Connect with us

pemilu 2019

Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo untuk Kepentingan Bangsa dan Negara, Bukan Negosiasi

Published

on

Politikus Partai Golkar, Pahala Sitorus bersama Ketua GM FKPPI 0204 Tebing Tinggi, Fery Tarigan, Senin (8/7/2019). (Foto: WH/Geosiar.com)

Geosiar.com, Tebing Tinggi – Salah satu politikus Partai Golkar, Pahala Sitorus menyebut keterbukaan dan kesediaan Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan rekonsiliasi pasca pemilihan presiden (pilpres) 2019 merupakan bentuk dari sikap cinta tanah air demi kepentingan bangsa dan negara.

Namun, Pahala menilai banyak tokoh nasional dan politikus malah belum memahami makna dari rekonsiliasi yang sebenarnya. Ia mencontohkan persyaratan rekonsiliasi yang diajukan mantan Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak dengan mengusulkan pemulangan Habib Rizieq Shihab ke Indonesia.

“Banyak tokoh nasional yang keliru atau kalau istilah sekarang gagal paham dalam memahami apa itu rekonsiliasi. Sebagaimana yang disampaikan mantan Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi Dahnil Anzar Simanjuntak mengusulkan rekonsiliasi dilaksanakan dengan syarat membawa pulang Habib Rizieq Shihab ke Indonesia dan gagasan ini didukung Persaudaraan Alumni (PA) 212,” kata Pahala Sitorus kepada wartawan Geosiar.com saat diminta tanggapan terkait pelaksanaan rekonsiliasi Jokowi-Prabowo pascaputusan MK, Senin (8/7/2019).

Pernyataan maupun usulan seperti inilah yang dinilai Pahala sebagai kekeliruan dalam pemahaman rekonsiliasi. Ia menegaskan bahwa rekonsiliasi bukan berarti negoisasi.

“Pemahaman ini sangat keliru dan menyimpang dari apa yang dimaksud dari rekonsiliasi. Jadi rekonsiliasi bukan dengan negosiasi,” tegas Pahala.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa rekonsiliasi memang sangat penting untuk segera dilaksanakan demi kepentingan bangsa dan negara. Sebab, hal itu dapat menunjukkan sportivitas di antara kedua kandidat pilpres, sekaligus merupakan kesadaran dalam mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku sehingga melahirkan kesejukan dan kedamaian di kehidupan masyarakat. (WH)

pemilu 2019

Sambut Kedatangan Prabowo, Megawati Ditemani Budi Gunawan

Published

on

Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto disambut Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri saat berkunjung di kediaman Megawati di Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu (24/7/2019) (beritasatu.com)

Geosiar.com, Jakarta – Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyambut hangat kedatangan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto di teras rumahnya di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu (24/7/2019).

Tiba di depan rumah Mega sekira pukul 12.31 WIB, Prabowo tampak mengenakan kemeja batik lengan panjang, didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhie Prabowo dan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani.

Sementara Megawati didampingi Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan anak-anak Megawati, yakni Puan Maharani dan Muhammad Prananda Prabowo.

Saat awak media bertanya apakah Megawati menyiapkan menu nasi goreng kesukaan Prabowo, dirinya hanya tertawa lepas. Sementara Megawati hanya tersenyum-senyum tanpa berkata.

“Makasih ya,” kata Prabowo sambil melambaikan tangan, kemudian masuk ke dalam rumah Megawati.

Sebelumnya beredar kabar bahwa pertemuan itu juga bakal dihadiri Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Akan tetapi Hasto memastikan bahwasanya Jokowi tidak ikut serta dalam pertemuan antara Megawati dan Prabowo.

“Pertemuan nanti hanya Bu Megawati Soekarnoputri dengan Pak Prabowo,” ujar Hasto di kediaman Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar Nomor 27, Menteng, Jakarta.

Continue Reading

pemilu 2019

Megawati Bertemu Prabowo Subianto Tanpa Presiden Jokowi

Published

on

Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto

Geosiar.com, Jakarta – Ketua Umum (Ketum) PDIP, Megawati Soekarnoputri akan menerima kehadiran Ketum Gerindra Prabowo Subianto dengan agenda makan siang bersama hari ini, Rabu (24/7/2019). Pertemuan itu berlangsung tanpa kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Pertemuan nanti antara Ibu Megawati dan Pak Prabowo,” beber Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar Nomor 27, Jakarta Pusat.

Hasto menyebut, saat perjamuan makan siang nanti, Megawati bakal ditemani dua anaknya, Puan Maharani dan Prananda Prabowo serta politikus PDIP Pramono Anung. Sementara Prabowo akan didampingi oleh beberapa tokoh Gerindra.

“Ya kalau makan berdua kurang afdal maka kami menemani nanti. Ada Mbak Puan, Mas Prananda, Mas Pram. Pak Prabowo juga akan didampingi beberapa jajaran teras dari Gerindra,” ujar Hasto.

Mengenai pertemuan tersebut, lanjut Hasto, Megawati sudah berkomunikasi dengan Jokowi. Hasto mengatakan, Jokowi berharap pertemuan itu dapat berjalan dengan baik.

Pertemuan kedua tokoh politik ini diadakan di kediaman Megawati di Jl Teuku Umar, Menteng. Gerindra mengatakan Prabowo datang sowan karena menghormati perempuan yang pernah jadi pasangannya di Pilpres 2009.

Megawati sendiri mengaku telah menyiapkan menu khusus untuk perjamuan makan siang nanti.

Continue Reading

pemilu 2019

Hari Ini, MK Gelar Sidang Pemeriksaan Saksi dan Ahli Gugatan Pileg

Published

on

Sidang gugatan pileg

Geosiar.com, Jakarta – Mahkamah Konstitusi (MK) kembali menggelar sidang lanjutan sengketa Pileg 2019. Agenda sidang hari ini yakni pembuktian dan pemeriksaan para saksi dan ahli, Selasa (23/7/2019).

“Sidang hari ini pembuktian dan pemeriksaan saksi dan ahli,” kata juru bicara MK Fajar Laksono.

Sidang yang dimulai pukul 08.00 WIB ini terbagi menjadi tiga panel. Terdapat 22 perkara yang akan dilakukan pembuktian dan pemeriksaan saksi dan ahli dari Provinsi Sumsel, Jatim, Jabar dan Banten.

MK sudah membatasi jumlah saksi dan ahli yang hadir dalam sidang ini. Jumlah saksi untuk pemohon dan termohon yaitu tiga orang, sedangkan pihak terkait satu orang.

Sebelumnya majelis hakim sudah meminta kepada pihak pemohon supaya mendatangkan saksi apabila memang dirasa diperlukan. Mengingat ada batasan waktu bagi hakim untuk memutus sengketa Pileg pada 6-9 Agustus mendatang.

“Kecuali ada hal-hal lain di luar dokumen misalnya apa yang satu hal bisa pengaruhi jumlah suara yang tidak masuk dalam kerangka penghitungan seperti itu,” ujar hakim MK I Dewa Palguna.

“Misal, contoh putusan Bawaslu atau rekomendasi Bawaslu yang belum dilaksanakan padahal itu dibenarkan, padahal perkaranya sudah keburu dibawa ke MK nah itu soal lain,” tambah Palguna.

Hingga kini, dari 260 perkara diregistrasi, cuma 122 perkara sengketa Pileg 2019 yang masih disidangkan di MK usai putusan dismissal (dipilah) pada Senin (22/7/2019). Majelis hakim sudah menolak sebanyak 58 perkara dan tidak melanjutkan 80 perkara lainnya.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com