Connect with us

Dunia

Inggris Dukung Protes Hong Kong, Peringatkan Tiongkok

Published

on

Aksi demonstrasi di Hong Kong, Rabu (12/7/2019). (Foto: nytimes.com)

Geosiar.com, London – Pemerintah Inggris menyoroti aksi protes massa yang terjadi di Hong Kong mengenai Rancangan Undang-undang (RUU) ekstradisi kontroversial oleh Tiongkok yang muncul beberapa waktu terakhir. Inggris pun menyatakan dukungan kepada Hong Kong.

Pemerintah Inggris melalui Menteri Luar (Menlu) Jeremy Hunt telah memperingatkan Tiongkok terkait konsekuensi serius jika negara itu ikut campur dalam menangani para demonstran Hong Kong dengan penindasan. Sebab, Jeremy menilai bahwa Tiongkok yang merupakan negara pemilik daerah administratif khusus tersebut, semestinya menghormati otonomi tingkat tinggi Hong Kong.

“Inti keprihatinan masyarakat adalah hal yang sangat berharga yang dimiliki Hong Kong, yang merupakan sistem peradilan yang independen. Inggris memandang situasi ini dengan sangat, sangat serius,” imbuh Hunt dikutip dari BBC, Sabtu (6/7/2019).

Bahkan, Jeremy mengatakan bahwa Inggris bisa saja memberikan sanksi kepada pemerintah Beijing karena isu Hong Kong.

“Permintaan kami hanyalah agar Tiongkok bisa menghormati kesepakatan tersebut. Jika tidak, kami pasti menanggapinya secara serius,” ujar dia kepada BBC.

Sebagai informasi, pada 1984, Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher menyetujui penyerahan Hong Kong kepada perdana menteri Tiongkok. Hal itu mulai diberlakukan pada 1997 dengan syarat Tiongkok harus membiarkan Hong Kong menjalani sistem pemerintahan dan demokrasinya sendiri selama 50 tahun.

Kendati demikian, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Tiongkok, Geng Shuang malah menyebut Inggris terlalu mencampuri urusan dalam negeri pemerintah mereka. Ia pun menegaskan bahwa Hong Kong sudah bukan lagi wilayah jajahan Inggris.

Oleh karena kasus itu, tensi antara dua anggota Dewan Keamanan Tetap PBB itu meningkat. Bahkan, Kemenlu Inggris memanggil Duta Besar Tiongkok di London Liu Xiaoming untuk memberikan penjelasan. Namun, pemanggilan Liu malah jadi bumerang bagi Inggris. Ia pun menyatakan bahwa Inggris melakukan kesalahan dengan mendukung pelaku kerusuhan.

“Inggris, sepertinya, melakukan kesalahan dengan mencampuri urusan internal sebuah negara dan mendukung pelaku kerusuhan. Kami harap mereka lebih berhati-hati jika tak ingin hubungan bilateral rusak,” tutur Liu dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Tiongkok di London, seperti dikutip dari South China Morning Post, Sabtu (6/7/2019).