Connect with us

Sumut

Pengemudi Kesal, Tol Tebing Tinggi Alami Antrian Panjang Hingga 1,5 Jam

Published

on

Antrian panjang di pintu keluar Tol Tebing Tinggi, Sabtu (6/7/2019). (Foto: art/Geosiar.com)

Geosiar.com, Sergai – Pintu keluar tol Tebing Tinggi sering mengalami kemacetan hingga mengakibatkan pengguna jalan tol mengeluh. Pasalnya, jalan tol tersebut dinilai sudah tak nyaman lagi untuk dilalui, padahal  pengguna harus terlebih dulu membayar karcis masuk yang seharusnya bisa memperlancar perjalanan agar cepat sampai tujuan.

Bahkan tidak di jalan tol saja, pintu isi ulang e-Tol pun juga dipadati pengemudi yang hendak mengisi ulang saldo. 

Berdasarkan pantauan media di lokasi, Sabtu (6/7/2019) sekitar pukul 11.00 WIB, terlihat mobil sedang mengantri di pintu keluar tol Tebing Tinggi. Para sopir pun  mengantri di pintu penjualan isi ulang e-Tol.

Kendati demikian, pihak pengelola jalan tol tidak menghiraukan antrian tersebut. Oleh karena itu, pengguna jalan merasa sudah tidak nyaman saat hendak melalui tol tersebut.

Salah satu pengemudi, Rahim (47) yang merupakan warga Kecamatan Rambutan, Kota Tebing Tinggi mengatakan, antrian itu disebabkan oleh adanya mobil yang berhenti parkir di dekat pintu keluar jalan sehingga berdampak terhadap kelancaran arus lalu lintas di jalan tersebut. 

“Seharusnya pihak pengelola jalan tol disarankan untuk membuat teguran bagi pengemudi yang sembarangan parkir yang menyebabkan kemacetan. CCTV yang dipasang sepanjang jalan tol dihimbau untuk dilihat senantiasa oleh pengelola jalan,” tutur Rahim saat dikonfirmasi wartawan Geosiar.com, Sabtu (6/7/2019).

Sebagaimana yang terpantau di lapangan, antrian mobil terjadi selama 1,5 jam dan sejauh 1,5 Km. Salah satu penyebabnya adalah saldo e-Tol yang tidak cukup memenuhi kebutuhan pengemudi.

“Selain itu petugas jalan tol di pintu keluar tidak kelihatan menertibkan mobil yang parkir sembarangan di sekitar jalan tol. Sementara pengguna jalan tol yang lain terpaksa harus ikut antri panjang karena terhalang untuk lewat,” lanjutnya.

“Jadi percuma juga kita bayar dengan harga mahal, jika jalur tol nya sering macet. Jika kondisi macet ini terus terjadi, saya yakin masyarakat tidak akan mau menggunakan jasa jalan tol lagi, macet juga kan, percuma tidak istimewanya. Perjalanan menjadi lambat dan mengecewakan.” tandas Rahim. (art)