Connect with us

Olahraga

Alasan Egy Maulana Tidak Suka Dibandingkan dengan Lionel Messi

Published

on

Geosiar.com, Olahraga – Egy Maulana Vikri saat ini sering dibanding-bandingkan dengan megabintang asal Barcelona, Lionel Messi. Ia pun dijuluki “Messi dari Indonesia”.

Lalu, apa tanggapan pemain kelahiran Medan itu? Ternyata ia mengaku kurang suka dengan sebutan itu.

“Sejak beberapa tahun lalu, saya sering dijuluki ‘Indonesian Messi’. Saya kurang suka dengan julukan dan perbandingan tersebut. Saya hanya ingin menjadi diri saya sendiri,” ungkap Egy.

Pemain echia Gdansk ini mengakui bahwa Messi merupakan satu-satunya pemain idolanya sepanjang waktu. Akan tetapi, pemain muda itu merasa tak ada gunanya jika ia harus dibandingkan dengan Messi.

“Saya rasa, saya tidak akan pernah bisa mencapai level permainan Messi. Ia seperti manusia yang datang dari dunia yang berbeda. Tetapi, saya yakin bisa semakin mendekati kemampuannya dari tahun ke tahun,” ucap Egy.

Selain mengidolakan Messi, ia juga menegaskan bahwa Barcelona masih tetapi menjadi klub favoritnya. Ia bercerita bahwa bermain sepak bola terasa mudah jika menonton Barcelona bermain.

Akan tetapi ketika bermain, sepak bola adalah olahraga yang sangat menguras segalanya. Hal itu membuatnya sadar bahwa Barcelona satu dari segelintir klub yang mampu bermain di level tertinggi.

Egy saat ini masih berjuang untuk bisa menembus tim utama Lechia untuk musim 2019/20. Eks Timnas Indonesia U-19 itu mulai mendapat tempat dan mengaku belum puas jika tak menjadi starting eleven di akhir pekan ajang Ekstraklasa Polandia.

Olahraga

Indonesia Duduki Puncak Klasemen ASG 2019, Koleksi 43 Medali Emas

Published

on

Komandan Pelatnas ASEAN Schools Games, Arsani (tengah) dan ketua kontingen Indonesia Yayan Rubaeni (kiri kedua) saat jumpa pers terkait prestasi Indonesia di ASG 2019, Selasa (23/7/2019). (Foto: Kemenpora)

Geosiar.com, Semarang – Indonesia berhasil menduduki posisi teratas klasemen ajang ASEAN Schools Games (ASG) 2019 dengan memperoleh 43 medali emas, 34 medali perak, dan 25 medali perunggu. Dengan demikian, atlet muda Merah Putih meraih predikat sebagai juara umum dalam ajang yang berlangsung di Semarang, Jawa Tengah itu.

Ahmad Arsani, Plt. Asisten Deputi Olahraga Prestasi, mengungkapkan rasa bangganya terhadap para atlet Indonesia yang telah berjuang demi mengibarkan bendera Merah Putih di ajang ASG tahun ini.

“Alhamdulilah sebagai tuan rumah kita berhasil mencapai target sebagai juara umum. Saya bangga dan ucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada para atlet,pelatih, dan ofisial yang sudah berjuang semaksimal mungkin untuk mengharumkan nama Indonesia di ajang ASEAN Schools Games 2019,” tutur Ahmad saat jumpa pers di Hotel Patra, Semarang, Selasa (23/7/2019) malam.

Dalam kesempatan yang sama, Chef de Mission (CdM) Indonesia untuk ASG 2019, Yayan Rubaeni, juga mengapresiasi kinerja para atlet muda Indonesia. Ia juga mengatakan sangat puas atas penampilan anak-anak bangsa dalam ajang itu.

“Penampilan anak-anak luar biasa, salut, saya bangga dan saya yakin Indonesia bangga, karena di usia yang tergolong muda mereka sudah menunjukan dedikasi dan perjuangan maksimal untuk dapat mengibarkan merah putih,” tutur Yayan bangga.

Yayan menyebut bahwa atlet muda merupakan aset bangsa yang harus dijaga. Oleh karena itu, ia memastikan pemerintah akan terus mendukung pembinaan atlet muda sebagai bibit-bibit unggul olahragawan nasional yang nantinya akan berprestasi secara internasional.

“Anak-anak ini adalah atlet muda aset bangsa. Saya yakin jika terus dibina, 3 sampai 4 tahun ke depan mereka akan menjadi tulang punggung prestasi Indonesia. Untuk mewujudkan hal tersebut tentunya perlu untuk terus memberikan pendampingan bagi sentra-sentra pembinaan tempat mereka berlatih, serta memfasilitasi mereka untuk dapat meningkatkan kemampuan melalui kompetisi,” lanjutnya.

Seperti diketahui, Indonesia terakhir kali menyabet gelar juara umum dalam ajang ASG ketika berlangsung di Brunei Darussalam pada tahun 2015 silam. Setelah berpuasa selama 3 tahun, akhirnya Indonesia mampu kembali menoreh prestasi dalam pesta olahraga tahunan sekolah-sekolah tinggi yang berada di kawasan Asia Tenggara itu.

Continue Reading

Olahraga

Kritik Copa America 2019, CONMEBOL Hukum Lionel Messi

Published

on

Lionel Messi saat mendapat kartu merah dari Wasit dalam laga perebutan peringkat ketiga dengan Chile di Copa America 2019 di Arena Corinthians, Sao Paulo, Brasil (6/7/2019). (Foto: Paulo Whitaker/EPA-EFE)

Geosiar.com, Olahraga – Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan, CONMEBOL, memberikan hukuman kepada Lionel Messi atas kritikan kontroversialnya dalam ajang Copa America 2019 di Brasil.

Bintang timnas Argentina itu diketahui melontarkan pernyataan kontroversial sebanyak dua kali. Pertama, Messi mengkritik wasit dengan menuduh mengatur kemenangan Brasil 2-0 atas Argentina di babak semifinal Copa America.

“Mereka tak bermain lebih bagus daripada kami. Mereka mencetak gol cepat dan kami tak diberi penalti,” ujar Messi, dilansir dari ESPN, Rabu (24/7/2019).

Kemudian, Messi mengatakan penyelenggaraan Copa America edisi ke-46 itu dipenuhi praktik korupsi. Kritikan itu dilontarkan si La Pulga setelah kemenangan Argentina 2-1 atas Chile dalam perebutan peringkat ketiga.

Meski menang, Messi tercata mendapat kartu merah setelah berseteru dengan Gary Medel dalam pertandingan tersebut. Alhasil, megabintang Barcelona itu pun memilih absen saat seremoni penyerahan medali perunggu di ajang itu.

Dikutip dari Euronews, penyerang berusia 32 tahun itu didenda sebesar US$1.500 atau setara dengan Rp21 juta. Tak hanya itu, Messi juga mendapat hukuman larangan bermain dalam satu pertandingan bersama timnas Argentina.

Artinya, Messi bakal absen pada satu laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 di zona Amerika Selatan yang akan berlangsung pada Maret 2020 mendatang.

Continue Reading

Olahraga

Yamaha: Kebersamaan dengan Rossi Segera Berakhir

Published

on

Pebalap Monster Energy Yamaha MotoGP Valentino Rossi.

Geosiar.com, Olahraga – Direktur Monster Energy Yamaha MotoGP, Lin Jarvis mengatakan bahwa kebersamaan mereka dengan pembalap legenda Valentino Rossi akan segera berakhir.

“Rossi sedang menghadapi bagian terakhir bersama Yamaha,” ujar Lin Jarvis kepada Motorsport, dikutip dari AS, Selasa (23/7/2019).

Bahkan, Jarvis menyebut The Doctor bukan lagi menjadi masa depan tim Jepang tersebut dalam ajang MotoGP.

“Sekarang dia berada di tahap yang berbeda dalam hidupnya. Dan dengan segala hormat dia tak lagi menjadi masa depan dalam partisipasi kami di MotoGP,” lanjutnya.

Kendati demikian, Jarvis menegaskan bahwa Rossi masih bisa mengikuti kompetisi dengan mengusung nama Yamaha, namun mereka tidak akan menggantungkan nasib kepada pebalap berusia 40 tahun itu.

“Dia bisa saja berada di sini dan tetap kompetitif untuk satu, dua, tiga tahun ke depan. kita akan lihat seberapa kompetitif. Tapi level ketergantungan kami padanya tak lagi sama,” tegas Jarvis.

Seperti diketahui, grafik penampilan Valentino Rossi memang sangat menurun di MotoGP 2019 ini. Dia hanya mengoleksi 80 angka sepanjang pertengahan musim ini. Poin ini merupakan angka terendah Rossi sejak kelas MotoGP diperkenalkan pada 2002 silam.

Yamaha sendiri dikabarkan telah menyiapkan skuat baru untuk berkompetisi pada musim-musim berikutnya. Salah satu pebalap yang disebut mendapat promosi adalah Fabio Quartararo.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com