Connect with us

Sumut

Seorang Siswa SMPN 4 Tebing Tinggi Diterima di Yasop Balige, Kepsek Akui Bangga

Published

on

Kepala Sekolah SMPN 4 Tebing Tinggi, Raimunda Simanjuntak MPd, (Foto: ahs/Geosiar.com)

Geosiar.com, Tebing Tinggi – Pengumuman penerimaan siswa/i tahun ajaran baru di Yayasan Soposurung Balige, Kabupaten Toba Samosir, menjadi momen mendebarkan bagi kebanyakan calon pendaftar. Pasalnya, jika diterima di sekolah ini pasti menjadi kebanggaan tersendiri.

Sama halnya dengan yang dirasakan Kepala Sekolah SMPN 4 Tebing Tinggi, Raimunda Simanjuntak MPd, di mana salah satu siswanya dinyatakan lulus di Yayasan Soposurung Balige Kabupaten Toba Samosir.

“Suatu kebanggaan bagi kami para guru dan Kota Tebing Tinggi, siswa SMPN 4 Tebing Tinggi diterima dan dinyatakan lulus di Yayasan Soposurung Balige Kabupaten Toba Samosir,” kata Raimunda saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (10/7/2019 ).

Lebih lanjut, Raimunda mengatakan siswa bernama Juan DP Siburian itu berhasil masuk dengan menduduki nomor urut 73 dari ratusan siswa yang diterima dari berbagai daerah.

Hal yang menambah kebanggaan bagi Raimunda adalah fakta di mana calon siswa yang mendaftar di Yayasan Soposurung itu berasal dari sekolah-sekolah ternama dan berprestasi di Indonesia. Dengan demikian, Raimunda pun berharap agar siswanya, Juan DP Siburian bisa meraih mimpi dan cita-citanya melalui sekolah itu.

“Kami berharap siswa kami itu bisa lebih berprestasi untuk diri sendiri, keluarga dan kota ini.” pungkas Raimunda.

Sebagai informasi, untuk tingkat Provinsi Sumatera Utara, SMPN 4 Tebing Tinggi berada pada urutan ke-11 berdasarkan tingkat kelulusan nilai siswa. Prestasi itu bisa dicapai, kata Raimunda, karena adanya dukungan dari orang tua siswa, bimbingan Wali Kota, serta Kadis Pendidikan.

SMPN 4 Tebing Tinggi (Foto: ahs/Geosiar.com)





Advertisement

Sumut

Korwil PMPHI Sumut Ingatkan Gubsu: Jangan Ada Pengkotakan Membangun Sumut

Published

on

Korwil PMPHI Sumut Drs Gandi Parapat

Geosiar.com. Medan – Terkait temu ramah yang digelar Gubernur Sumatera Utara Edy Ramayadi terhadap sejumlah tokoh masyarakat Kristen, ditanggapi miring oleh Korwil PMPHI Sumut Drs Gandi Parapat.

“Saya mengetahui rencana dan agenda itu, juga membaca berita pertemuan itu yang dihadiri sekitaran ratusan. Saya di Jakarta tertawa membaca berita dan mengetahui orang-orang yang hadir kebanyakan seperti burung Sibarung yang suka menonjolkan diri agar mendapat pujian dan mendapat makanan, karena seolah olah dialah yang berjuang bekerja,” katanya kepada wartawan di Medan, Kamis (21/11/2019).

Lebih jauh dijelaskan, masalah orang yang seperti burung Sibarung tidak perlu dicelah biarlah, mungkin itu talentanya mencari rezeki.

“Saya memang benar benar geli dan tertawa, menilai Gubsu sudah mempertontonkan hal yang tidak terpuji dan berharap tidak perlu terulang seperti itu. Membangun SUMUT untuk bergandeng tangan, bukan hanya masyarakat kristen,” ungkapnya.

Gandi mencermati undangan Gubsu ke tokoh masyarakat Kristen Sumut dan kenapa tidak ikut dalam pertemuan itu dirinya mengakui bukanlah tokoh masyarakat.

“Maaf saya kan tidak tokoh dan tidak mungkin diundang namun sering ketemu dengan tokoh daerah maupun nasional. Saya baru pulang dari Jakarta ketemu dengan beberapa tokoh nasional, ya seperti yang biasa saya lakukan,” tambahnya.

Menurut Gandi, yang namanya bergandeng tangan membangun Sumut, bukan hanya masyarakat tokoh kristen, menurut kami harus bersama sama. “Kalau seperti ini, muncul pertanyaan, kami pengkotak kotakan, inilah yang tak terpuji itu, makanya jangan terulang lagi,” harapnya.

Terkait masalah Sumut terpuruk, Gandi menilai, kegiatan seperti itu pengkotak-kotakan inilah sala satu membuat terpuruk. “Ungkapan seseorang agar adik adiknya jangan dinonjobkan, inilah salah satu membuat rusak seolah membela padahal merusak,” tuturnya.

“Saya ingatkan Gubsu jangan main main, siapapun kalau tidak bisa bekerja dengan baik jangan pakai, jangan karena titipan sehingga diberi jabatan kepada seseorang. Ingat pak Gubsu, bapak disitu bukan kepentingan pribadi, kelompok. Bapak dipilih masyarakat untuk kepentingan masyarakat Sumut. Kalau bergandeng tangan itu harus semua,” tegasnya. (X1)

Continue Reading

Sumut

Kejuaran Karate Tebing Tinggi Open VI 2019 Resmi Dibuka

Published

on

Pemukulan gong oleh Sekjen PB Forki Raja Sapta Arvian bersama Walikota Tebing Tinggi, Kapolres Tebing Tinggi, unsur Forkopimda Tebing Tinggi serta Ketua Umum Forki Sumut, Kamis (21/12019). [Foto: WH/geosiar.com]

Geosiar.com, Tebing Tinggi – Kejuaran Karate Tebing Tinggi Open VI Piala Walikota VI Tahun 2019 telah resmi dibuka dalam acara yang diselenggarakan di Gor Asber Nasution, Kamis (21/11/2019).

Peresmian ini disimbolisasi dengan pemukulan gong oleh Sekjen PB Forki Raja Sapta Arvian bersama Walikota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan, MM, Kapolres Tebing Tinggi AKBP Sunadi, SIK, unsur Forkopimda Tebing Tinggi, serta Ketua Umum Forki Sumatera Utara.

Dalam sambutannya, Raja Sapta Ervian menyampaikan bahwa PB Forki mengapresiasi pelaksanaan kejuaraan karate yang setiap tahunnya digelar secara rutin.

“PB Forki memberikan apresiasi kepada Walikota Tebing Tinggi, ditengah-tengah kesibukanya mengurus masyarakat tapi masih sempat melakukan pembinaan olahraga khususnya karate,” ujar Raja.

Oleh sebab itu, dia berharap melalui kejuaraan ini akan lahir bibit-bibit karateka unggul yang berasal dari Kota Tebing Tinggi supaya bisa mengukir prestasi di kancah Nasional dan Internasional.

“Untuk wasit dan juri, selain mampu menjadi wasit dan juri yang baik, juga dapat memberikan edukasi kepada wasit di seluruh Sumut dan peserta pelatih berakitan dengan regulasi yang terbaru,” harapnya.

Sementara itu, Walikota Umar Zunaidi mengatakan, Kejuaraan Karate Tebing Tinggi Open VI Tahun 2019 ini dimaksudkan sebagai wujud pembinaan prestasi olahraga, dan sekaligus motivator penggerak masyarakat untuk berolahraga.

“kejuaraan ini digelar secara rutin tiap tahun sebagai ajang kompetisi para atlet karate di suluruh Indonesia, untuk mengukur sekaligus melakukan evaluasi para karateka sejauh mana kemajuannya selama berlatih,” ujarnya sewaktu memberi kata sambutan.

Menurutnya, ajang coba bagi seorang atlet itu penting, seperti halnya yang dilakukan atlet karate Sumatera Utara yang selalu mengikuti kejuaraan di luar negeri seperti Malaysia, Thailand atau negara-negara lainnya. Dia berharap, kegiatan yang dilakukan Pemko pun dapat menjadi ajang uji coba sebelum bertanding di lingkup lebih luas.

“Oleh karena itu, bertandinglah dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan senantiasa menjaga silaturahmi sesama atlet dari manapun asalnya,” harapnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Kejuaraan Pardamean Siregar menyampaikan, kejuaraan ini diikuti 912 atlet karate yang berasal dari Kabupaten/Kota se-Sumut dan 4 Provinsi lainnya, dengan wasit 81 orang.

Kategori yang dipertandingkan di antaranya Pemula, Kadet, Junior, Kata senior dan Komite Senior. Kejuaraan ini berlangsung selama 3 hari yakni 21-23 November 2019 di Gor Asber Nasution Tebing Tinggi. Adapun hadiah yang disediakan adalah medali dan juga uang pembinaan.(WH)

Continue Reading

Sumut

Pemko Pematangsiantar Gelar Fashion Show Hari Ulos 2019

Published

on

Wali Kota Pematangsiantar H Hefriansyah (baju putih) dalam acara fashion show di Hotel Sapadia dalam rangka memperingati Hari Ulos 2019. [Foto: dok. metrorakyat]

Geosiar.com, Pematangsiantar – Pemerintah Kota Pematangsiantar menggelar perlombaan fashion show dalam rangka memperingati Hari Ulos 2019 di Hotel Sapadia, Kota Pematangsiantar, Kamis (21/11/2019).

Acara itu dihadiri oleh Wali Kota Pematangsiantar H Hefriansyah, perwakilan Ketua DPRD Pematangsiantar Jani Apohan Saragih SH, Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Pematangsiantar Syahputri Hefriansyah Hutabarat, dan perwakilan Partuha Maujana Kota Pematangsiantar.

Dalam kata sambutannya, Hefriansyah berharap agar ulos dapat terus dilestarikan sebagai warisan budaya. Ia mengatakan, pelestarian ulos menjadi tanggungjawab bersama, termasuk generasi muda.

“Melestarikan ulos sebagai warisan budaya sehingga tetap dikenal oleh generasi muda, menjadi tanggungjawab kita bersama. Terutama kepada anak-anak kami sebagai generasi penerus, agar lebih dini mengenal budaya ulos. sehingga ulos tidak hilang akibat budaya modren yang sangat cepat berkembang,” tutur Hefriansyah, Kamis (21/11/2019).

Perlombaan fashion show ini diikuti 68 peserta yang dibagi dalam tiga kategori, anak-anak (usia 6-12 tahun) sebanyak 30 orang, kategori remaja (13-16 tahun) sebanyak 19 orang, dan kategori dewasa (17 tahun ke atas) sebanyak 19 orang.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kota Pematangsiantar, Jadimpan Pasaribu mengharapkan lomba fashion show ini membuat masyarakat termotivasi untuk berkreasi menjadikan ulos sebagai bahan pakain sehingga ulos bisa tetap dilestarikan.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com