Connect with us

Nasional

Pekan Depan, Pengacara Ajukan Amnesti Baiq Nuril ke Jokowi

Published

on

Baiq Nuril Maknun (Merdeka.com)

Geosiar.com, Jakarta – Presiden Jokowi mengizinkan Baiq Nuril untuk melayangkan amnesti kepadanya. Hal tersebut menyusul putusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak permohonan peninjauan kembali (PK) soal kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Pengacara Baiq Nuril, Joko Jumadi mengatakan, pihaknya kini sedang mempersiapkan pengajuan amnesti tersebut. Rencananya, permohonan resminya akan diajukan pada pekan depan.

Surat permohonan tersebut akan berisi paparan alasan Baiq Nuril layak mendapatkan amnesti.

“Kalau permohonan harus ada dasar-dasar, gambaran besar seperti mengapa kasus ini layak mendapat amnesti. Kasus ini bisa menjadi preseden karena korban dikriminalisasi, korban takut melapor,” ungkap pengacara Baiq Nuril, Joko Jumadi, Sabtu (6/7/2019).

Joko sebenarnya mengaku kecewa atas putusan MA yang menolak permohonan PK Baiq Nuril. Kendati demikian, pihaknya harus menghormati putusan itu dan akan menempuh jalan lain sesuai ketentuan yang berlaku, yaitu amnesti.

Sebelumnya Baiq Nuril menyatakan ingin bisa bertemu Presiden Jokowi. Baiq Nuril ingin memohon bantuan mengenai upaya peninjauan kembali (PK) yang ditolak Mahkamah Agung (MA).

“Kepada Bapak Presiden Jokowi, saya Nuril Maknun. Saya ingin menagih janji Bapak tentang statement Bapak yang dulu ingin memberikan amnesti kepada saya,” harap Baiq Nuril, Jumat (5/7/2019).

Seperti diketahui, MA menolak PK yang diajukan Baiq Nuril karena hukuman di tingkat kasasi dinilai tak terjadi kekhilafan pada putusan hakim. MA tetap menghukum Baiq Nuril selama 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta dengan subsider 3 bulan. Karena putusan ini, Baiq Nuril ingin bertemu dengan Jokowi.

Menurut putusan MA, Baiq Nuril dinyatakan bersalah dan melanggar Pasal 27 ayat 1 UU ITE jo Pasal 45 ayat 1 UU ITE. Mengutip putusan MA, Baiq Nuril dinyatakan terbukti bersalah mentransfer/mentransmisikan rekaman percakapannya dengan mantan atasannya berinisial M saat Baiq Nuril menjadi staf honorer di SMAN 7 Mataram.