Connect with us

Sumut

Pemko Medan akan Gelar Festival Pesona Lokal

Published

on

Medan, Geosiar.com – Pemko Medan melalui Dinas Pariwisata Kota Medan akan menggelar Festival Pesona Lokal pada 3 Agustus 2019 di Lapangan Merdeka Medan. Dalam festival itu akan menampilkan kearifan lokal seperti kuliner, kesenian budaya dan juga produk-produk UMKM yang ada di Kota Medan.

Event ini merupakan kedua kali di Kota Medan, dimana pada tahun lalu, Kota Medan menjadi juara Pertama se Indonesia.

Dinas Pariwisata akan bekerjasama dengan RCTI dan diperlombakan di sembilan kota di Indonesia yakni Bandung, Solo Raya, Bali, Makassar, Malang, Pontianak, Medan, Palembang, dan yang terakhir Jakarta. Pada tahun ini, Kota Medan menjadi kota pertama diadakannya Festival Pesona Lokal.

Hal ini diungkap Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili Kadis Pariwisata Kota Medan Agus Suriyono saat memimpin Rapat Kegiatan Pelaksanaan Festival Pesona Lokal di Ruang Rapat II Kantor Wali Kota Medan, Senin (8/7/2019).

“Event ini sangat baik karena kita bisa mempromosikan kearifan lokal Kota Medan kepada masyarakat dan wisatawan yang ada di Kota Medan,” ungkap Agus.

Lebih lanjut, Agus mengatakan, dalam rapat yang juga dihadiri unsur Forkopimda dan segenap camat itu juga disebutkan, Festival Pesona Lokal akan diisi dengan peluncuran Tarian Ahoii Nusantara. Agus menjelaskan, Tarian Ahoii Nusantara merupakan tarian khas Kota Medan yang merupakan kolaborasi unsur olahraga dan seni etnis yang ada di Kota Medan.

“Nantinya acara ini juga akan diisi dengan peluncuran Tarian Ahoii Nusantara yang merupakan tarian khas Kota Medan dengan kolaborasi unsur olahraga dan seni etnis yang ada di Kota Medan,” kata Agus.

Kemudian, Agus menambahkan Festival Pesona Lokal juga akan menampilkan panggung hiburan untuk menghibur warga Kota Medan dengan mendatangkan artis Ibu Kota yakni Siti Badriah.

“Panitia akan mendatangkan penyanyi dangdut yang tengah naik daun lewat tembang Lagi Syantik yakni Siti Badriah serta Pasar Rakyat yang menampilkan produk otomotif dan produk unggulan UMKM yang ada di Kota Medan sekaligus aneka kuliner,” sebutnya.

Maka dari itu, Agus mengajak seluruh masyarakat Kota Medan untuk ikut memeriahkan Festival Pesona Lokal dan kepada tim nantinya yang terkait dalam festival tersebut agar benar-benar menampilkan penampilan terbaik yang mereka punya agar Kota Medan dapat menjadi juara pertama lagi.

“Saya juga meminta kepada kalian semua agar benar-benar menampilkan penampilan terbaik yang kalian punya, kalian bisa mempersiapkan diri kalian mulai dari sekarang karna waktunya cukup panjang hingga tiba hari H,” harapnya.

Nantinya akan banyak konten acara yang ditampilkan dalam festival pesona lokal ini diantaranya lomba karnaval sensasi pesona lokal, lomba tari sensasi pesona lokal kontemporer, lomba sensasi melukis tenun etnik lokal, lomba selebgram sensasi pesona lokal, sensasi pesona hiburan lokal & nasional, bazaar sensasi pesona produk lokal, bazaar sensasi pesona kuliner & truck food, serta sensasi pesona games. (lamru)

Advertisement

Sumut

Setelah di Sungai, Bangkai Babi Kini Ditemukan di Jalanan Medan

Published

on

Bangkai Babi Kini Ditemukan di Jalanan Medan

Geosiar.com, Medan – Tak hanya di sungai, kali ini bangkai babi dibuang di jalanan Kota Medan, Sumatera Utara. Bangkai babi ini dibuang dalam karung goni di pinggir jalan.

Camat Medan Kota T Yudi Chairuniza membenarkan adanya pembuangan 3 bangkai babi dalam goni. Lokasi pembuangan bangkai babi berada di Jl Gedung Arca, Medan.

“Masuk area Kelurahan Pasar Merah Timur, Medan Area,” kata Yudi, Kamis (14/11/2019).

Kini bangkai babi ini telah dikuburkan. Camat mengaku telah berkoordinasi dengan lurah juga Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution.

Kepala Lingkungan I Kelurahan Pasar Merah Timur, M Irsan, sebelumnya mengatakan temuan bangkai babi itu berawal dari kecurigaaan warga saat mencium adanya aroma tidak sedap dari karung goni yang ternyata isinya ialah bangkai babi.

Continue Reading

Sumut

Puluhan Babi di Padangsidimpuan Juga Mati Mendadak

Published

on

Puluhan ekor babi mati mendadak di Kota Medan

Geosiar.com, Padangsidimpuan – Puluhan ekor babi mendadak mati di Kota Padangsidimpuan, tepatnya di Kelurahan Padangmatinggi, Kecamatan Padangsidimpuan, Sumatera Utara.

Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Kesehatan Hewan Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Padangsidimpuan, Fitra Nurlaila Lubis, pada Kamis (14/11/2019) malam.

“Hewan babi tersebut mati mendadak di daerah tersebut,” ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini ada ribuan babi di Kota Padangsidimpuan dan pihaknya belum menerima laporan secara resmi berapa banyak babi yang mati.

Dinas Pertanian Kota Padangsidimpuan bersama Polres langsung turun ke lapangan dan mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuang babi yang mati ke sungai.

“Jika ada babi yang dibuang ke sungai, tapi harus dikubur atau dibakar. Kami meminta pemilik babi melaporkan segera jika ada babi yang mati,” tuturnya.

Continue Reading

Sumut

Plt Walikota Medan Minta BPJS Segera Lunasi Tunggakan Rp 19 M ke RS Pirngadi

Published

on

Medan, Geosiar.com – Pelaksana tugas (Plt)  Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution diwakili Sekda Kota Medan Ir Wiriya Alrahman MM berharap pihak BPJS Kesehatan segera melunasi tunggakan kepada RSUD Dr Pirngadi Medan sebesar Rp 19 miliar. Pelunasan sangat diharapkan guna kelancaran operasional pelayanan kesehatan di rumah sakit milik Pemko Medan tersebut. 

“Akibat belum dibayarnya tunggakan sebesar Rp.19 miliar, terus terang kondisi RSUD Dr Pirngadi saat ini ‘megap’. Sebagian besar pemasukan RSUD Dr Pirngadi Medan dari pembayaran BPJS kesehatan. Apabila tunggakan itu tak segera dibayar, bagaimana RSUD Dr Pirngadi bisa memberikan pelayanan kesehatan dengan baik, termasuk membayar gaji  pegawai non ASN,” kata Sekda.

Ungkapan sekaligus keluhan ini disampaikan Sekda ketika menerima kunjungan jajaran BPJS Kesehatan Pusat  yang dipimpin  Dr dr H Bayu Wahyudi  MKes MM selaku Direktur Kepatuhan Hukum dan  Hubungan Antar Kerjasama di Balai Kota Medan, Kamis (14/11/2019). Pasalnya, beberapa kali pertemuan dengan BPJS Kesehatan Cabang Medan dilakukan, tidak ada solusi terkait pembayaran tunggakan tersebut.

Selain tunggakan BPJS Kesehatan sebesar Rp.19 miliar tersebut, Sekda juga mengungkapkan, kenaikan iuran BPJS Kesehatan sesuai Peraturan Presiden (Perpres) No.75/2019 terhitung mulai 1 Januari 2020  akan memberatkan APBD Kota Medan. Terhitung Juni 2019, tercatat sebanyak 324.570  orang warga miskin di Kota Medan yang ditanggung Pemko Medan sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Dengan kenaikan tersebut, jelas Sekda, iuran peserta PBI yang semula Rp.23.000/bulan meningkat menjadi Rp.42.000/bulan sehingga terjadi kenaikan sebesar Rp.19.000. Sedangkan untuk APBD 2020 dan sudah disahkan DPRD Medan yakni Rp.111 miliar lebih untuk peserta PBI.  “Artinya, dibutuhkan tambahan anggaran sebesar Rp.100 miliar untuk menyikapi kenaikan tersebut,” jelasnya.

Oleh karenanya Sekda menyambut baik kedatangan jajaran BPJS Kesehatan Pusat. Diharapkannya, kedatangan itu dapat menyelesaikan persoalan BPJS Kesehatan di Kota Medan, salah satunya tunggakan sebesar Rp.19 miliar tersebut. Dengan demikian RSUD Dr Pirngadi Medan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat.

Direktur Kepatuhan Hukum dan  Hubungan Antar Kerjasama BPJS Kesehatan Pusat Dr dr H Bayu Wahyudi  MKes MM mengatakan, tujuan kedatangan mereka, selain ingin berkomunikasi, juga mencari solusi guna menyelesaikan masalah BPJS Kesehatan di Kota Medan. Diakuinya, tidak hanya dengan RSUD Dr Pirngadi, BPJS Kesehatan juga punya tunggakan dengan rumah sakit lainnya di Indonesia.

“Tunggakan itu kita sebut gagal bayar (hutang). Sampai Oktober 2019, gagal bayar BPJS Kesehatan secara nasional dengan seluruh rumah sakit di Indonesia sebesar Rp.19 triliun. BPJS Kesehatan akan menyelesaikan seluruh tunggakan tersebut,” ungkap Bayu.

Adapun upaya untuk mengatasi gagal bayar tersebut, jelas bayu, diantaranya dengan menaikkan iuran BPJS Kesehatan melalui Perpres No.75/2019, dimana iuran Kelas 3 yang semula hanya Rp.23.000/bulan naik menjadi Rp.42.000/bulan, iuran Kelas 2 dari Rp.51.000/bulan menjadi Rp.110.000/bukan dan Kelas 1 yang semulan Rp.80.000/bulan menjadi Rp.160.000/bulan.

Kemudian, imbuhnya, melalui suntikan dana dari pemerintah. Menurut Bayu, pemerintah dalam waktu dekat ini akan membantu memberikan dana sebesar Rp.9 triliun   kepada BPJS kesehatan untuk mengatasi gagal bayar tersebut. “Sisa gagal bayar yang Rp.10 triliun lagi  sudah kita carikan solusi untuk membayarnya,” ungkapnya.

Mendengar penjelasan Bayu Wahyudi, Sekda dalam pertemuan yang juga dihadiri Kepala Badan Pengelola Kuangan dan Aset daerah (BPKAD) Kota Medan T Ahmad Sofyan, perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Medan, RSUD Dr Pirngadi, Bappeda Kota Medan serta unsur BPJS Kesehatan Cabang Medan, sangat berharap agar suntikan dana dari pemerintah sebesar Rp.9 triliun, diantaranya  digunakan untuk membayar tunggakan dengan RSUD Dr Pirngadi. (lamru)

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com