Connect with us

Politik

Gerindra: Prabowo bakal Bertemu Jokowi untuk Redakan Tensi Pendukung

Published

on

Prabowo Subianto menggelar rapat bersama petinggi partai koalisi pengusungnya di Jalan Kertanegara Nomor 4, Kebayoran

Geosiar.com, Jakarta – Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra, Andre Rosiade menyatakan beberapa hal yang akan dilakukan Prabowo Subianto pascapengumuman hasil pemilihan presiden 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Andre mengatakan, ketua Umum (ketum) Partai Gerindra itu akan segera bertemu dengan Joko Widodo, presiden inkumben sekaligus presiden terpilih untuk 2019-2024.

“Pak Prabowo akan segera bertemu Pak Jokowi untuk silaturahim, untuk merajut kebangsaan, meredakan tensi pendukung,” ungkap Andre, Minggu (30/6/2019) malam.

Meskipun Andre belum merinci kapan Prabowo akan menemui Jokowi. Namun rencana itu sudah diungkapkan Prabowo saat rapat dengan elite partai pengusungnya sebelum pembubaran koalisi, Jumat, 28 Juni lalu.

Dalam rapat di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan itu, Prabowo berjanji akan memberitahukan hasil pertemuannya dengan Jokowi. Dia berjanji tetap terbuka meski koalisi secara resmi sudah usai.

“Pak Prabowo selalu apa adanya, gentleman, enggak ada main belakang,” kata Andre.

Prabowo juga akan mengadakan konsolidasi internal di Gerindra. Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus ini juga akan menyerap aspirasi pendukung mengenai sikap politik partai setelah kalah di pilpres 2019.

Usai pencoblosan pemilihan presiden 17 April lalu, Jokowi menyatakan keinginannya bertemu Prabowo beberapa kali. Kemarin, seusai resmi ditetapkan sebagai presiden terpilih 2019-2024 oleh KPU, Jokowi menyampaikan ajakannya kepada Prabowo dan Sandiaga Uno untuk membangun negara bersama-sama. Akan tetapi mantan Gubernur DKI Jakarta ini tidak memastikan kapan bakal bertemu dengan rivalnya itu.

“Tanyakan Pak Prabowo kapan ketemu Pak Jokowi,” kata Jokowi di kantor KPU, Jakarta Pusat, Ahad, 30 Juni 2019 lalu.

Politik

Ketua DPRD Medan, Hasyim SE: Perbaikan Badan Jalan Harus Disertai Drainase

Published

on

Medan, Geosiar.com – Saat menjalankan perbaikan dan pembangunan infrastruktur, seharusnya Pemko Medan mempunyai program dan strategi yang baik agar hasilnya juga bisa bermanfaat bagi masyarakat.

“Jangan karena pembangunan yang sedang berjalan, lantas membuat masyarakat resah,” ujar Ketua DPRD Medan Hasyim SE (foto), Senin (11/11/2019) menyikapi keresahan masyarakat akibat pembangunan jalan beton di Jalan Cempaka Kecamatan Medan Selayang yang saat ini dikerjakan pemborong.

Dalam membangun infrastruktur, hendaknya dilakukan kajian mendalam. Kalaupun dibangun jalan lebih tinggi dari rumah warga, harus ada kajiannya. Supaya rumah warga yang lebih rendah dari jalan tidak kebanjiran saat hujan turun.

“Pembangunan jalan yang baik, harus disertai dengan pembangunan drainase yang baik pula. Sehingga kalau curah hujan tinggi, warga tidak merasakan dampaknya,” ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan itu.

Selain itu, kontraktor diharapkan bisa mengatasi tingginya jalan dengan kondisi halaman rumah warga. Jangan nanti, jalan sudah selesai dibangun, tapi warga kesulitan keluar dari rumah akibat tingginya beram jalan, pungkasnya.

Hal senada diungkapkan Ketua F-NasDem DPRD Medan, Afif Abdillah kepada wartawan menyebutkan. Dalam melaksanakan proyek perbaikan ataupun pembangunan jalan, pengawas dari dinas terkait harusnya terus memantau hasil kerja mereka. Kalau ada yang menyimpang, pengawas bisa mengingatkan agar hasil yang didapatkan bisa maksimal, ujarnya.

Di akhir tahun ini, banyak pekerjaan yang mungkin terburu-buru dilakukan. Faktanya, ujar Afif, serapan Dinas PU sampai saat ini masih 28 persen. Pekerjaan yang mereka lakukan di akhir tahun 2019 ini terkesan terburu-buru.
Semua pekerjaan harus sesuai dengan spesifikasinya. Apalagi dengan kondisi pembangunan Jalan Cempaka, hendaknya mempertimbangkan banyak aspek.

“Jangan sampai proyek yang dikerjakan mengganggu warga dan pengguna jalan,” ujarnya.

Aspek teknis dan perencanaan harus dibuat matang sehingga hasilnya bisa maksimal. Untuk tingginya badan jalan yang dibangun, boleh saja asal dibarengi dengan pembangunan drainase yang seimbang. Artinya, tumpahan air dari jalanan bisa tertampung drainase, sehingga rumah warga tidak kebanjiran saat hujan turun.

Selain itu, proyek yang dikerjakan kontraktor harusnya terus diawasi oleh pihak pengawas yang ditempatkan dinas terkait. Kalau ada yang kuran pas, harusnya langsung bisa disampaikan kepada pemborongnya, ujarnya.
Pekerjaan yang dilakukan juga hendaknya tidak terburu-buru, agar hasilnya bisa memuaskan. Begitu juga dengan pembangunan, harus berdasarkan kebutuhan masyarakat, jangan dilakukan untuk menghabiskan anggaran jelang akhir tahun, pungkasnya. (rel/lamru)

Continue Reading

Politik

Nyatakan Maju Pilwalkot Medan, Hj Fitriani Manurung Tidak Harus Mendaftar Parpol Lain

Published

on

Medan, Geosiar.com – Kendati nama Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Hj Fitriani Manurung tiba tiba melejit menjadi pertimbangan dalam kontestasi pemilihan Walikota (Pilwalkot) Medan Tahun 2020. Namun, Hj Fitriani yang dikenal tokoh pendidikan itu mengaku tidak asal daftar ke Partai politik lain yang melakukan penjaringan. Fitriani tetap percaya kepada PDI Perjuangan yang dinilai mampu mengusung sendiri dan merekomendasikan kadernya sendiri.

“Saya memang ada niat ikut berkompetisi Pilwalkot Medan. Tapi saya tidak ada niat mendaftar ke Partai Politik lain dan tetap mempercayakan PDI Perjuangan sebagai bentuk loyal selaku kader terhadap partainya,” sebut Hj Fitriani Manurung S.Pd, M.Pd (foto) kepada wartawan, Senin (11/11/2019) menyikapi beberapa Parpol yang melakukan penjaringan pendaftaran bagi balon Pilwalkot.

Diakuinya, secara hitung-hitungan politik, PDI Perjuangan Kota Medan memang menjadi salah satu Parpol yang bisa mengusung kadernya sendiri di Pilkada 2020 mendatang, untuk itulah ia yakin PDI Perjuangan bisa berbicara banyak.

“Dari hitungan sederhana itu saja PDI Perjuangan sudah bisa mengusung kader atau calaonnya sendiri. Karena itulah saya tidak memiliki rencana daftar ke Parpol lain,” jelasnya.

Hj.Fitriani Manurung percaya, bahwa elektabilitas Politik PDI Perjuangan saat ini adalah yang terbaik. “Di Medan, PDI Perjuangan tercatat sebagai pemenang pemilu, menempatkan kadernya di Parlemen dengan perolehan kursi terbanyak kemudian menempatkan kadernya di eksekutif. Ini bukti mesin partai berjalan dan ini juga merupakan prestasi luar biasa bagi PDI Perjuangan. Dan kader di lapisan bawah yakin PDI Perjuangan bisa berbicara banyak di Pilkada 2020,” paparnya.

Perempuan berjilbab ini mengaku, dengan mengusung kadernya sendiri di Pilkada 2020, PDI Perjuangan akan mendapatkan perhatian dari masyarakat.

Namun begitu, Hj.Fitriani Manurung mengatakan, dalam dunia politik tentunya PDI Perjuangan juga tidak akan melupakan partai lain yang memiliki visi yang sama dalam membangun Kota Medan. “Untuk berkoalisi pastinya dalam politik itu satu kepastian. Yang pastinya dengan siapa saja yang memiliki visi sama membangun Medan, PDI Perjuangan tidak ada masalah,” jelasnya.

Begitu juga dengan tokoh-tokoh yang memiliki potensi di Medan, Fitriani Manurung yakin partainya sudah memiliki rumus-rumus untuk itu. “Intinya saya yakin dengan perkembangan politik khususunya di Medan dan Sumatera Utara partai sudah memiliki strategi yang terbaik,” jelasnya.

Pada akhirnya, sebagai kader PDI Perjuangan, Hj.Fitriani Manurung menyerahkan seluruh mekanismenya ke Partai. “Kita terus bekerja di lapisan bawah, bersama pengurus dan kader. Kita terus meyakinkan bahwa PDI Perjuangan memiliki komitmen yang kuat dalam membangun kota Medan kedepan,” jelasnya.

Hj.Fitriani juga mengungkapkan, seluruh keputusan partai terkait Pilkada Kota Medan harus dan wajib dilaksanakan secara tuntas oleh seluruh Kader PDI Perjuangan. “Kita tetap dan terus bekerja untuk masyarakat, apapun keputusan partai nanti akan kita terima dan laksanakan,” jelsnya. (rel/lamru)

Continue Reading

Politik

DPRD Medan Terima Kunjungan Tiongkok, Kerjasama Infrastruktur dan Pendidikan Perlu Ditingkatkan

Published

on

Medan, Geosiar.com – Ketua DPRD Medan Hasyim SE dan Wakil Ketua DPRD Medan Ihwan Ritonga SE bersana Sekretaris DPRD Kota Medan Abdul Aziz menerima kunjungan Konsulat Jendral (Konjen) Tiongkok untuk Kota Medan, Ms Qiu Weiwei bersama Ms Guo Jingfei di ruang rapat pimpunan DPRD Medan, Senin (11/11/2019).

Dalam pertemuan itu Konjen Tiongkok untuk Kota Medan, Ms Qiu Weiwei menyampaikan bahwa dirinya baru bertugas di Kota Medan. Untuk itu tetap berharap hubungan Pemko Medan dengan Tiongkok tetap berjalan baik dan lebih ditingkatkan.

“Selama disini, saya berkeinginan meningkatkan hubungan kerjasama yang sudah terjalin dengan baik, apalagi hubungan Sister City Kota Medan dengan kota Chengdu di Tiongkok sudah terjalin baik, tentunya kedepannya kerjasama ini akan kita tingkatkan terutama di bidang pendidikan dan juga penguatan ekonomi serta infrastruktur,” ujarnya.

Ditambahkan Ms Qiu Weiwei hubungan kerjasama Pemerintah Tiongkok dan Indonesia sudah terjalin dengan baik. “Kerjasama yang sudah dilakukan selama ini melalui perusahaan yang ada di Tiongkok dengan pembangunan jalan tol Kuala Namu dan pembangkit listrik di Pangkalan Susu ,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Medan Hasyim mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan kunjungan kerja ke Tiongkok yang melihat begitu pesatnya pertumbuhan pembangunan infrastruktur.

“Kami sudah pernah diundang Pemerintah Tiongkok dalam program Siter City. Kami melihat pembangunan infrastruktur begitu pesat jauh dari Kota Medan. Untuk itulah kami berharap agar kerjasama ini lebih ditingkatkan lagi baik infrastruktur dan lingkungan hidup,” kata Hasyim seraya mendorong Pemko Medan agar bisa maksimal melakukan kerjasama dengan berbagai pihak termasuk Pemerintah Tiongkok.

Namun, kata Hasyim selama ini kerjasama yang dilakukan Pemerintah Tiongkok hanya bersifat secara nasional tapi perlu secara lokal.

“Untuk pembangunan jalan tol dan pembangkit listrik merupakan program kerjasama secara nasional yang sangat kami apresiasi. Kami berharap agar kerjasama ini dilakukan secara lokal dalam hal ini Kota Medan,” kata Hasyim.

Politisi PDI Perjuangan itu berharap langkah utama yang dilakukan kerjasama untuk pembenahan kawasan Medan Utara. “Dikawasan Medan Utara persoalan banjir rob perlu mendapat perhatian. Kiranya Pemerintah Tiongkok dapat melibatkan perusahaan-perusahan yang ada di negaranya untuk mengatasi persoalan ini. Karena kawasan Medan Utara sangat memerlukan sentuhan pembangunan termasuk pengembangan objek wisata dalam hal ini Danau Siombak,”paparnya.

Sebelumnya, Ms.Qiu Weiwei juga menyampaikan kerjasama pertukaran mahasiswa yang selama ini berjalan bagus.

“Di Tiongkok terdapat 15 ribu mahasiswa Indonesia yang belajar. Dan program Sister City selama ini hanya melalui pertukaran pelajar, maka perlu dilakukan pertukaran mahasiswa ,” katanya seraya mengatakan apa yang disampaikan tersebut akan menjadi perhatian pihaknya. (lamru)

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com