Connect with us

Dunia

Jerman Minta Iran Dibujuk Terkait Perjanjian Nuklir

Published

on

Ilustrasi Nuklir Iran

Geosiar.com, Berlin – Pemerintah Jerman menyebut, pemerintah Iran mesti dibujuk supaya tetap berkomitmen pada Perjanjian Nuklir Iran 2015.

Juru bicara kementerian Luar Negeri Jerman mengatakan, hal tersebut menanggapi pernyataan Teheran yang mengatakan bahwa instalasi nuklir Iran dapat memproduksi uranium yang diperkaya di atas batas yang diatur kesepakatan internasional.

“Bola berada di tangan Iran. Kami ingin menjaga perjanjian damai itu. Untuk itu, pihak-pihak harus tetap pada perjanjian itu,” ujar juru bicara kemenlu Jerman saat jumpa pers reguler seperti dikutip dari Reuters pada Selasa (9/7/2019).

”Tujuan utama kami adalah Iran mematuhi kesepakatan itu,” jawab juru bicara saat ditanya apa yang menjadi garis batas bagi pemerintahan Jerman soal ini. Dia mengatakan Teheran harus membalik semua langkah yang mengkontradiksi kesepakatan itu.

Pemerintah Iran menginformasikan instalasi nuklir negaranya sudah memproduksi uranium yang diperkaya melewati batasan 300 kilogram per tahun. Kadar uranium ini relatif rendah yaitu 3.67 persen. Sementara kandar uranium untuk bom minimal 90 persen.

Akan tetapi Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mempertimbangkan untuk memproduksi kadar uranium yang lebih tinggi yaitu 20 persen atau lebih. Juru bicara pemerintah Iran mendesak negara Eropa mematuhi kesepakatan mengenai manfaat ekonomi yang diterima Iran.

Jerman adalah satu dari lima negara yang masih mendukung perjanjian nuklir, yakni Inggris, Prancis, Jerman, Rusia, dan Cina. AS sudah menyatakan diri keluar secara sepihak dari perjanjian ini pada 2018.

Sementara Presiden AS, Donald Trump, menggunakan sejumlah sanksi ekonomi kepada Iran seperti pelarangan pembelian minyak Iran dan penggunaan dolar. Ini membuat Iran tidak bisa mendapat manfaat ekonomi dari perjanjian nuklir ini dan mengancam akan menaikkan produksi uranium yang diperkaya.

Sebelumnya, salah satu pejabat yang dekat dengan pemimpin spiritual Iran, Ayatullah Ali Khamenei mengatakan Iran butuh 5 persen pengayaan uranium.

“Ada banyak spekulasi, jadi kami tidak tahu. Kami akan mencari tahu seperti apa kebutuhan kami,” ucap Mousavi seperti dikutip Time.

Dunia

Petani Thailand Raup Jutaan Rupiah Per Bulan dari Beternak Siput

Published

on

Lendir siput dijadikan sebagai skincare.

Geosiar.com, Thailand – Seorang petani padi di Thailand, Phatinisiri Thangkeaw, berhasil meraup omset sebesar $320 hingga $650 (sekitar Rp4,4 juta hingga Rp9,1 juta) dari hasil beternak siput.

Phatinisiri mengaku, dulu dirinya menganggap siput adalah hama, namun keadaan itu berubah sejak lendir siput sedang giat dipergunakan sebagai bahan produk skincare. Kini, petan padi itu justru memfokuskan diri untuk beternak siput.

“Para petani dulunya membuang mereka (siput) ke jalanan dan ke sungai. Tapi sekarang mereka menjualnya ke saya untuk mendapat uang tambahan,” tutur Phatinisiri kepada AFP, dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (24/7/2019).

Phatinisiri mengatakan, dirinya memulai usaha peternakan siput sejak dua tahun lalu dan kini ia sudah memiliki seribu siput ternak. Dulu, kata Phatinisiri, para petani lokal memberikan siput secara gratis kepada dirinya, tapi kini ia harus membayar sekitar 25 baht hingga 30 baht (sekitar Rp14 ribu) per kilo.

“Sekarang saya membeli siput-siput sekitar 25 baht hingga 30 baht (sekitar Rp14 ribu) per kilo. Tapi sekarang banyak orang yang melakukan ternak siput, sehingga persaingannya tinggi,” ujar wanita yang juga berprofesi sebagai guru itu.

Sejauh ini, peternak siput di lahan Phatinisiri sudah merasakan permintaan pasar yang semakin meningkat atas permintaan lendir siput ini. Berdasarkan penelitian Coherent Market Insights, usaha peternakan siput ini bisa meraih penghasilan sekitar $314 juta (Rp4,4 triliun) dengan menjual lendir siput yang digunakan sebagai bahan kosmetik serta alternatif kecantikan.

Continue Reading

Dunia

Boris Johnson Resmi Jadi PM Inggris, Trump Beri Selamat

Published

on

Boris Johnson (kiri), Theresa May (tengah), dan Donald Trump (kanan) saat acara NATO summit di Brussels, (25/5/2017). (Foto: AP Photo/Matt Dunham, Pool)

Geosiar.com, Washington DC – Boris Johnson resmi menjadi Perdana Menteri (PM) baru Inggris setelah memenangkan pemungutan suara di Partai Konservatif yang kini berkuasa di Inggris, Selasa (23/7) waktu setempat.

Eks Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris itu akan menggantikan posisi Theresa May yang mengundurkan diri dari jabatannya pada 7 Juni lalu.

Terpilihnya Boris menjadi PM baru Inggris mendapat ucapan selamat dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Melalui cuitan dalam akun Twitternya, Trump menyebut Boris akan menjadi PM yang hebat.

“Selamat kepada Boris Johnson yang menjadi Perdana Menteri baru Inggris. Dia akan menjadi hebat!” tulis Trump dalam cuitan akun Twitter, Rabu (24/7/2019).

Boris memang dijuluki sebagai “Trump-nya Inggris”, Trump sendiri mengaku bahwa dirinya adalah penggemar berat Boris. Dalam acara ‘Turning Point USA’s Teen Student Action Summit’, Trump memuji Boris sebagai pria yang baik.

“Kita mendapatkan pria yang sangat baik, dia akan menjadi Perdana Menteri Inggris sekarang, Boris Johnson. Dia tangguh dan dia cerdas. Mereka menyebutnya ‘Trump-nya Inggris’. Dia akan melakukan pekerjaan yang baik,” tutur Trump, dilansir dari Associated Press.

Dalam pemungutan suara itu, pria kelahiran New York, AS ini meraih 92.153 suara. Sementara rivalnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris, Jeremy Hunt hanya meraih 46.656 suara. Boris akan dilantik menjadi PM baru Inggris pada Rabu (24/7/2019) waktu setempat.

Continue Reading

Dunia

Korsel Tembak Jet Rusia Lewati Perbatasan

Published

on

Jet tempur Sukhoi Su-27 milik Rusia. (Foto: imageshack.us)

Geosiar.com, Seoul – Pemerintah Korea Selatan (Korsel) melepaskan tembakan peringatan sebanyak dua kali kepada Jet tempur Rusia yang menerobos wilayah udara Korea Selatan.

Dilansir dari Reuters, Kementerian Pertahanan Korsel melaporkan bahwa Jet Rusia memasuki wilayah Zona Identifikasi Pertahanan Udara Korea (KADIZ) di atas Pulau Dokdo sekitar pukul 09.00 waktu setempat.

Pulau Dokdo atau Takeshima diketahui merupakan wilayah yang disengketakan Korsel dan Jepang. Oleh karena itu, militer Korsel menjatuhkan suar dan beri tembakan peringatan.

“Militer Korsel lantas mengambil aksi taktis termasuk menjatuhkan suar dan sebuah tembakan peringatan,” bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Korsel, Selasa (23/7/2019) pagi.

Kemenhan Korsel menyebutkan sebanyak tiga jet tempur Rusia yang berupaya memasuki zona KADIZ, tetapi hanya satu yang benar-benar menerobos wilayah tersebut.

Jet tempur Rusia tersebut dilaporkan sempat menjauhi KADIZ usai diberi tembakan peringatan, namun berselang 20 menit, pesawat itu kembali lagi hingga mengharuskan militer Korsel melepaskan tembakan peringatan kedua.

Tak hanya jet Rusia, Korsel juga mengatakan sebanyak dua pesawat militer China juga memasuki wilayah KADIZ. Kendati demikian, pemerintah Seoul tidak merinci peristiwa itu.

Diketahui, ini merupakan kali pertama pesawat militer Rusia menerobos wilayah udara Korsel. Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Rusia dan China terkait insiden ini.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com