Connect with us

pemilu 2019

Prabowo-Sandi Ajukan Permohonan Kasasi Kedua, Yusril Yakin MA Menolak

Published

on

Pasangan Capres dan Cawapres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Geosiar.com, Jakarta – Kuasa Hukum Pasangan Capres dan Cawapres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kembali mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) yang teregistrasi dengan Perkara Nomor 2P/PAP/2019 tanggal 3 Juli 2019, atas kasus pelanggaran terstruktur, sistematis dan masif (TSM) dalam penyelenggaraan Pemilu Presiden pada 17 April 2019.

Hal ini disampaikan oleh Kuasa Hukum Pasangan Calon Presiden dan Cawapres Nomor Urut 01 Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra, melalui keterangan tertulis, Rabu (10/7/2019) di Jakarta. Yusril meyakini MA akan menolak permohonan kasasi tersebut sebab ia menilai jika kuasa Hukum Prabowo-Sandiaga telah salah melangkah dalam menangani perkara.

“Ketika MA menyatakan N.O (niet ontvanklijk verklaard) karena pemohonnya tidak punya legal standing, maka permohonan ulang atas perkara ini seharusnya diajukan kembali ke Bawaslu sebagai pengadilan tingkat pertama. Jika perkara ditolak Bawaslu, barulah mereka ajukan kasasi ke MA,” tutur Yusril.

Apalagi pemohon kasasi itu, kata Yusril, bukanlah pihak yang memohon perkara ke Bawaslu dan sebelumnya mengajukan kasasi ke MA. Pemohon perkara sebelumnya adalah Ketua BPN Djoko Santoso.

“Sangat aneh kalau tiba-tiba pemohonnya diganti dengan Prabowo dan Sandiaga Uno tetapi langsung mengajukan kasasi, sementara keduanya sebelumnya tidak pernah berperkara,” jelas Yusril.

Oleh karena itu, Yusril menilai tim hukum kubu 02 salah dalam menerapkan hukum acara, sehingga ia berkeyakinan MA akan menyatakan N.O sekali lagi atau menolak permohonan ini seluruhnya.

“Perkara ini kini sedang diperiksa MA yang tengah dalam proses menunggu tanggapan KPU dan Bawaslu selaku Termohon,” lanjutnya.

Sebagai informasi, perkara tersebut sebelumnya diajukan oleh Ketua BPN Prabowo Sandiaga, Djoko Santoso kepada Bawaslu. Namun, lembaga pengawas pemilu itu menyatakan perkara TSM tersebut “tidak dapat diterima” (N.O. atau niet ontvanklijk verklaard).

Mendapat penolakan dari Bawaslu, Tim Hukum BPN kemudian mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Namun, MA justru memperkuat putusan Bawaslu dengan menyatakan perkara tersebut “tidak dapat diterima” atau N.O.

Dalam penolakannya, MA beralasan pemohon perkara, yakni BPN yang ditandatangani oleh Jenderal (Purn) TNI Djoko Santoso tidak mempunyai legal standing (alasan hukum) untuk mengajukan perkara. Sebab, pihak yang memiliki legal standing adalah Prabowo Subianto dan Sandiaga S Uno.

“Atas putusan kasasi MA tersebut, pengacara BPN kemudian mengganti pemohon perkara. Kali ini permohonannya dilakukan langsung oleh Prabowo Subijanto dan Sandiaga Uno sebagai pihak yang mempunyai legal standing,” tandasnya.

pemilu 2019

Sambut Kedatangan Prabowo, Megawati Ditemani Budi Gunawan

Published

on

Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto disambut Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri saat berkunjung di kediaman Megawati di Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu (24/7/2019) (beritasatu.com)

Geosiar.com, Jakarta – Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyambut hangat kedatangan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto di teras rumahnya di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu (24/7/2019).

Tiba di depan rumah Mega sekira pukul 12.31 WIB, Prabowo tampak mengenakan kemeja batik lengan panjang, didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhie Prabowo dan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani.

Sementara Megawati didampingi Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan anak-anak Megawati, yakni Puan Maharani dan Muhammad Prananda Prabowo.

Saat awak media bertanya apakah Megawati menyiapkan menu nasi goreng kesukaan Prabowo, dirinya hanya tertawa lepas. Sementara Megawati hanya tersenyum-senyum tanpa berkata.

“Makasih ya,” kata Prabowo sambil melambaikan tangan, kemudian masuk ke dalam rumah Megawati.

Sebelumnya beredar kabar bahwa pertemuan itu juga bakal dihadiri Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Akan tetapi Hasto memastikan bahwasanya Jokowi tidak ikut serta dalam pertemuan antara Megawati dan Prabowo.

“Pertemuan nanti hanya Bu Megawati Soekarnoputri dengan Pak Prabowo,” ujar Hasto di kediaman Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar Nomor 27, Menteng, Jakarta.

Continue Reading

pemilu 2019

Megawati Bertemu Prabowo Subianto Tanpa Presiden Jokowi

Published

on

Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto

Geosiar.com, Jakarta – Ketua Umum (Ketum) PDIP, Megawati Soekarnoputri akan menerima kehadiran Ketum Gerindra Prabowo Subianto dengan agenda makan siang bersama hari ini, Rabu (24/7/2019). Pertemuan itu berlangsung tanpa kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Pertemuan nanti antara Ibu Megawati dan Pak Prabowo,” beber Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar Nomor 27, Jakarta Pusat.

Hasto menyebut, saat perjamuan makan siang nanti, Megawati bakal ditemani dua anaknya, Puan Maharani dan Prananda Prabowo serta politikus PDIP Pramono Anung. Sementara Prabowo akan didampingi oleh beberapa tokoh Gerindra.

“Ya kalau makan berdua kurang afdal maka kami menemani nanti. Ada Mbak Puan, Mas Prananda, Mas Pram. Pak Prabowo juga akan didampingi beberapa jajaran teras dari Gerindra,” ujar Hasto.

Mengenai pertemuan tersebut, lanjut Hasto, Megawati sudah berkomunikasi dengan Jokowi. Hasto mengatakan, Jokowi berharap pertemuan itu dapat berjalan dengan baik.

Pertemuan kedua tokoh politik ini diadakan di kediaman Megawati di Jl Teuku Umar, Menteng. Gerindra mengatakan Prabowo datang sowan karena menghormati perempuan yang pernah jadi pasangannya di Pilpres 2009.

Megawati sendiri mengaku telah menyiapkan menu khusus untuk perjamuan makan siang nanti.

Continue Reading

pemilu 2019

Hari Ini, MK Gelar Sidang Pemeriksaan Saksi dan Ahli Gugatan Pileg

Published

on

Sidang gugatan pileg

Geosiar.com, Jakarta – Mahkamah Konstitusi (MK) kembali menggelar sidang lanjutan sengketa Pileg 2019. Agenda sidang hari ini yakni pembuktian dan pemeriksaan para saksi dan ahli, Selasa (23/7/2019).

“Sidang hari ini pembuktian dan pemeriksaan saksi dan ahli,” kata juru bicara MK Fajar Laksono.

Sidang yang dimulai pukul 08.00 WIB ini terbagi menjadi tiga panel. Terdapat 22 perkara yang akan dilakukan pembuktian dan pemeriksaan saksi dan ahli dari Provinsi Sumsel, Jatim, Jabar dan Banten.

MK sudah membatasi jumlah saksi dan ahli yang hadir dalam sidang ini. Jumlah saksi untuk pemohon dan termohon yaitu tiga orang, sedangkan pihak terkait satu orang.

Sebelumnya majelis hakim sudah meminta kepada pihak pemohon supaya mendatangkan saksi apabila memang dirasa diperlukan. Mengingat ada batasan waktu bagi hakim untuk memutus sengketa Pileg pada 6-9 Agustus mendatang.

“Kecuali ada hal-hal lain di luar dokumen misalnya apa yang satu hal bisa pengaruhi jumlah suara yang tidak masuk dalam kerangka penghitungan seperti itu,” ujar hakim MK I Dewa Palguna.

“Misal, contoh putusan Bawaslu atau rekomendasi Bawaslu yang belum dilaksanakan padahal itu dibenarkan, padahal perkaranya sudah keburu dibawa ke MK nah itu soal lain,” tambah Palguna.

Hingga kini, dari 260 perkara diregistrasi, cuma 122 perkara sengketa Pileg 2019 yang masih disidangkan di MK usai putusan dismissal (dipilah) pada Senin (22/7/2019). Majelis hakim sudah menolak sebanyak 58 perkara dan tidak melanjutkan 80 perkara lainnya.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com