Connect with us

pemilu 2019

KPU Sebut Sengketa Pileg 2019 Terbanyak dari Papua

Published

on

Ilustrasi pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) di Provinsi Papua. (Foto: Antara)

Geosiar.com, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat Papua merupakan provinsi yang paling banyak mengajukan gugatan sengketa Pileg 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Hal ini disampaikan oleh Komisioner KPU Hasyim Asy’ari dalam sidang perdana gugatan sengketa Pileg 2019 di Gedung MK, Jakarta, Selasa (9/7/2019). Hasyim menyatakan seluruh partai politik peserta Pemilu 2019 menggugat hasil Pileg di Papua.

“Ya karena gugatan paling banyak untuk provinsi artinya kalau dibagi per provinsi paling banyak Papua. 16 partai, semua, terus DPD 3, terus ada 1 kepala adat. Total 20 perkara untuk Papua,” imbuh Hasyim di Gedung MK, Jakarta Pusat, Selasa (9/7/2019).

Berdasarkan daftar gugatan, terdapat 20 gugatan dari Provinsi Papua, sedangkan untuk Provinsi Papua Barat terdapat 10 gugatan.

Kendati demikian, pihak KPU, menurut Hasyim, telah mempersiapkan sejumlah bukti guna menghadapi gugatan tersebut, seperti bukti C1 mulai dari tingkat TPS hingga nasional.

“Ya nanti tinggal cocok-cocokan saja persidangan berikutnya untuk pembuktian, nanti kan adu data di situ adu alat bukti. Ya nanti kita lihat persidangan berikutnya,” jelas Hasyim.

Di pihak lain, Ketua KPU Papua Theodorus Kossay menjelaskan total perkara yang disidangkan hari ini ada 128 perkara. KPU Papua memastikan sudah mempersiapkan jawaban terkait segala tuduhan kecurangan atau pelanggaran.

“Tadi yang dibacakan selisih suara semua, dan itu untuk pelanggaran pun begitu, kalau administrasi kan selesai di Bawaslu. Di sini bukan lagi menyelesaikan masalah atau perkara terkait dengan administrasi, ini kan selisih perolehan sementara. Kami rasa sudah siap kok untuk jawabannya, ada yang punya bukti dan tidak punya bukti,” tutur Theodorus.

Seperti diketahu, MK menggelar sidang perdana gugatan sengketa Pileg 2019 dengan sistem dua panel. Sidang sengketa Pileg provinsi Papua sendiri digelar pada panel dua.