Connect with us

Dunia

Bahas Isu Internasional dengan Paus Fransiskus, Presiden Rusia Telat 45 Menit

Published

on

Pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dengan Pemimpin Gereja Katolik Roma Paus Fransiskus di Vatikan, Kamis (4/7/2019).(Foto: Vatican Media via Reuters)

Geosiar.com, Vatikan – Pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dengan Pemimpin Gereja Katolik Roma Paus Fransiskus di Vatikan menjadi sorotan publik. Pasalnya, Putin dilaporkan terlambat mendatangi lokasi pertemuan dari jadwal yang sudah ditetapkan.

Melansir dari pemberitaan media setempat New York Post, Kamis (4/7/2019), presiden berusia 66 tahun itu terlambat sekitar 45 menit. Keterlambatan ini bukan pertama kalinya bagi Putin saat mengadakan pertemuan dengan Paus asal Argentina itu.

Pada pertemuan pertama di November 2013, Putin terlambat sekitar 50 menit. Sementara dalam pertemuan kedua di Juni 2015, BBC News Russian Service melaporkan jika Putin baru menampakkan diri satu jam kemudian dari waktu yang sudah dijadwalkan.

Sementara itu, pertemuan yang berlangsung selama satu jam ini, Putin dan Paus Fransiskus membahas berbagai isu internasional seperti persoalan di Suriah maupun Venezuela.

Selain membahas isu-isu penting, media Rusia Interfax melaporkan bahwa keduanya juga bertukar cinderamata di mana Paus memberi ukiran abad ke-18 dengan pemandagan lapangan Basilika Santo Petrus. Sedangkan Putin memberikan gambar Rasul Petrus dan Paulus kepada Paus yang terpilih pada 13 Maret 2013 itu.

Para pengamat mengatakan kunjungan Putin ke Vatikan sebagai pembuka jalan bagi Paus Fransiskus untuk melakukan agenda yang sama ke Negeri ‘Beruang Merah’. Apalagi, belum pernah ada Paus Gereja Katolik Roma yang pernah menginjakkan kaki di sana.

Akan tetapi, penasihat luar negeri Putin membantah isu tersebut. Selanjutnya, Putin dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan Presiden Sergio Mattarella. Setelah itu, dia bakal bertemu Perdana Menteri Giuseppe Conte dan Menteri Luar Negeri Enzo Moavero, dilanjutkan menemui teman baiknya, mantan PM Silvio Berlusconi, sebelum akhirnya kembali ke Moskwa.