Connect with us

Sumut

Pengerjaan Irigasi oleh Anggota DPRD Sergai Diduga Asal-asalan, Baru 3 Tahun Sudah Rusak

Published

on

Penampakan irigasi yang dikerjakan oleh oknum anggota DPRD Sergai yang sudah mulai rusak. (Foto: art/Geosiar.com)

Geosiar.com, Sergai – Proyek pembuatan irigasi yang berada di Dusun IV, Desa Pematang Guntung, Kecamatan Teluk Mengkudu, Serdang Bedagai (Sergai) yang diduga milik oknum Anggota DPRD Sergai terkesan dikerjakan secara asal-asalan. 

Pasalnya, proyek yang baru dikerjakan pada 2016 silam itu sudah terlihat rusak padahal biaya pengerjaannya menggunakan dana APBD yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

Berdasarkan pantauan wartawan Geosiar.com di lokasi irigasi, Kamis  (4/7/2019), tampak proyek bangunan irigasi tersebut sudah retak-retak. Keanehan juga terlihat pada pondasi irigasi yang tidak disemen, padahal seharusnya pondasi itigasi mesti disemen.

“Proyek irigasi ini dikerjakan pada tahun 2016 oleh pihak kontraktor yang merupakan salah satu oknum anggota DPRD Sergai. Bahkan proyek tersebut terbilang sangat besar anggarannya, mencapai miliaran, dimana anggarannya terbilang cukup besar,” tutur salah satu warga setempat yang tak disebutkan nama, saat dikonfirmasi wartawan Geosiar.com, Kamis (4/7/2019).

Menurutnya, proyek irigasi ini merupakan milik anggota DPRD Sergai yang masih aktif. Ia pun menyayangkan jika pengerjaan irigasi dinilai kurang berkualitas.

“Karena masih berjalan 3 tahun irigasi tersebut sudah rusak dan retak di bagian dinding irigasi tersebut.” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Non Government Organization Pendamping Masyarakat Bersih Damai dan Sejahtera (NGO-PMBDS), Aswad Sirait membenarkan bahwa pondasi irigasi itu tidak disemen. Namun, saat ditanya terkait kontraktor yang mengerjakan proyek itu, Aswad berdalil tak mengetahui apakah anggota DPRD Sergai atau bukan.

“Kalau masalah itu milik oknum anggota DPRD Sergai, kita kurang tau namun secepatnya kita akan buka anggaranya apakah proyek tersebut milik oknum anggota DPRD, nanti pasti tahu siapa pemilik CV maupun jumlah anggaranya.” pungkas Aswad Sirait.(art)