Connect with us

Politik

PDIP Soal PD Minta Jatah Kursi MPR: Tak Perlu Khawatir

Published

on

Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno.

Geosiar.com, Jakarta – Partai PDI Perjuangan meminta kepada Partai Demokrat agar tak perlu khawatir soal pembagian jatah kursi MPR yang sedang hangat dibicarakan pasca pemilihan umum 2019.

Hal itu ditegaskan oleh Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno guna merespons cuitan politikus DPP Partai Demokrat Cipta Panca Laksana di akun Twitter pribadinya, yang menginginkan PDIP membalas jasa Demokrat atas kesepakatan di tahun 2009 silam.

“Hasil lobi adalah hasil kerja bersama. Jadi Partai Demokrat tak perlu khawatir secara berlebihan,” tutur Hendrawan, dilansir dari CNN, Kamis (11/7/2019).

Oleh karena itu, Hendrawan mengharapkan agar Demokrat dapat aktif mengusulkan kader-kader terbaiknya yang bisa memenuhi syarat sebagai calon pimpinan MPR sebagaimana diatur dalam UU MD3. 

“Diharap lebih rajin menampilkan sosok yang kompeten dan arif untuk dimasukkan dalam paket sebagaimana diatur dalam UU MD3,” harapnya.

Kendati demikian, Hendrawan menegaskan bahwa PDIP merupakan partai politik yang mengedepankan kepentingan bangsa dalam garis perjuangannya. Dengan demikian, semua usulan terkait kandidat Ketua MPR nantinya bakal dibicarakan secara terbuka dalam forum komunikasi dan lobi-lobi antarparpol, sehingga tak serta merta hanya Demokrat saja tapi semua partai yang menginginkan kursi MPR.

“PDIP adalah partai yang mengedepankan manajemen politik gotong royong. Kepentingan bangsa diutamakan,” tegasnya.

Sebagai informasi, salah satu politikus DPP Demokrat, Cipta Panca Laksana menuliskan pesan tersirat melalui cuitan Twitternya yang mengatakan bahwa Demokrat berhak mendapat kursi ketua MPR periode 2019-2024. 

“Karena tahun 2009, Demokrat menyerahkan ketua MPR ke alm Taufik Kiemas. Sekarang saatnya PDIP membalas balik,” tulis Panca di akun Twitternya @panca66, Kamis (11/7/2019).

Cuitan itu ternyata mengundang reaksi dari fraksi PDIP, bahkan teman satu partainya Ferdinand Hutahaean mengatakan bahwa pernyataan Panca merupakan usulan pribadi, bukan atas nama Demokrat.

Politik

PEDAS Klaim 15 Ribu Pedagang Dukung Rusdi Sinuraya Maju Pilwalkot

Published

on

Medan, Geosiar.com – Ketua Persatuan Pedagang Pasar (Pedas) Kota Medan Guntur Limbong mengaku mensuport dan mendukung Dirut PD Pasar Rusdi Sinuraya maju sebagai Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Medan 2020-2024. Pedas menilai, melalui sentuhan Rusdi, keberadaan pedagang akan semakin sejahterah karena dipastikan dapat meningkatkan ekonomi kerakyatan di kota Medan.

“15 ribu pedagang di Medan siap mendukung Rusdi Sinuraya jika maju sebagai orang no 2 (Wakil Walikota Medan) periode 2020-2024,” ujar Guntur Limbong saat mengantar Rusdi Sinuraya mendaftar ke kantor Partai Gerindra Kota Medan untuk ikut Pilwalkota, Rabu (13/11/2019).

Bersama ratusan pedagang yang tergabung dalam puluhan organisasi pedagang di kota Medan ikut mengantar Rusdi mendaftar. Pedagang berkehendak kiranya elit politik di Gerindra dapat mempertimbangkan Rusdi Sinuraya nantinya menjadi calon Wakil Walikota dan berpasangan dengan calon Walikita dari Gerindra di Pilwalkot 2020 mendatang.

“Kami siap mendukung dan memenangkan Rusdi Sinuraya karena terbukti kinerja di Dirut PD Pasar meningkatkan kesejahteraan pedagang tradisional,” sebut Guntur yang diamini seluruh pendukung dengan suara gemuruh.

Sama halnya yang disampaikan Ketua Pemuda Marga Silima yang ikut mengantar Rusdi mendaftar, mengaku akan mendukung penuh Rusdi Sinuraya menjadi orang no 2 pemimpin kota Medan. Sebab, Rusdi Sinuraya dinilai putra terbaik Karo yang memiliki kinerja bagus menata kota Medan dan sudah dibuktikan dengan penataan pedagang.

Begitu juga dengan pernyataan Ketua SPSI Martin yang turut mengantar Rusdi mendaftar, menyatakan dukungan penuh terhadap Rusdi. Martin berharap Gerindra memilih Rusdi sebagai pasangan di Pilwalkot nanti.

Sebab, kata Martin, kinerja Rusdi sudah terbukti mengelola pasar dan perhatian mensejahterahkan para pedagang. “Kami melihat kinerja nyata dan terbukti berbuah hasil bagus kepada pedagang dan para pengelola pasar. Baik itu masalah kemanan dan kenyamanan pedagang,” papar Martin.

Sebagaimana diketahui, Dirut PD Pasar Pemko Medan, Rusdi Sinuraya sudah membuktikan keseriusannya ikut kontestasi pemilihan Walikota (Pikwalkot) Medan periode 2020-2024. Selain ke Partai PDI P, Golkar dan NasDem, Rusdi Sinuraya juga mendaftar bakal calon (balon) Wakil Walikota Medan ke Partai Gerindra untuk selanjutnya mengikuti tahapan mekanisme aturan Partai.

Didampingi ratusan para pendukung dari berbagai perwakilan perkumpulan pedagang di 51 pasar kota Medan, Rabu (13/11/2019), Rusdi Sinuraya resmi mendaftar ke DPC Partai Gerindra Kota Medan dengan posisi untuk Wakil Walikota Medan.

Kedatangan Rusdi bersama ratusan pendukung diterima Ketua DPC Gerindra Kota Medan Bobby O Zulkarnaen didampingi sekretaris, ketua tim pemenang Budi Siregar bersama pengurus partai lainnya. Pengurus partai Gerindra terlihat tercengang melihat ramainya massa pendukung Rusdi.

Dikatakan Bobby O Zulkarnaen, mengapresiasi kedatangan Rusdi bersama massa pendukung. “Mudah mudahan DPP Partai Gerindra merekomendasikan nama Rusdi berpasangan dengan calon Gerindra,” sebut Bobby.

Ditambahkan Bobby, jika hal itu terwujud, pihaknya akan mendukung penuh dan berkewajiban memenangkan Calon Gerindra.

Sementara itu, Rusdi Sinuraya mengaku berniat maju Pilwalkot Medan merasa terpanggil untuk membangun kota Medan lebih baik. “Berkat dukungan pedagang saya percaya diri. Jiwa saya terpanggil, selaku putra karo akan bisa membangun lebih baik,” ujar Rusdi.

Ditambahkan Rusdi, saat ini mengaku prihatin dengan kondisi kota Medan yang masih membutuhkan perbaikan serius. “Tekad saya membangun Medan lebih baik. Karakter Karo yakni Jujur, berani dan kerja keras akan saya jalankan. Saya buktikan saya milik rakyat awam,” imbuhnya.

Diketahui, Partai Gerindra memiliki 10 kursi dari 50 kursi di DPRD Medan. Dengan jumlah 10 kursi yakni 20 persen sudah memenuhi syarat di KPU Medan mengusung sendiri calon di Pilwalkot 2020-2024. (lamru)

Continue Reading

Politik

Diundang Erick Thohir, Ahok Diminta Menjabat di BUMN?

Published

on

Basuki Tjahaja Purnama

Geosiar.com, Jakarta – Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disebut Ahok mengaku siap apabila dilibatkan dalam pengelolaan BUMN.

“Saya kalau untuk bangsa, negara, saya pasti bersedia,” ungkap Ahok di kantor Kementerian BUMN di Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Ia mengaku bakal dilibatkan untuk menjabat di salah satu BUMN. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuannya dengan Menteri BUMN selama satu setengah jam sebelumnya.

“Saya mau dilibatkan di salah satu BUMN. Itu saja. Jabatannya apa dan BUMN mana, saya tidak tahu, silakan tanya ke Pak Menteri,” tutur Ahok.

Ahok juga menyatakan belum dapat memastikan waktu resmi untuk jabatan yang akan didudukinya nanti.

Mengenakan kemeja batik berwarna coklat dan balutan celana hitam, Ahok tiba di kantor Kementerian BUMN sekira pukul 09.38 WIB. Dirinya diundang oleh Menteri BUMN Erick Thohir untuk datang hari ini membicarakan mengenai BUMN ke depan.

Usai bertemu Menteri BUMN, Ahok mengungkapkan pertemuannya selama satu setengah jam hanya membicarakan soal perusahaan BUMN.

“Intinya banyak bicara soal BUMN, saya mau dilibatkan di salah satu BUMN, itu saja,” tutupnya.

Continue Reading

Politik

Wakil Ketua DPRD Medan, Ihwan Ritonga Terima Keluhan Guru Honor

Published

on

Medan, Geosiar.com – Puluhan guru honor yang tergabung di Forum Honorer Indonesia (FHI) Kota Medan temui Wakil Ketua DPRD Medan H Ihwan Ritonga SE di ruang kerjanya gedung dewan, Selasa (12/11/2019).

Delegasi yang dipimpin Ketua FHI Kota Medan, Fahrul Lubis kepada Ihwan Ritonga menyampaikan permasalahan guru honorer yang belum juga selesai hingga saat ini. Seperti bantuan Rp15 miliar yang dianggarkan di APBD Pemko Medan hingga saat ini belum diterima para guru honor.

“Padahal kami sudah tidak menerima gaji selama 5 bulan pak. Masak kami harus menunggu dana BOS yang berikutnya,” ucapnya mempertanyakan.

Fahrul dan para guru honor lainnya berharap DPRD Medan dapat memfasilitasi keluhan mereka ke Wali Kota Medan maupun Dinas Pendidikan Medan.

“Kami juga meminta pada Pak Ihwan menyuarakan isi hati kami ini juga. Stop penerimaan guru honor di sekolah-sekolah agar lebih sejahtera lagi. Kami juga berharap guru honor gajinya sesuai UMK, atau paling tidak sesuaikan dengan gaji honor di dinas-dinas,” pintanya seraya menjelaskan bahwa semua guru honor merupakan tamatan S1.

Menyikapi keluhan para guru honor, Wakil Ketua DPRD Medan, Ihwan Ritonga, mengatakan akan berupaya menyanpaikan keluhan mereka ke Dinas Pendidikan.

“Kita paham kondisi guru-guru honor di Kota Medan yang terima gaji Rp 300 ribu – Rp 600 ribu per bulan. Tiap rapat kita sampaikan ke Disdik Medan supaya kesejahteraan guru honor di Medan diperhatikan. Makanya kemarin ada bantuan insentif yang Rp15 miliar itu. Bagaimana teknisnya, kita serahkan ke Disdik, ” ujarnya.

Ihwan menambahkan, secara tegas Fraksi Gerindra tiap tahun terus mendorong Pemko Medan supaya memperhatikan nasib guru-guru honor. Begitupun dirinya berharap semua guru bersabar. “Tahun 2020 juga akan kita anggarkan lagi insentif ke guru-guru honor. Kami tetap memperhatikan kebutuhan guru honor karena menyangkut peningkatan mutu pendidikan,” ujarnya.

Sementara itu, kepada kepala sekolah, Ihwan menegaskan agar tidak menunda-nunda penyaluran dana BOS, di mana di dalamnya terdapat pembayaran gaji guru honor. “Pendapatan daerah kita di angka Rp 2,2 triliun per tahun. Kalau seluruh potensi bisa dikelola dengan baik, bisa mencapai Rp 4 triliun. Memang, tidak semuanya bisa dianggarkan Pemko Medan. Tapi bersabarlah, semua akan mengarah pada kesejahteraan,” terangnya. (lamru)

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com