Connect with us

BMKG

Gempa Bali, Ratusan Siswa SMP di Mataram Dievakuasi

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Mataram – Sebanyak ratusan siswa SMPN 6 Mataram, Nusa Tenggara Barat, dievakuasi ke halaman depan gedung sekolah saat merasakan getaran gempa bermagnitudo 6 yang berpusat di Bali, Selasa (16/7/2019).

Wakil Kepala sekolah, Sujudin mengatakan saat itu sekitar 300 siswa tengah melaksanakan kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dengan melakukan kegiatan baris-berbaris yang dipandu aparat TNI/Polri. .

Sujudin mengatakan saat gempa sebenarnya hanya sebagian SAJA yang merasakan. Tetapi semua guru yang berada di ruangan berhamburan keluar sehingga anak-anak ikut lari.

Kendati demikian, aparat dari TNI/Polri sukses menenangkan siswa dan memutuskan untuk melanjutkan kegiatan di halaman depan sekolah. Pertimbangannya, di sana lebih representatif dan menjadi titik kumpul bencana.

“Kalau di halaman belakang kita khawatir, karena berada di tengah-tengah gedung sekolah berlantai tiga,” jelas Sujudin.

Selang beberapa menit setelah gempa menerpa, lanjutnya, banyak orang tua yang datang ingin melihat kondisi dan menjemput putra/putrinya. Akan tetapi melihat kondisi anak-anak sudah tenang, mereka pun meninggalkan sekolah. Proses kegiatan MPLS berlanjut sampai jadwal yang ditetapkan, yakni pukul 12.30 WITA.

Kondisi yang sama juga terjadi di SMPN 2 dan SMPN 15 Mataram, yakni siswa baru tetap melaksanakan kegiatan MPLS sesuai jadwal, tapi dilaksanakan di luar gedung sekolah.

Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa bumi berkekuatan magnitudo 6 mengguncang Barat daya Nusa Dua, Bali, Selasa (16/7/2019) sekitar pukul 07.18 WIB. Gempa dinyatakan tidak berpotensi tsunami.

Adapun lokasi gempa berada pada koordinat 9,11 Lintang Selatan dan 114,54 Bujur Timur atau 83 kilometer barat daya Nusa Dua Bali. Hiposenter gempa ada di kedalaman 68 km.