Connect with us

Dunia

Korut Minta Korsel Berhenti Jadi Perantara

Published

on

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-Un

Geosiar.com, Korut – Korea Utara (Korut) meminta kepada Korea Selatan (Korsel) agar berhenti berusaha menjadi penengah antara Pyongyang dengan Washington. Pernyataan tersebut terdengar dua hari sebelum Trump mengunjungi Korsel untuk lawatan selama dua hari.

Kepala Urusan AS Departemen Luar Negeri Korut, Kwon Jong-gun mengungkapkan, ketika berurusan dengan Amerika Serikat (AS) tidak akan pernah lagi melalui Korsel. Ia pun sempat membantah pernyataan Presiden Korsel Moon Jae-in dan pejabat Korsel lainnya bahwa ada ada berbagai pertukaran dan pembicaraan tidak resmi antara kedua Korea.

Sebelumnya Presiden Korsel Moon Jae-in mengatakan bahwa pejabat AS dan Korut mengadakan pembicaraan di belakang layar untuk mencoba mengatur pertemuan puncak ketiga antara Trump dan Jong-un. Moon juga mengatakan pembicaraan antara kedua Korea telah dilakukan melalui berbagai saluran.

“Lebih baik bagi otoritas Korea Selatan untuk mengurus bisnis mereka sendiri di dalam negeri,” kata Kwon seperti dilansir dari dari AP, Kamis (27/6/2019).

Kwon menegaskan, permintaan Kim Jong-un sebelumnya bahwa AS harus membuat kesepakatan nuklir yang dapat diterima pada akhir Desember.

“Pembicaraan Korea Utara-AS tidak akan dilakukan dengan sendirinya jika AS mengulangi dimulainya kembali dialog seperti burung beo tanpa memikirkan proposal realistis yang menguntungkan kedua belah pihak,” ujarnya.

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Korut mengatakan pada hari Rabu bahwa pihaknya tidak akan menyerah pada sanksi yang dipimpin AS dan menuduh Washington berusaha membuat Korut berlutut. Para pejabat AS mengatakan sanksi itu akan tetap berlaku kecuali Korea Utara mengambil langkah-langkah signifikan menuju perlucutan senjata nuklir.

Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong-un mengadakan pertemuan puncak pertama di Singapura pada Juni tahun lalu. Keduanya setuju untuk membina hubungan baru dan berupaya menuju denuklirisasi semenanjung Korea.

Akan tetapi KTT kedua di Vietnam pada Februari runtuh akibat keduanya gagal menjembatani perbedaan antara seruan AS untuk denuklirisasi dan tuntutan Korut untuk bantuan sanksi.
(ian)

Dunia

Satu Orang Tewas Akibat Letusan Gunung Api di Selandia Baru

Published

on

Gunung api di White Island Selandia Baru meletus pada Senin (9/12/2019). (Foto: AFP)

Geosiar.com, Wellington – Gunung berapi di salah satu objek wisata di Selandia baru, White Island, mengalami erupsi, Senin (9/12/2019) sekitar pukul 14.30 waktu setempat. Akibatnya, satu orang dilaporkan meninggal dunia dan belasan orang lainnya mengalami luka-luka.

Dilansir dari AFP, gunung api yang berada 50 kilometer atau 30 mil dari lepas pantai timur North Island itu terpantau memuntahkan sejumlah besar abu dan kepulan uap panas ke udara hingga ketinggian 3.600 meter. Gunung ini merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di Selandia Baru.

Kepolisian Selandia Baru mengatakan bahwa erupsi gunung api ini memakan korban jiwa. Kemudian, sejumlah orang dipastikan masih terjebak di pulau itu yang saat ini jumlahnya belum diketahui secara pasti.

“Saya bisa mengonfirmasi bahwa ada satu korban tewas. Ada sejumlah orang yang masih terjebak di pulau itu yang saat ini jumlahnya tidak diketahui,” kata Deputi Komisioner Kepolisian Selandia Baru, John Tims.

Dia mengaku, tim penyelamat masih belum bisa pergi ke pulau tersebut guna mengevakuasi orang yang terjebak di sana. “Pada saat ini, terlalu berbahaya bagi polisi dan petugas penyelamat untuk pergi ke pulau tersebut,” pungkasnya.

Selain korban tewas, petugas cepat tanggap pada layanan ambulans setempat, St John, menyebut ada sekitar 20 orang di White Island yang mengalami luka-luka dan perlu mendapatkan perawatan medis.

Continue Reading

Dunia

Kebakaran Pabrik Plastik Ilegal di India Tewaskan 43 Orang

Published

on

Situasi pasca kebakaran pabrik plastik ilegal di distrik Anaj Mandi, New Delhi, India yang terjadi pada Minggu (8/12/2019) pagi waktu setempat. [Foto: Reuters]

Geosiar.com, India – Kebakaran pabrik plastik ilegal di distrik Anaj Mandi, New Delhi, India yang terjadi pada Minggu (8/12/2019) pagi waktu setempat, menewaskan 43 Orang serta puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Dikutip dari Al Arabiya, Senin (9/12/2019), pihak kepolisian New Delhi, India mengatakan bahwa jumlah korban tewas dalam kebakaran itu meningkat menjadi 43 dari sebelumnya 35 orang. Para korban merupakan buruh dan pekerja pabrik.

“Mereka adalah buruh dan pekerja pabrik yang tidur di dalam gedung setinggi empat atau lima lantai. Api telah padam, tetapi operasi penyelamatan sedang berlangsung,” ujar salah satu polisi.

Sementara itu, wakil kepala petugas pemadam kebakaran di New Delhi, Sunil Choudhary dalam sebuah pernyataan menginformasikan bahwa pihaknya telah menyelamatkan setidaknya 50 orang dari kebakaran tersebut. Korban selamat sudah dibawa ke rumah sakit terdekat.

Atas peristiwa ini, Perdana Menteri India, Narendra Modi mengatakan kebakaran itu merupakan peristiwa yang “mengerikan” dan berharap yang terluka segera pulih. Hal itu disampaikannya lewat akun Twitter pribadinya @narendramodi.

Continue Reading

Dunia

Tak Sanggup Bayar Biaya Berobat, Suami di India Bunuh Istri

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, India – Seorang suami bernama Tukaram Shergaonkar (46) di North Goa, India mengubur hidup-hidup istrinya lantaran sang istri sakit parah. Kini Tukaram sudah ditahan kepolisian.

Kepolisian Panaji di negara bagian Goa, pada Jumat (6/12/2019), mengatakan istri pelaku dikubur di sebuah Kawasan konstruksi di sebuah kanal irigasi.

Dilansir dari ndtv.com, pelaku ditahan pada Kamis (5/12/2019) atas tuduh mengubur istrinya, Tanvi, 44 tahun, dalam kondisi masih hidup di kawasan proyek irigasi Tillari yang berlokasi di desa Narvem.

Tindak penguburan itu dilakukan pada Rabu (4/12/2019). Shergaonkar yang melihat kehadiran para pekerja proyek, sempat melarang mereka bekerja. Tubuh Tanvi lalu ditemukan oleh para pekerja.

Polisi melaporkan, Shergaonkar membunuh istrinya lantaran dirinya tidak sanggup membayar biaya pengobatan istrinya. Pelaku sehari-hari bekerja sebagai pekerja serabutan. Tidak dijelaskan sakit apa yang diderita istri pelaku.

Kepolisian sudah mendatarkan secara hukum kasus ini di bawah undang-undang India pasal 302 tentangan pembunuhan dan pasal 201 terkait tindakan penghilangan barang bukti tindak pelanggaran hukum.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com