Connect with us

Sumut

Satpol PP Kota Medan Kembali Tertibkan PK5 di 6 Lokasi

Published

on

Medan, Geosiar.com – Satpol PP Kota Medan kembali menertibkan pedagang kaki lima (PK5), Rabu (26/6/2019). Penertiban ini dilakukan dalam rangka mendukung upaya penataan yang tengah dilakukan Pemko Medan  sekaligus mengembalikan estetika kota.

Ada 6 lokasi yang menjadi objek ‘pembersihan’ yakni Jalan Letda Sujono, Jalan Seksama dan Jalan Sisingamangaraja (seputaran Pasar Simpang Limun), Jalan Kelambir Lima (seputaran Pasar Kampung Lalang), Jalan Kapten Muslim (seputaran Pasar Sei Sikambing), Jalan Putri Hijau (depan RS Putri Hijau).

Kemudian Jalan Sisingamangaraja mulai persimpangan Jalan Tritura hingga Mapolda Sumut. Selain bahu jalan, PK5 juga menggelar lapak di atas parit. Di samping PK5, Petugas Satpol PP juga menertibkan usaha ban bekas di Jalan Sempurna, Kelurahan Cinta Dame, Kecamatan Medan Helvetia karena meresahkan masyarakat.

Sebelum penertiban dilakukan, Kasatpol PP Kota Medan yang memimpin langsung penertiban mengatakan, seluruh PK5 yang menggelar lapak di 6 lokasi sudah diingatkan. Selain dilarang berjualan di lokasi tersebut, para PK5 juga diminta untuk membongkar lapaknya masing-masing yang didirikan di bahu jalan, trotoar maupun  di atas parit.

Namun ungkap Sofyan, larangan itu tak diindahkan dan PK5 tetap menggelar lapak dan terus melaksanakan transaksi jual beli. “Itu sebabnya kita melakukan penertiban hari ini, sebab kawasan itu bukan tempat berjualan karena sangat mengganggu kenyamanan masyarakat pengguna jalan. Di samping itu keberadaan PK5 sangat mengganggu estetika,” kata Sofyan.

Tanpa kompromi  lagi, penertiban pun dilakukan. Meski sempat mendapatkan makian dan perlawan dari para PK5 namun tidak menyurutkan langkah petugas Satpol PP melakukan penertiban demi tegaknya peraturan. Selain membongkar lapak, petugas Satpol PP juga mengamankan meja, tenda maupun payung milik PK5 dari keenam lokasi yang ditertibkan tersebut.

“Mendirikan lapak di bahu jalan, trotoar maupun atas parit jelas menyalahi aturan. Semuanya harus dibongkar. Siapa pun yang menyalahi dan melanggar aturan akan kami tindak,” tegas Sofyan dengan menggunakan toa. (lamru)