Connect with us

Sumut

Warga Kesal, Polisi Sergai Acuhkan Laporan Soal Perjudian Dindong di Desa Firdaus

Published

on

Permainan mesin Jackpot alias Dindong yang digunakan sebagai sarana perjudian di Dusun V-VII Desa Firdaus, Sei Rampah, Sergai. (Foto: art/Geosiar.com)

Geosiar. com, Sergai – Maraknya perjudian yang dapat merusak moral dan perekonomian menjadi kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat di Desa Firdaus, Sei Rampah belakangan ini. Sebab, permainan ‘mesin Jackpot’ alias ‘Dindong’ yang digunakan sebagai sarana perjudian semakin menjamur beroperasi pada beberapa titik di Dusun V-VII Desa Firdaus.

Padahal, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) KH Lukman Yahya, secara tegas mengatakan kepada pihak kepolisian agar menutup maupun menangkap seluruh bandar dan pelaku judi, baik itu togel ataupun jackpot .

Namun, berdasarkan penelusaran wartawan di lokasi pada Selasa (9/7/2019) sore, himbauan yang secara tegas dilontarkan Ketua MUI itu seakan tak dihiraukan oelh pihak berwajib, sebab mesin jackpot atau dindong masih bebas beroperasi bahkan sengaja dititipkan di warung milik warga.

Diduga, pemilik mesin judi tersebut mempunyai kenalan oknum kepolisian sehingga usaha ilegalnya itu bisa dengan mudah beroperasi, meski sudah mendapat kecaman dan laporan ke pihak berwajib.

Berdasarkan informasi dari warga sekitar, mesin jackpot atau dindong tersebut sudah beroperasi selama 3. Mirisnya, warga sekitar, baik tua maupun muda, sudah terpengaruh oleh permainan judi mesin itu hingga mempertaruhkan perekonomian pelaku judi. Selain itu, hal ini sangat mengganggu dan meresahkan warga sekitar karena judi dindong dioperasikan selama 24 jam.

“Praktek perjudian mesin dindong selama ini berjalan lancar beroperasi dan jarang sekali ada turun pihak berwajib untuk melakukan razia. Jadi terkesan perjudian mesin dindong yang kental disebut jackpot itu sepertinya dibiarkan merajalela disana-sini,” jelas warga yang tak disebutkan namanya saat dikonfirmasi, Selasa (9/7/2019).

Senada, seorang ibu rumah tangga menegaskan kekhawatirannya atas perjudian dindong yang semakin marak di desanya itu. Sebab, para suami yang biasanya hanya nongkrong di warung untuk minum kopi, kini terlena memainkan perjudian itu hingga lupa waktu.

“Perjudian dindong sudah marak di Dusun V ini, kami kaum ibu rumah tangga sudah khwatir adanya dindong ini. Suami yang bekerja mencari upahan kadang singgah di warung yang rencananya hanya minum kopi, namun karena melihat ada hiburan judi jackpot iseng-iseng berhadiah akhirnya terbuai. Hingga waktu untuk bekerja pun habis bahkan uang hasil upahan yang seharusnya di setor ke rumah akhinya habis juga  di warung jackpot,” keluh ibu rumah tangga.

Nahasnya, perjudian ini sudah banyak menghancurkan hubungan harmonis rumah tangga di desa itu. Perjudian ini berpotensi membuat perekonomian semakin melarat hingga tak dapat lagi untuk mencukupi kebutuhan keluarga di suatu rumah tangga.

“Karena itu kami kaum ibu berharap dan meminta kepada pihak kepolisian supaya bertindak tegas menangkap para bandar dan juga oknum yang terlibat,” harap ibu yang tak disebut namanya itu. (art)