Connect with us

Sumut

BNN Gagalkan Penyelundupan 81,8 Kg Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi di Sumut

Published

on

Barang bukti ribuan pil ekstasi yang berhasil diamankan petugas Badan Nasional Narkotika (BNN) RI. (Foto: Analisadaily.com)

Geosiar.com, Medan – Petugas Badan Nasional Narkotika (BNN) Republik Indonesia berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu seberat 81,8 kg dan 102,657 butir pil ekstasi di wilayah hukum Sumatera Utara.

Selain itu, petugas juga berhasil mengamankan 13 tersangka yakni Adi Putra A, Ardiansyah, Fadli, Hanafi, Amirudin, Zul AB, Nazarudin, Tarmizi, Sulaeman, M, Sofyan Hidayat dan Roby S. Sementara satu tersangka bernama M. Yasin tewas dan Yusuf Adi Putrama mengalami luka tembak di betis kaki kiri, saat penangkapan.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol Arman Depari. Ia mengatakan bahwa penangkapan berawal dari informasi yang diterima petugas terkait speed boat pembawa narkoba yang tengah berlabuh di perairan Tanjungbalai-Asahan, Sumatera Utara.

Mendapat informasi itu, petugas mulai melakukan penyelidikan pada Selasa (2/7/2019) dan mencurigai sebuah mobil Kijang Innova BK 1430 HG. Lantas, petugas pun mengikuti mobil tersebut dan menghentikannya di perlintasan rel kereta api Simpang Warung Kisaran untuk digeledah.

“Petugas lalu melakukan penggeledahan dan menemukan sabu dan ekstasi yang disembunyikan di dalam ban mobil. Dua orang penumpang Adi Putra Tison dan Ardiansyah alias Yuni kemudian diamankan,” tutur Arman di Medan, seperti dikutip dari Analisa, Kamis (4/7/2019).

Petugas pun menginterogasi pelaku dan menemukan petunjuk berdasarkan pengakuan yang masih menyimpan narkoba di sebuah rumah berlokasi di Lubuk Palas, Asahan. Kemudian, petugas melakukan pengembangan kasus dan berhasil menciduk satu unit mobil berisi narkoba di rumah pelaku.

“Dari situ kita juga mengamankan satu orang bernama Fadli yang saat itu sedang menunggu rumah tersebut,” imbuh Arman.

Tak sampai disitu, petugas kembali melakukan pengejaran guna mencari pelaku lain yang salah satunya diketahui menggunakan mobil Honda Jazz BK 1004 VP saat melintas ke arah Batubara.

“Petugas terus melakukan pengejaran dan berhasil menghentikan mobil Honda Jazz tersebut di Jalan Perintis Kemerdekaan, Batubara. Disitu petugas mengamankan dua orang yaitu Hanafi dan Amiruddin. Sementara melakukan pengejaran, ada mobil Avanza yang mencoba menghalangi petugas namun berhasil melarikan diri ke arah pelabuhan,” papar Arman.

Sehari setelahnya, petugas kembali mengamankan dua orang tersangka yakni Zul dan Nazar yang berhasil diringkus pada sebuah rumah yang berlokasi di tengah perkebunan sawit, Teluk Dalam, Kabupaten Asahan.

Kemudian, petugas berhasil menemukan mobil Avanza B 1321 KIJ yang lolos dari tangkapan di Jalan Perhubungan Lau Dendang, Medan Tembung. Namun, saat petugas berupaya menghentikan mobil tersebut, si pengemudi berusaha melarikan diri, bahkan menabrak hingga berupaya mencelakai petugas.

“Tembakan peringatan diberikan petugas beberapa kali, namun tidak juga dihiruakan. Petugas lalu mengarahkan tembakan ke arah mobil tersebut. Dari dalam mobil keluar tiga orang penumpang Sulaeman, M. Yusuf dan M. Yasin dan mencoba melarikan diri, namun berhasil ditangkap petugas. Dua orang penumpang M. Yasin dan M. Yusuf mengalami luka,” paparnya.

Petugas pun membawa korban luka ke rumah sakit Haji Medan untuk mendapat bantuan medis, namun setibanya di rumah sakit tersangka M. Yasin dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan tersangka M. Yusuf mengalami luka pada betis kaki kiri. Saat ini dia dirawat di rumah sakit Bhayangkara Medan.

Penangkapan terkahir dilakukan kepada Tarmizi alias Geng di salah satu rumah di daerah Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang.

Selain narkotika, petugas juga menyita barang bukti berupa satu unit mobil Toyota Innova BK 1430 HG, satu unit mobil Honda Jazz BK 1004 VP, satu unit mobil Innova BK 1144 VI, satu unit mobil CRV BK 1735 KY, satu unit mobil CRV BK 1832 UO, satu unit mobil Avanza B 1321 KIJ dan beberapa unit telepon genggam.

Sementara ini, pelaku beserta barang bukti telah diamankan di BNNP Sumut untuk melakukan pengembangan kasus lebih lanjut.