Connect with us

Sumut

Dinas PU Medan Terus Lakukan Pengorekan Drainase

Published

on

Medan, Geosiar.com – Pemko Medan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan terus gencar melakukan normalisasi drainase upaya mengatasi genangan air maupun banjir di Kota Medan. Seperti halnya, normalisasi yakni Jalan Setia Budi, Kelurahan Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan dan Jalan Bukit Barisan Medan dilakukan pengorekan, Rabu (10/7/2019).

Drainase pertama yang dinormalisasi di Jalan Setia Budi. Normalisasi dilakukan karena drainase sudah tidak berfungsi karena mengalami penyumbatan dan pendangkalan akibat banyaknya sampah. Kondisi itu membuat drainase tidak mampu menampung debit air hujan sehingga meluap dan menggenangi jalan maupun rumah warga.

Selain mengalami penyumbatan dan pendangkalan, permukaan drainase juga ditutup dengan beton (trench cover) sehingga air hujan sulit masuk dalam drainase. Oleh karenanya sebelum dilakukan normalisasi, petugas Dinas PU yang diturunkan lebuh dulu membuka trench cover tersebut.

Setelah  trech cover diangkat, barulah petugas Dinas PU melakukan normalisasi dengan mengorek lumpur bercapur sampah dari dasar drainase sampai bersih. Sudah itu hasil pengorekan selanjutnya diangkut menggunakan truk untuk dibuang ke lokasi pembuangan. Berkat kerja keras dan saling bahu membahu, petugas Dinas PU berhasil mengembalikan fungsi drainase.

Selain  dilakukan secara manual dengan menggunakan cangkul, sekop maupu penggaruk, Kadis PU Kota Medan Isa Anshari juga menurunkan satu unit alat berat jenis bachkoe loader  guna memaksimalkan normalisasi. Tanpa kesulitan backhoe loader pun berhasil memberishkan drainase, termasuk mengangkat patahan trech cover dari dalam drainase sehingga menyebabkan penyumbatan.

“Sesuai  instruksi Bapak Wali Kota, kita terus menormalisasi drainase, terutama yang mengalami penyumbatan dan pendangkalan. Sebab, salah satu pemicu terjadinya genangan air maupun banjir yang terjadi di sejumlah titik di Kota Medan akibat drainase maupun paritnya tidak berfungsi akibat penyumbatan dan pendangkalan. Salah satunya drainase di Jalan Setia Budi ini,” kata Kadis PU.

Setelah drainase di Jalan Setia Budi, Isa pun memerintahkan anggotanya untuk menormalisasi drainase di Jalan Bukit Barisan. Kondisi drainase cukup parah, selain dangkal dan dipenuhi sampah, air-nya pun mengering. Sudah itu  petugas Dinas PU kesulitan melakukan normalisasi karena permukaan drainase ditutupi trench cover.

Sama seperti di Jalan Setia Budi,  petugas juga lebih dulu membongkar trench cover yang menutupi permukaan drainase di Jalan Bukit Barisan. Setelah itu barulah belasan petugas Dinas PU melakukan pengorekan. Guna memaksimalkan normalisasi, 1 unit backhoe loader mini diturunkan.

‘’Material hasil pengorekan langsung kita masukkan ke dalam truk untuk dibawa ke lokasi pembuangan. Jika material ini dibiarkan menumpuk di pinggir drainase, dikhawatirkan akan masuk kembali sehingga terjadi penyumbatan kembali. Di samping itu tumpukan material tentunya sangat mengganggu aktifitas warga serta mengganggu estetika kota,” jelas Isa. (lamru)

Advertisement

Sumut

Miris, Remaja Asal Langkat Rela Dijual Demi Masuk Sekolah

Published

on

Korban DSP (14) bersama kedua pelaku AS alias Sri (40) dan SZ (23). (Foto: istimewa)

Geosiar.com, Langkat – Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Syarif Ginting mengungkap fakta baru mengenai penjualan anak dibawah umur, DSP (14) kepada pria hidung belang oleh bibi kandungnya sendiri.

Syarif mengatakan, remaja asal Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara itu, mengaku secara suka rela dijual oleh bibinya demi biaya masuk sekolah menengah pertama (SMP).

Sejak kecil, ujar Syarif, korban bersama adiknya PA (9) tinggal bersama kakeknya yang hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Sedangkan kedua orang tua korban telah lama pergi meninggalkan mereka.

“Ayah dan ibunya telah pergi meninggalkan mereka,” kata Iptu Syarif Ginting, Rabu (24/7/2019).

Beberapa waktu lalu, kata Syarif, korban mengaku bertemu dengan ibunya, lalu minta masuk sekolah. Tetapi ibunya menolak permintaan itu dengan alasan tidak ada uang. Kemudian sang ibu mengatakan agar korban menjual diri jika mau sekolah.

“Kalau mau sekolah juga, jual saja dirimu,” tutur Syarif Ginting menirukan omongan ibu DSP kepada korban.

Oleh karena itu, korban mendatangi adik ibunya (bibinya), SZ (23) di Kota Binjai. Kemudian, SZ membawa korban kepada germo SA alias Sri (40) untuk dijual seharga Rp10 juta.

Sebelum korban diserahkan kepada pria hidung belang, petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Sunggal yang menyamar sebagai pembeli akhirnya berhasil menyelamatkan korban dari transaksi tersebut. Korban diselamatkan dari Hotel Milala, Desa Mulirejo, Kecamatan Sunggal.

Continue Reading

Sumut

Bocah Hanyut Ditemukan Tewas di Sungai Sunggal

Published

on

Proses evakuasi bocah yang hanyut di Sungai Sunggal, Medan, Rabu 24/7/2019).

Geosiar.com, Medan – Tim Charlie Rescue akantor (SAR) Medan Medan berhasil menemukan bocah bernama Dafa Al Rizki (4) yang dilaporkan hanyut di Sungai Sunggal, Desa Paya Geli, Dusun 1 Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (24/7/2019) sekitar pukul 08.44 WIB.

Humas Kantor SAR Medan, Hisar Turnip mengatakan, korban ditemukan oleh tim SAR sekitar 1 kilometer dari lokasi ia terjatuh setelah melakukan kurang lebih 17 jam pencarian.

“Benar, korban hanyut di aliran sungai Belawan kemarin sudah kita temukan pagi ini. saat itu Tim Charlie Rescue kantor SAR Medan yang dipimpin oleh Komandan Regu Rory Ginting menemukan korban sekitar 1 KM dari tempat ia hanyut” tutur Hisar Turnip.

Hisar mengatakan setelah tim melakukan evakuasi, jasad korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka.

“Tim langsung mengevakuasi korban dan diserahkan ke pihak keluarga korban,” tambah Hisar.

Sebagai informasi, Dafa dilaporkan hilang pada Selasa (23/7/2019) sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, dia diketahui sedang bermain bersama teman-temannya di pinggiran aliran sungai Sei Belawan yang tak jauh dari rumahnya.

Mendapat laporan itu, sebanyak tujuh orang personel Kantor SAR Medan langsung menyusuri sungai dengan menggunakan perahu karet.

Continue Reading

Sumut

5 Napi Tebing Tinggi Dapat Remisi di Peringatan HAN

Published

on

Jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Tebing Tinggi bersama narapidana yang mendapatkan remisi khusus, Rabu (24/7/2019). (Foto: Geosiar.com)

Geosiar.com, Tebing Tinggi – Sebanyak lima orang narapidana (napi) anak di Lembaga Pemasyarakatan  (Lapas) Tebing Tinggi mendapatkan remisi khusus dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2019 .

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Tebing Tinggi, Theo A Purba, Amd IP SH MH didampingi Kasubsi Registrasi dan Bimkemas Lapas Tebing Tinggi, Heru Prabowo, saat dikonfirmasi Geosiar.com di ruang kerjanya, Jalan Pusara Pejuang, Kelurahan Rambung, Rabu (24/7/2019).  

“Sebanyak 5 napi anak di Lapas ini mendapatkan remisi bertepatan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2019,” tutur Theo.

Theo menyebut remisi khusus itu diberikan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kakanwil Kemenkum HAM) Sumut. Remisi itu terdiri atas dua jenis yakni remisi khusus sebagian dan remisi khusus seluruhnya.

“Remisi Anak I (Remisi Khusus Sebagian) 4 orang dan Remisi Anak II (Remisi Khusus Seluruhnya) 1 orang atau bebas langsung. Jadi, total menerima remisi anak berjumlah 5 orang,” jelas.

Sejauh ini, total napi dan tahanan anak yang berada di Lapas dan Rumah Tahanan (Rutan) Tebing Tinggi sebanyak 1635 orang. Secara rinci, jumlah napi sebanyak 1069 orang, sementara jumlah tahanan 566 orang, dengan kapasitas hanya 451 orang.

“Lapas Tebing Tinggi berkomitmen memberikan pelayanan prima tanpa kutipan kepada tamu yang berkunjung.” tandas Theo.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com