada, dr Ardiansjah Dara Syahruddin, Sp.OG, menyebut usia ideal untuk hamil bagi wanita adalah 20 hingga 35 tahun karena secara reproduksi dianggap sudah siap.

“Usia ideal secara reproduktif adalah 20-35 tahun. Walaupun bisa saja lebih mudah daripada itu, seperti 18 tahun. Dari segi organ reproduksi memang bagus tapi secara mental belum siap,” tutur dokter Dara, sapaan akrabnya, saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.

Hamil di awal usia 30-an

Hamil di awal usia 30-an juga masih memungkinkan untuk hamil, tapi ingat jangan sampai di atas 35 tahun. Sebab, resiko kehamilan seperti preeklamsia, gestational diabetes, dan kelahiran prematur lebih tinggi.

Meski rata-rata wanita di atas usia 35 tahun telah memiliki kondisi kejiwaan dan finansial yang mapan, kondisi fisik mereka umumnya kurang memungkinkan untuk mengandung. Bahkan risiko melahirkan bayi dengan down syndrome juga meningkat.

Kendati demikian, perempuan yang hamil pada usia 30-an masih layak untuk bisa hamil asal harus disertai dengan dukungan medis yang artinya harus sering mengontrol kondisi kesehatan semasa kehamilan.

Selain itu, peneliti mengungkap ada suatu kelebihan tersendiri dari kehamilan di usia 30-an, yakni anak yang dilahirkan berpeluang memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik ketimbang anak yang dilahirkan oleh ibu yang usianya masih lebih muda.

Dukungan kondisi finansial yang stabil dan pendidikan yang tinggi pada perempuan juga membantu mendidik anak menjadi lebih cerdas.