Connect with us

Sumut

Gandi Parapat: Pertemuan Jokowi-Prabowo Sikap Kenegarawanan

Published

on

Koordinator Wilayah Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (Korwil PMPHI) Sumatera Utara Drs Gandi Parapat

Geosiar.com, Sumut – Pasca pertemuan Jokowi dan Prabowo, Koordinator Wilayah Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (Korwil PMPHI) Sumatera Utara Drs Gandi Parapat menilai, Gerakan politik Prabowo menimbulkan 1 juta pertanyaan, sampai banyak yang membuat pernyataan terbuka baik perkelompok ataupun pribadi dari semua lapisan masyarakat.

“Kami melihat pribadi Prabowo sampai detik ini petarung yang tidak perduli risiko yang berjuang bukan untuk kepentingan pribadi walaupun telah ditinggal pergi. Melayani permintaan bertemu dengan Jokowi pemenang Pilpres oleh KPU dan MK sangat luar biasa. Seperti menggambarkan pengecut, yang melupakan hukum. MA katanya sudah menerima pengaduan Prabowo-Sandi dan dalam 14 hari akan menyidangkan,” kata Drs Gandi Parapat di Medan, Senin (15/07/2019).

Dijelaskan, apabila MA mendapati Jokowi-Amin melakukan pelanggaran dalam Pilpres, apa langkah Prabowo-Sandi apakah mereka tidak menindak lanjutinya.

“Jadi menurut kami, pertemuan Jokowi-Prabowo menunjukkan kenegarawanan mereka berdua. Apabila Prabowo tidak mau ketemu dengan Presiden RI Jokowi itu salah besar. Negarawan itu harus mau ketemu dengan semua warga negara apalagi Presiden yg merangkap Calon Presiden. Jadi sekarang bukan masalah 01 dan 02 tapi melaksanakan UU atau menjalankan hukum. Pengaduan ke MA belum batal atau belum dicabut, karena sudah proses,” tegas Gandi Parapat.

Jadi semua pihak, tambah Gandi, harus menghormati hal tersebut, tidak terkecuali Presiden Jokowi  Jokowi dan Prabowo dan tidak bisa menyepelekan itu.

“Jadi sekarang bukan masalah Jokowi-Prabowo lagi, mereka berdua benar-benar seperti pemain catur atau bintang film sekaligus sutradara,” tambah Gandi.

“Kami menyakini dan berharap agar MA tidak salah membuat putusan, karena semua bangsa Indonesia harus mematuhi itu walaupun sakit,” katanya lagi.

Dalam hal tersebut, kata Gandi,  perlu juga kita ingat lagu “Tanya rumput yang bergoyang dan Aku masih seperti yang dulu, Menunggumu sampai akhir hidupku”.  “Kita semua harus tetap mengingat sama hak dan kewajiban menjaga NKRI, Pancasila dan UUD 4,” tutup Gandi. (X1)