Connect with us

Sumut

Nyamar Jadi Polisi, 4 Pemuda Diamankan Polda Sumut

Published

on

Wadir Reskrimum Polda Sumatera Utara, AKBP Donald P Simanjuntak saat menunjukkan barang bukti berupa senjata air softgun yang digunakan pelaku dalam menjalankan aksi pencurian, Kamis (11/7/2019). (Foto: Analisadaily.com/jw/csp)

Geosiar.com, Medan – Empat pemuda diamankan pihak Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara lantaran terbukti melakukan tindak pidana pencurian dengan menyamar sebagai anggota polisi.

Hal ini disampaikan oleh Wadir Reskrimum Polda Sumatera Utara, AKBP Donald P Simanjuntak. Dia mengatakan selain menyamar sebagai oknum polisi, para pelaku juga memakai senjata air softgun guna menakuti korban. Hal itu dilakukan supaya korban meyakini bahwa pelaku adalah benar seorang polisi.

Sebenarnya, pelaku berjumlah enam orang, namun petugas hanya berhasil membekuk empat orang. Sementara dua orang lainnya masih dalam pengejaran. Pelaku yang berhasil diamankan yakni Gokroha Satu Sangkapta Manalu (37), Muda Remaja Parlis (37), Andri Syahputra (30) dan M Rahul (26).

“Sedangkan yang masuk daftar pencarian orang berinisial S alias T (40) dan B (35). Keduanya tersangka itu masih dalam pengejaran petugas,” jelas AKBP Donald di Mapolda Sumatera Utara, Kamis (11/7/2019).

Komplotan pencuri ini, tambah AKBP Donald, melancarkan aksinya pada Jumat (28/6/2019) pukul 01.20 WIB di Pinggir Jalan di Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, di mana korbannya merupakan seorang juru Parkir bernama M Imam Syahfii.

Saat itu, korban sedang duduk di atas sepeda motornya yang kemudian dihampiri satu unit mobil warna silver yang berhenti didekat Imam. Kemudian, keenam pelaku turun dari mobil dan mendekati korban.

Mereka mengaku sebagai anggota polisi dan menuduh Imam sebagai bandar narkoba sambil menodongkan senjata air softgun dengan menutup kepala korban pakai goni. Tak hanya itu, pelaku pun sempat memiting leher korban.

“Imam kemudian di masukan ke mobil. Pelaku memborgol serta memukulinya. Sepeda motor, ponselnya dibawa dan dia diturunkan di Lapangan Ladon Tembung Kecamatan Percut Sei Tuan,” papar AKBP Donald.

Atas tindak pencurian dengan kekerasan itu, para pelaku diancam dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman kurungan pidana 12 tahun penjara.

Sumut

Bocah Hanyut Ditemukan Tewas di Sungai Sunggal

Published

on

Proses evakuasi bocah yang hanyut di Sungai Sunggal, Medan, Rabu 24/7/2019).

Geosiar.com, Medan – Tim Charlie Rescue akantor (SAR) Medan Medan berhasil menemukan bocah bernama Dafa Al Rizki (4) yang dilaporkan hanyut di Sungai Sunggal, Desa Paya Geli, Dusun 1 Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (24/7/2019) sekitar pukul 08.44 WIB.

Humas Kantor SAR Medan, Hisar Turnip mengatakan, korban ditemukan oleh tim SAR sekitar 1 kilometer dari lokasi ia terjatuh setelah melakukan kurang lebih 17 jam pencarian.

“Benar, korban hanyut di aliran sungai Belawan kemarin sudah kita temukan pagi ini. saat itu Tim Charlie Rescue kantor SAR Medan yang dipimpin oleh Komandan Regu Rory Ginting menemukan korban sekitar 1 KM dari tempat ia hanyut” tutur Hisar Turnip.

Hisar mengatakan setelah tim melakukan evakuasi, jasad korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka.

“Tim langsung mengevakuasi korban dan diserahkan ke pihak keluarga korban,” tambah Hisar.

Sebagai informasi, Dafa dilaporkan hilang pada Selasa (23/7/2019) sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, dia diketahui sedang bermain bersama teman-temannya di pinggiran aliran sungai Sei Belawan yang tak jauh dari rumahnya.

Mendapat laporan itu, sebanyak tujuh orang personel Kantor SAR Medan langsung menyusuri sungai dengan menggunakan perahu karet.

Continue Reading

Sumut

5 Napi Tebing Tinggi Dapat Remisi di Peringatan HAN

Published

on

Jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Tebing Tinggi bersama narapidana yang mendapatkan remisi khusus, Rabu (24/7/2019). (Foto: Geosiar.com)

Geosiar.com, Tebing Tinggi – Sebanyak lima orang narapidana (napi) anak di Lembaga Pemasyarakatan  (Lapas) Tebing Tinggi mendapatkan remisi khusus dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2019 .

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Tebing Tinggi, Theo A Purba, Amd IP SH MH didampingi Kasubsi Registrasi dan Bimkemas Lapas Tebing Tinggi, Heru Prabowo, saat dikonfirmasi Geosiar.com di ruang kerjanya, Jalan Pusara Pejuang, Kelurahan Rambung, Rabu (24/7/2019).  

“Sebanyak 5 napi anak di Lapas ini mendapatkan remisi bertepatan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2019,” tutur Theo.

Theo menyebut remisi khusus itu diberikan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kakanwil Kemenkum HAM) Sumut. Remisi itu terdiri atas dua jenis yakni remisi khusus sebagian dan remisi khusus seluruhnya.

“Remisi Anak I (Remisi Khusus Sebagian) 4 orang dan Remisi Anak II (Remisi Khusus Seluruhnya) 1 orang atau bebas langsung. Jadi, total menerima remisi anak berjumlah 5 orang,” jelas.

Sejauh ini, total napi dan tahanan anak yang berada di Lapas dan Rumah Tahanan (Rutan) Tebing Tinggi sebanyak 1635 orang. Secara rinci, jumlah napi sebanyak 1069 orang, sementara jumlah tahanan 566 orang, dengan kapasitas hanya 451 orang.

“Lapas Tebing Tinggi berkomitmen memberikan pelayanan prima tanpa kutipan kepada tamu yang berkunjung.” tandas Theo.

Continue Reading

Sumut

Satpol PP Sergai Gelar Razia Kasih Sayang, 6 Pelajar Positif Narkotika

Published

on

Pelajar yang tertangkap dalam razia kasih sayang oleh Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Serdang Bedagai, Selasa 23/7/2019). Foto: Geosiar.com)

Geosiar. com, Sergai – Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) bersama petugas gabungan menggelar Operasi Kasih Sayang di sekitar Kecamatan Tanjung Beringin dan Teluk Mengkudu, Selasa (23/7/2019).

Dalam razia kali ini, petugas berhasil mengamankan sebanyak 35 orang pelajar, di antaranya 10 sisa tingkat SMP dan 25 siswa tingkat SMA/SMK.

Kepala Satpol-PP Sergai, Drs Fajar Simbolon MSi menjelaskan, usai menjalani hasil tes urine yang digelar Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Sergai, sebanyak 6 orang terindikasi positif memakai narkotika jenis sabu. Sementara 3 orang lainnya dinyatakan pengguna lem alias ngelem.

“Pelajar yang positif mengkonsumsi narkoba tersebut, masing-masing berinisial MR (16), RW (17), JH (16), AS (17), DT (17) dan DA (17),” terang Fajar saat dikonfirmasi, Selasa (23/7/2019).

Lebih lanjut, Fajar menegaskan bahwa seluruh pelajar yang terjaring razia itu akan diberi arahan dan pembinaan, kemudian memanggil orang tua pelajar serta pihak sekolah.

“Dengan razia ini, agar tidak terulang kembali terutama dalam memberantas narkotika di Sergai. Kita harapkan semua pihak dapat bahu membahu bekerjasama dan bersinergi karena kita ingin menyelamatkan generasi muda ke depannya agar tidak terjerumus dari bahaya narkoba,” tandas Fajar Simbolon.

Selanjutnya, pihak Satpol-PP menyerahkan enam pelajar positif narkoba dan ngelem tersebut kepada pihak BNNK Sergai yang disaksikan para orang tua siswa.

Terpisah, Kepala BNKK Sergai, Drs Adlin M Tambunan membenarkan adanya 6 pelajar yang diserahkan kepada pihaknya untuk menjalani pembinaan dari hasil Operasi Kasih Sayang penyalahgunaan narkotika.

“Ada, saat ini sedang di assasement,” jelasnya.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com