Connect with us

Dunia

Cina Tuntut AS Batalkan Penjualan Senjata ke Taiwan

Published

on

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Geng Shuang

Geosiar.com, Beijing – Cina desak Amerika Serikat (AS) agar segera membatalkan penjualan senjata total senilai US$ 2.2 miliar atau Rp 31 trilun ke Taiwan. Diantara senjata yang dijual itu terdapat tank tempur serta jet-jet tempur anti-rudal.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Geng Shuang menyebut Beijing sudah mengajukan komplain secara resmi melalui kanal-kanal diplomatik mengekspresikan ketidakpuasan mendalam dan penolakan tegas atas rencana penjualan senjata itu.

Menurut Geng, kesepakatan penjualan senjata antara AS-Taiwan sama dengan melukai kedaulatan Cina dan kepentingan keamanan Negara Tirai Bambu.

“Cina mendesak Amerika Serikat untuk secepatnya membatalkan rencana penjualan senjata dan menghentikan hubungan militer dengan Taipe demi menghindari rusaknya hubungan Sino-Amerika Serikat dan terciderainya perdamaian serta stabilitas di Selat Taiwan,” ujar Geng, seperti dilansir dari aljazeera.com, Rabu (10/7/2019).

Geng menyatakan, tidak boleh ada yang menganggap remeh pemerintah Cina dan masyarakatnya yang dengan tegas bertekad mempertahankan kedaulatan serta integritas teritorial negara. Beijing juga akan menentang intervensi asing.

Pernyataan itu disampaikan Geng untuk menanggapi laporan Badan Kerjasama Pertahanan Keamanan Amerika Serikat atau DSCA yang menyebut telah mengunci kerja sama jual-beli 108 tank Abram M1A2T, 250 stinger portable jet tempur anti-rudal, serta peralatan lainnya senilai lebih dari US$ 2,2 miliar.

Menurut DSCA, rencana jual-beli senjata ini akan berkontribusi pada modernisasi pihak pembeli di medan tempur, meningkatkan sistem pertahanan udara dan mendukung kebijakan luar negeri serta keamanan nasional AS dengan cara membantu meningkatkan keamanan dan kemampuan pertahanan Taiwan.