Connect with us

Sumut

Gandi Parapat: Hak Prabowo-Sandi Minta Kepastian Hukum ke MA

Published

on

Koordinator Wilayah Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (Korwil PMPHI) Sumatera Utara, Drs Gandi Parapat

Geosiar.com, Medan – Koordinator Wilayah Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (Korwil PMPHI) Sumatera Utara, Drs Gandi Parapat mengatakan, penilaian orang soal upaya hukum Prabowo ke Mahkamah Agung (MA) bisa mencoreng nama baik Prabowo di mata masyarakat itu sah saja namanya penilaian.

“Menurut kami, itu haknya dan sangat tepat mereka melakukannya untuk mencari kepastian hukum walaupun ada selentingan menyatakan pengaduan ke MA tidak tau petinggi partai pengusung Prabowo-Sandi,” ujar Gandi Parapat di Medan, Jumat (12/7/2019).

Menurut info, pengaduan itu sudah diterima MA. Yang menjadi pertanyaan apabila MA memenangkan Prabowo-Sandi, sementara Mahkamah Konstitusi (MK) sudah memenangkan Jokowi-Amin.

“Dalam hal ini menurut kami, semua kita harus bijak menjaga keutuhan NKRI. Menyangkut keinginan para petinggi agar ada rekonsiliasi Jokowi-Prabowo dan memulangkan seorang  yang meninggalkan tanah air Indonesia sebagai jaminan rekonsiliasi. Hal itu janggal juga menurut kami. Apa yang dikwatirkan mereka sehingga seperti mengharuskan rekonsiliasa, sementara Prabowo baik-baik saja,” ungkap  Gandi.

Mengenai partai yang bakal bergabung dengan pemerintahan Jokowi-Amin, tambah Gandi,  hal itu bagus agar gampang membangun walaupun ada riak-riak kecil krakatau still dan tenaga kerja dari China itu tidak masalah.

“Yang penting pembangunan jalan. Paling kalau ada yg kurang pas, lima tahun lagi diperbaiki melalui pilpres,” tambah Gandi.

“Jadi nanti kalau sudah dilantik Jokowi-Amin bagusnya semua mengamini tidak perlu protes-protes. Jadi upaya Prabowo-Sandi ke MA walaupun simpang siur kami tidak melihat kredibilitas mereka turun. Malah kami kagum apabila benar Prabowo mencari keadilan atau kebenaran melalui proses hukum yang berlaku, tidak membuat hukum sendiri. Kalau hal itu sah menurut hukum atau undang-undang kenapa harus dipermasalahkan, malah kami kagum. Jadi masalah itu biarlah MA yang membuat putusan,” tutup Gandi Parapat. (X1/rel)