Connect with us

Sumut

Sepanjang 2019, 130 Ton Kunyit Asal Sumut Diekspor ke Malaysia

Published

on

Ilustrasi kunyit untuk ekspor. (Foto: ANTARA)

Geosiar.com, Belawan – Kunyit asal Sumatera Utara (Sumut) ternyata menjadi primadona komoditas ekspor yang diminati negara lain, salah satunya Malaysia. Tercatat hingga Juli 2019, Sumut sudah lima kali mengekspor ‘rimpang emas’ ke Malaysia. Oleh karena itu, Sumut pun masih giat berupaya memperbaiki kualitas ekspornya.

Kegiatan ekspor kunyit ini merupakan program akselerasi ekspor dari Sumatera Utara yang dibawahi Balai Karantina Pertanian (BKP) Belawan bersama petani. Proses pengiriman ekspor pun dilakukan lewat Pelabuhan Belawan, Kota Medan.

“Ini merupakan program akselerasi ekspor dari Sumatera Utara bersama Petani,” tutur Hasrul, Jumat (5/7/2019).

Kepala Balai Karantina Pertanian (BKP) Belawan, Hasrul mengatakan permintaan negara Jiran terhadap kunyit asal Sumut itu cukup besar. Besarnya ekspor pada setiap pengiriman berkisar 26 ton, di mana pada sepanjang 2019, sebanyak 130 ton atau senilai Rp 643.500.000, telah diekspor ke Malaysia.

Hasrul mengatakan, sebelum diekspor, kunyit harus melewati pemeriksaan sesuai standar operasional prosedur (SOP) untuk penerbitan Phytosanitary Certificate (PC). PC merupakan salah satu dokumen persyaratan ekspor komoditas pertanian dan perkebunan.

“Sejumlah prosedur yang harus dilewati pihak eksportir sebelum melakukan kegiatan ekspor. Salah satunya, memeriksa barang yang akan diekspor sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk penerbitan phytosanitary certificate sebagai dokumen persyaratan ekspor kunyit,” imbuhnya.

Beberapa perusahaan yang melakukan kegiatan ekspor kunyit asal Sumut ini di antaranya CV Alaska Permai, CV Alama Hujai Indonesia dan CV Nafisha Cahaya Exim. Pada Senin (1/7/2019), petugas BKP Belawan telah memeriksa dan memfasilitasi ekspor kunyit tujuan Malaysia sebanyak 26 ton milik CV Nafisha Cahaya Exim.