Connect with us

Sumut

Polres Tebing Tinggi Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Karyawan PTPN IV Pabatu

Published

on

Kedua pelaku inisial SS dan AR saat melakukan reka ulang adegan pembunuhan Siti Aminah Purba, Selasa (9/7/2019). (Foto: WH/Geosiar.com)

Geosiar.com, Tebing Tinggi – Polres Tebing Tinggi menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan dan persetubuhan terhadap korban bernama Siti Aminah Purba yang merupakan Karyawati PTPN IV Pabatu Dusun 3, Desa Kedai Damar, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai. 

Reka ulang pembunuhan mulai dilaksanakan di halaman gedung Shabara Polres Tebing Tinggi (Tukkot Panaluan), Selasa (9/7/2019) pukul 09.30 WIB.

Berdasarkan pantuan geosiar.com, reka ulang adegan pembunuhan Siti Aminah dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Tebing Tinggi, AKP Rahmadani SH MH. Sementara pelaku berinisial AR (14) dan SP (15) yang merupakan warga desa yang sama dengan korban, turut hadir dalam rekonstruksi kasus.

Dalam proses reka ulang, pelaku memulai adegan saat pertama kali berniat melakukan pencurian, yakni pada Selasa (25/6/2019) sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu kedua pelaku baru pulang dari melihat pertunjukan jarang kepang di Pamela. 

Usai melihat pertujukan, kedua pelaku sempat nongkrong di warung sekitar, lalu sekitar pukul 24.00 WIB kedua pelaku melihat warung milik korban tutup. Mulai dari situ, salah satu pelaku berinisial SP niat untuk melakukan pencurian sebab korban diketahui tinggal sendirian. 

Pelaku SP kemudian mengajak pelaku AR pergi ke rumah temannya untuk mengambil parang. Selanjutnya, mereka pergi ke warnet ‘Nurul Net’ untuk berteduh, saat itu sedang hujan. 

Setelah hujan berhenti, sekitar pukul 02.15 WIB, Rabu (26/7/2019) dini hari, kedua pelaku mulai melihat situasi rumah korban dengan berkeliling menggunakan sepeda motor. Kemudian, kedua pelaku memarkirkan sepeda motor di belakang rumah korban yang berjarak sekitar 100 meter.

Pelaku pun masuk ke dalam rumah korban lewat jendela belakang dengan cara merusaknya menggunakan parang yang sudah dipersiapkan.

Setelah berhasil masuk, kedua pelaku langsung menuju warung milik korban. Pelaku SS mulai melakukan aksi pencurian dengan merusak kunci steling kaca rokok dengan menggunakan parang, sementara pelaku AR mengambil rokok sebanyak 8 bungkus dan satu unit telepin genggam merek LG. 

Tak sampai di situ, kedua pelaku kemudian menuju ruang tamu yang ternyata dalam kondisi terkunci. Demi bisa melancarkan aksinya, pelaku AR memanjat ventilasi yang ada di kamar mandi untuk kemudian membuka pintu yang terkunci itu.

Setelah pintu terbuka, kedua pelaku pun langsung menuju ruang tamu dan mengambil uang yang terletak di atas meja. Kemudian, pelaku masuk ke kamar belakang untuk mencari barang berharga, namun pelaku tidak menemukan barang berharga yang bisa diambil.

Tak kehabisan akal, lantas aksi pelaku berlanjut ke kamar korban yang pada saat itu dengan posisi pintu kamar terbuka namun tertutup oleh gorden. Saat itu korban sedang tidur dengan posisi miring membelakangi pintu kamar, korban hanya memakai baju dan celana dalam. 

Dalam kamar tersebut, pelaku melihat satu unit telepon genggam merek VIVO Y55 warna Rose Gold persis di depan wajah korban. Kedua pelaku masuk ke dalam kamar namun kembali keluar untuk mengambil parang yang sengaja ditinggal di warung. 

Sembari mengambil parang, kedua pelaku menyusun strategi dengan membagi tugas, di mana pelaku SS bertugas masuk ke dalam kamar korban dengan cara merangkak dari samping tempat tidur korban dan mengambil telepon genggam itu. Sedangkan pelaku AR meletakkan parang di atas tempat tidur sambil memegang 2 potong kain sarung guna mengantisipasi jika korban terbangun. 

Usai membagi tugas, kedua pelaku mulai melancarkan aksinya. Pelaku SS mulai membuka pintu lemari kamar, namun suara pintu tersebut ternyata membangunkan korban di mana saat itu mata korban terbuka namun masih dalam posisi tidur. 

Melihat reaksi korban, pelaku AR pun langsung membekap wajah korban dengan 2 buah kain sarung yang dipegangnya. Pada saat itu korban sempat melakukan perlawanan, lalu SS membantu AR dengan mengambil bantal yang berada disamping korban dan membekap wajah korban. Kendati demikian, korban masih terus melakukan perlawanan.

Di sela-sela perlawanannya, korban sempat melihat wajah pelaku SS. Lantas, pelaku pun langsung memukul wajah sebelah kanan korban dengan menggunakan tangan kiri. 

Setelah korban mulai tak berdaya (pingsan), pelaku SS mengambil kabel lalu mengikat kedua tangan korban dan mematikan lampu. Kemudian pelaku SS keluar dari rumah korban, sedangkan pelaku AR masih tetap berada dalam kamar korban. 

Sadis, di saat seperti itu hasrat AR untuk menyetubuhi korban pun muncul. Lantas, pelaku AR mulai membuka pakaian korban dan memperkosa korban. Melihat aksi AR, pelaku SS pun tergoda dan ikut menyetubuhi korban yang sudah tak berdaya itu.

Setelah kedua pelaku selesai melakukan aksinya yakni sekitar pukul 03.30 WIB, maka kedua pelaku langsung pergi ke kota untuk makan. Usai makan, kedua pelaku kembali ke warnet untuk membagi barang hasil curian. 

Pelaku AR mendapat bagian satu unit telepon genggam merek VIVO Y55 warna Rose Gold, uang tunai sebesar Rp 250.000 dan 2 bungkus rokok. Sementara itu, pelaku SS mendapat bagian satu unit telepon genggam merek LG warna hitam putih, uang sebesar Rp 250.000 dan 6 bungkus rokok.

Setelah berbagi hasil curian,  sekitar pukul 09.30 WIB, kedua pelaku yang sedang berada di rumah teman mereka mendapat kabar bahwa Siti Aminah Purba (korban) sudah meninggal dunia.

Atas perbuatan itu, kedua pelaku dijerat dengan pasal 338 subs 365 ayat 3-4 dan 290 ke-1e dari KUHPidana Jo Undang- Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. 

Kepala Dusun III, Eka Andika menyampaikan ucapan terima kasih kepada aparat kepolisian yang dengan sigap menangkap pelaku hingga melakukan reka ulang adegan kasus pembunuhan itu.

“Kepada pihak Polri khususnya Polres Tebing Tinggi berkerja sama dengan Personil Sub Dit III Dit Reskrimum Polda Sumut yang sudah kerja keras mengungkap kasus pembunuhan Alm Siti Aminah Purba dan harapan kami supaya pelaku dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku di NKRI untuk membuat efek jerah bagi pelaku.” ucap Eka Andika.

Kegiatan rekonstruksi pembunuhan Siti Aminah Purba ini juga dihadiri beberapa Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sei Rampah, keluarga korban, serta disaksikan oleh ratusan warga sekitar. Reka ulang ini juga dijaga ketat oleh personel Polres Tebing Tinggi. (WH)

Sumut

Setelah di Sungai, Bangkai Babi Kini Ditemukan di Jalanan Medan

Published

on

Bangkai Babi Kini Ditemukan di Jalanan Medan

Geosiar.com, Medan – Tak hanya di sungai, kali ini bangkai babi dibuang di jalanan Kota Medan, Sumatera Utara. Bangkai babi ini dibuang dalam karung goni di pinggir jalan.

Camat Medan Kota T Yudi Chairuniza membenarkan adanya pembuangan 3 bangkai babi dalam goni. Lokasi pembuangan bangkai babi berada di Jl Gedung Arca, Medan.

“Masuk area Kelurahan Pasar Merah Timur, Medan Area,” kata Yudi, Kamis (14/11/2019).

Kini bangkai babi ini telah dikuburkan. Camat mengaku telah berkoordinasi dengan lurah juga Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution.

Kepala Lingkungan I Kelurahan Pasar Merah Timur, M Irsan, sebelumnya mengatakan temuan bangkai babi itu berawal dari kecurigaaan warga saat mencium adanya aroma tidak sedap dari karung goni yang ternyata isinya ialah bangkai babi.

Continue Reading

Sumut

Puluhan Babi di Padangsidimpuan Juga Mati Mendadak

Published

on

Puluhan ekor babi mati mendadak di Kota Medan

Geosiar.com, Padangsidimpuan – Puluhan ekor babi mendadak mati di Kota Padangsidimpuan, tepatnya di Kelurahan Padangmatinggi, Kecamatan Padangsidimpuan, Sumatera Utara.

Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Kesehatan Hewan Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Padangsidimpuan, Fitra Nurlaila Lubis, pada Kamis (14/11/2019) malam.

“Hewan babi tersebut mati mendadak di daerah tersebut,” ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini ada ribuan babi di Kota Padangsidimpuan dan pihaknya belum menerima laporan secara resmi berapa banyak babi yang mati.

Dinas Pertanian Kota Padangsidimpuan bersama Polres langsung turun ke lapangan dan mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuang babi yang mati ke sungai.

“Jika ada babi yang dibuang ke sungai, tapi harus dikubur atau dibakar. Kami meminta pemilik babi melaporkan segera jika ada babi yang mati,” tuturnya.

Continue Reading

Sumut

Plt Walikota Medan Minta BPJS Segera Lunasi Tunggakan Rp 19 M ke RS Pirngadi

Published

on

Medan, Geosiar.com – Pelaksana tugas (Plt)  Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution diwakili Sekda Kota Medan Ir Wiriya Alrahman MM berharap pihak BPJS Kesehatan segera melunasi tunggakan kepada RSUD Dr Pirngadi Medan sebesar Rp 19 miliar. Pelunasan sangat diharapkan guna kelancaran operasional pelayanan kesehatan di rumah sakit milik Pemko Medan tersebut. 

“Akibat belum dibayarnya tunggakan sebesar Rp.19 miliar, terus terang kondisi RSUD Dr Pirngadi saat ini ‘megap’. Sebagian besar pemasukan RSUD Dr Pirngadi Medan dari pembayaran BPJS kesehatan. Apabila tunggakan itu tak segera dibayar, bagaimana RSUD Dr Pirngadi bisa memberikan pelayanan kesehatan dengan baik, termasuk membayar gaji  pegawai non ASN,” kata Sekda.

Ungkapan sekaligus keluhan ini disampaikan Sekda ketika menerima kunjungan jajaran BPJS Kesehatan Pusat  yang dipimpin  Dr dr H Bayu Wahyudi  MKes MM selaku Direktur Kepatuhan Hukum dan  Hubungan Antar Kerjasama di Balai Kota Medan, Kamis (14/11/2019). Pasalnya, beberapa kali pertemuan dengan BPJS Kesehatan Cabang Medan dilakukan, tidak ada solusi terkait pembayaran tunggakan tersebut.

Selain tunggakan BPJS Kesehatan sebesar Rp.19 miliar tersebut, Sekda juga mengungkapkan, kenaikan iuran BPJS Kesehatan sesuai Peraturan Presiden (Perpres) No.75/2019 terhitung mulai 1 Januari 2020  akan memberatkan APBD Kota Medan. Terhitung Juni 2019, tercatat sebanyak 324.570  orang warga miskin di Kota Medan yang ditanggung Pemko Medan sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Dengan kenaikan tersebut, jelas Sekda, iuran peserta PBI yang semula Rp.23.000/bulan meningkat menjadi Rp.42.000/bulan sehingga terjadi kenaikan sebesar Rp.19.000. Sedangkan untuk APBD 2020 dan sudah disahkan DPRD Medan yakni Rp.111 miliar lebih untuk peserta PBI.  “Artinya, dibutuhkan tambahan anggaran sebesar Rp.100 miliar untuk menyikapi kenaikan tersebut,” jelasnya.

Oleh karenanya Sekda menyambut baik kedatangan jajaran BPJS Kesehatan Pusat. Diharapkannya, kedatangan itu dapat menyelesaikan persoalan BPJS Kesehatan di Kota Medan, salah satunya tunggakan sebesar Rp.19 miliar tersebut. Dengan demikian RSUD Dr Pirngadi Medan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat.

Direktur Kepatuhan Hukum dan  Hubungan Antar Kerjasama BPJS Kesehatan Pusat Dr dr H Bayu Wahyudi  MKes MM mengatakan, tujuan kedatangan mereka, selain ingin berkomunikasi, juga mencari solusi guna menyelesaikan masalah BPJS Kesehatan di Kota Medan. Diakuinya, tidak hanya dengan RSUD Dr Pirngadi, BPJS Kesehatan juga punya tunggakan dengan rumah sakit lainnya di Indonesia.

“Tunggakan itu kita sebut gagal bayar (hutang). Sampai Oktober 2019, gagal bayar BPJS Kesehatan secara nasional dengan seluruh rumah sakit di Indonesia sebesar Rp.19 triliun. BPJS Kesehatan akan menyelesaikan seluruh tunggakan tersebut,” ungkap Bayu.

Adapun upaya untuk mengatasi gagal bayar tersebut, jelas bayu, diantaranya dengan menaikkan iuran BPJS Kesehatan melalui Perpres No.75/2019, dimana iuran Kelas 3 yang semula hanya Rp.23.000/bulan naik menjadi Rp.42.000/bulan, iuran Kelas 2 dari Rp.51.000/bulan menjadi Rp.110.000/bukan dan Kelas 1 yang semulan Rp.80.000/bulan menjadi Rp.160.000/bulan.

Kemudian, imbuhnya, melalui suntikan dana dari pemerintah. Menurut Bayu, pemerintah dalam waktu dekat ini akan membantu memberikan dana sebesar Rp.9 triliun   kepada BPJS kesehatan untuk mengatasi gagal bayar tersebut. “Sisa gagal bayar yang Rp.10 triliun lagi  sudah kita carikan solusi untuk membayarnya,” ungkapnya.

Mendengar penjelasan Bayu Wahyudi, Sekda dalam pertemuan yang juga dihadiri Kepala Badan Pengelola Kuangan dan Aset daerah (BPKAD) Kota Medan T Ahmad Sofyan, perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Medan, RSUD Dr Pirngadi, Bappeda Kota Medan serta unsur BPJS Kesehatan Cabang Medan, sangat berharap agar suntikan dana dari pemerintah sebesar Rp.9 triliun, diantaranya  digunakan untuk membayar tunggakan dengan RSUD Dr Pirngadi. (lamru)

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com