Connect with us

Sumut

Pasca Putusan MK, Gandi Parapat Akui Prabowo-Sandi Beri Pelajaran Politik Berharga

Published

on

Koordinator Wilayah Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (Korwil PMPHI) Sumatera Utara, Drs Gandi Parapat

Geosiar.com, Medan – Koordinator Wilayah Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (Korwil PMPHI) Sumatera Utara, Drs Gandi Parapat menyampaikan ucapan terima kasih kepada pasangan Capres/Cawapres Prabowo-Sandi karena telah memberikan pelajaran politik yang sangat berharga, terutama di Pemilihan Presiden (Pilpres). Tanpa pasangan Prabowo-Sandi mungkin Pilpres tidak jalan karena hanya satu pasangan.

“Jadi kalau ada yang mencela Prabowo dari tutur kata, senyum, penampilan dan tindakannya merekalah itu. Masalah tidak pernah dia menang dalam pemilihan itu nasib dan suratan tangan dan tidak pintar merayu. Mungkin kalau dia presiden bisa lebih baik negara ini bisa juga lebih buruk. Kalau dimungkinkan saya menilai pribadi Prabowo dengan Jokowi, saya akan memilih Prabowo karena kecepatannya menanggapi hal yang ada dan langsung memprotes atau marah kalau ada yang salah,” ujar Gandi Parapat di Medan, Rabu (3/7/2019), pasca pengumuman sengketa Pilpres oleh MK.

Lebih lanjut, kata Gandi, hal seperti itu menurutnya orang yang jujur. Kalau Jokowi walaupun senyum kelihatan dekat dengan rakyat, Gandi sangat takut dan curiga kepada senyumnya seperti senyum tidak puas seperti ada yang tersimpan atau dendam.

“Dendam kepada siapa saya belum tau. Hal itulah yang membuat saya curiga dan waswas. Saya tidak katakan dia tdk baik atau tidak mendengar rakyat kecil seperti kami ini, namun saya kagum dia sangat mendengar suara rakyat kecil seperti yang kami suarakan,” ungkap Gandi.

“Jangan campuri Sinode HKBP, HKBP sudah ada sebelum Indonesia merdeka ingat peristiwa pergantian Ephorus SAE Nababan, mohon jangan bernatal di Sumut dan jangan resmikan PT SOL di Pahae karena bermasalah dengan masyarakat banyak ditangkap dan ditahan,” tambah Gandi.

Ada tiga kali pengumuman PT SOL akan diresmikan Presiden Jokowi, namun menurut Gandi, permintaan mereka selalu dibatalkan Presiden. Semua permohonan mereka diamininya hanya permohonan listrik gratis kepada masyarakat Pahae yang sumber listrik terbesar di dunia belum direstui Jokowi.

“Atas hal tersebut dan kepeduliannya atau kebaikannya kepada masyarakat kami salut, namun melihat wajah dan senyumnya membuat saya selalu waswas. Senyum pak Jokowi penilaian saya ketika Pilpres sangat beda dengan senyum pak Prabowo yang lepas dan jujur. Mudah-mudahan kecurigaan saya melihat senyum Jokowi seperti menggambarkan dendam salah dan selamat atas penetapan MK yang menjadi dua periode Presiden RI,” ucap Gandi.

Gandi menambahkan, masalah tuntutan di MK yang ditolak itu semua kelalaian dan keteledoran tim pengacara yang tidak tau wewenang dan tugas MK dan mungkin kurang pekerjaan. Namun Prabowo/Sandi mengamininya biar semua puas dan jelas. Itulah salah satu Prabowo itu demokratis menerima pendapat orang lain yang menyita perhatian semua lapisan masyarakat.

“Dengan ini kami sampaikan selamat kepada pak Jokowi dan Ma’ruf Amin, kiranya Indonesia semakin maju,” tutup Gandi. (X1/rel)