Connect with us

Sumut

Mencuri Baterai Mobil di Tempat Kerja, Kernet Gudang THC Divonis 2 Tahun Penjara

Published

on

Terdakwa Riki Ramadani alias Danu saat divonis hukuman 2 tahun 6 bulan penjara di Pengadilan Negeri (PN) Tebingtinggi, kamis (4/7/2019). (Foto: AHS/Geosiar.com)

Geosiar.com, Tebing Tinggi – Terbukti bersalah karena melakukan tindak pidana pencurian, terdakwa Riki Ramadani alias Danu dijatuhi masa hukuman penjara selama 2 tahun 6 bulan oleh Majelis Hakim yang diketuai Tanti M SH di Pengadilan Negeri (PN) Tebingtinggi, kamis (4/7/2019).

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Febri S SH menuntut terdakwa dengan masa hukuman 3 tahun 6 bulan.

Pencurian terjadi pada Senin (1/4/2019) sekitar pukul 01.00 WIB di Gudang THC, yang berlokasi di Jalan Sisingamangaraja No. 8 Kelurahan Bandarsono, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebing Tinggi. Pencurian ini dilakoni oleh dua orang, yakni Riki Ramadani alias Danu (terdakwa) dan Alda (DPO).

Kronologi kejadian berawal saat Danu yang merupakan pekerja (kernet) di Gudang THC baru saja pulang dari Medan dan hendak kembali ke tempat kerjanya untuk mengembalikan mobil, Minggu (31/7/2019) sekitar pukul 20.00 WIB. Setelah memasukkan mobil ke gudang, terdakwa bertemu dengan Alda di depan Gudang THC.

“Alda mengatakan “ngambil baterai yok di dalam?” dan terdakwa menjawab “Aku gak berani, ada CCTV, masa di tempat kerja awak sendiri aku bikin kek gitu”, kata Danu saat di persidangan, mencontohkan percakapan antara dirinya dan Alda.

Danu mengaku Alda terus membujuknya agar mau menemani dirinya untuk melakukan pencurian di dalam gudang tersebut.

“Dia terus maksa, “gak apa-apa itu, CCTV yang sebelah sana (dekat pagar) tidak hidup”, saya terus menolak tapi dia langsung bilang “aku nunggu di sebelah pagar”,” lanjut Danu menirukan percakapan mereka.

Karena terus dibujuk, terdakwa pun menyetujui ajakan Alda itu. Setelah menyetujui ajakan itu, terdakwa masuk ke dalam gudang dan langsung menuju ruang TV untuk menonton. Saat itu terdakwa bertemu dengan saksi Rizal yang juga sedang menonton televisi. Sekitar 15 (lima belas) menit menonton bersama, terdakwa pun permisi kepada saksi Rizal dengan alasan ingin istirahat di mobil.

Selanjutnya, terdakwa mulai melancarkan aksi pencurian dengan mengelilingi gudang sembari melihat situasi. Ia pun mulai mengecek satu per satu kondisi baterai mobil yang ada di dalam gudang.

Dengan menggunakan tang, terdakwa berhasil mengambil 6 (enam) buah baterai yang terdiri dari 4 (empat) buah baterai N-70 merek ND dan 2 (dua) buah baterai N-70 merek GS dari beberapa unit mobil Fuso. Setelah berhasil, terdakwa mengikat baterai curian itu dengan menggunakan tali lalu melemparkannya ke luar dinding dekat pagar yang sudah ditunggui Alda dari luar.

Usai memberikan semua baterai curian kepada Alda, terdakwa kembali ke gudang untuk istirahat di dalam mobil Fuso. Sementara Alda membawa kabur keenam baterai curian tersebut.

Atas kejadian ini, terdakwa diancam pidana sesuai dengan Pasal 363 KUHPidana tentang tindak pidana pencurian.