Connect with us

Dunia

Pengadilan Irak Vonis 15 Tahun Penjara ke 2 WNI, Terbukti Jadi Simpatisan ISIS

Published

on

Ilustrasi Bendera ISIS (Foto: Alliance/AP/K. Mohammed)

Geosiar.com, Irak – Dua Warga Negara Indonesia (WNI) menerima vonis 15 tahun penjara oleh pengadilan tinggi Irak, sebab terbukti menjadi simpatisan kelompok militan ekstremis ISIS.

Hal itu dibenarkan oleh Pelaksana tugas Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, Yudha Nugraha. Ia mengatakan kedua WNI tersebut adalah perempuan berinisial AA dan AAK. Mereka ditahan bersama empat anak mereka di penjara Rusafa, Irak sejak April 2018.

“Pada April 2018, KBRI Baghdad mendapat informasi mengenai keberadaan dua orang perempuan dewasa dengan inisial AA dan AAK beserta empat anak mereka yang diduga berkewarganegaraan Indonesia di Penjara Rusafa, Irak. Kedua orang dewasa tersebut didakwa terlibat kegiatan terorisme di Suriah karena bergabung dengan kelompok ISIS,” tutur Yudha kepada CNN, Sabtu (6/7/2019).

Vonis hukuman tersebut, kata Yudha, sesuai dengan undang-undang anti-terorisme di pemerintahan Irak. Majelis Hakim Tertinggi Irak menyatakan bahwa kedua wanita tersebut menikahi seorang anggota ISIS yang tewas akibat serangan udara koalisi Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

Sepanjang proses peradilan, KBRI Baghdad terus memberikan pendampingan kekonsuleran terhadap kedua WNI itu untuk menjamin pemenuhan hak-hak mereka dalam sistem hukum Irak.

“KBRI Baghdad telah memberikan pendampingan kekonsuleran, pemberian penerjemah, dan memastikan pendampingan pengacara bagi kedua WNI tersebut,” jelas Yudha.

Sejauh ini, pihak keamanan Irak sudah menahan dan memenjarakan sekitar 19 ribu orang yang diduga mempunyai hubungan dengan ISIS dan pelanggaran terorisme lainnya dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan laporan dan analisis AP pada 2018, pengadilan di Irak sudah menjatuhkan vonis hukuman terhadap 3 ribu simpatisan ISIS.