Connect with us

pemilu 2019

Klaim Kemenangan 52 Persen Prabowo-Sandiaga Ditolak MK

Published

on

Majelis Hakim dalam Sidang Putusan Sengketa Pilpres 2019 atau PHPU di Mahkamah Konstitusi, Kamis (27/6/2019).

Geosiar.com, Jakarta – Klaim kemenangan 52 persen oleh pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, ditolak Majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK) dalam sidang gugatan sengketa Pilpres 2019, Kamis (27/6/2019).

Penolakan itu disampaikan oleh Hakim Konstitusi Arief Hidayat. Arief menyebut klaim perolehan suara tersebut tidak disertai bukti akurat.

“Selain dalil pemohon tidak lengkap dan tidak jelas karena tidak menunjukkan secara khusus di mana ada perbedaan, pemohon juga tidak melampirkan bukti yang cukup untuk meyakinkan Mahkamah,” tutur Arief saat baca putusan dalam sidang di Gedung MK, Jakarta, Kamis (27/6/2019).

Dalam gugatannya, Prabowo-Sandi mengklaim perolehan 68.650.239 atau 52 persen suara. Sedangkan paslon 01 Jokowi-Ma’ruf mendapat 63.573.169 atau 48 persen suara. 

Namun, klaim perolehan suara itu berbeda dengan penetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 21 Mei lalu. KPU menetapkan perolehan suara Jokowi-Ma’ruf sebesar 85.607.362 atau 55,50 persen. Sementara Prabowo-Sandi meraih 68.650.239 suara.

Saat persidangan, Majelis Hakim mengatakan bahwa pihak pemohon tidak melampirkan bukti hasil rekapitulasi yang lengkap dari setiap TPS di seluruh daerah.

“Namun demikian setelah Mahkamah mencermati, pemohon tidak melampirkan bukti hasil rekapitulasi yang lengkap dari 34 provinsi sebagaimana didalilkan pemohon. Tidak lengkap bagi seluruh TPS. Pemohon hanya melampirkan hasil foto dan pindai yang tidak jelas mengenai sumbernya. Bukan C1 resmi yang diberikan pada saksi 02,” lanjutnya.

Oleh karena itu, Mahkamah memutuskan bahwa dalil pemohon terkait perolehan suara tidak beralasan secara hukum. 

“Mahkamah berpendapat dalil pemohon tidak beralasan menurut hukum,” tegas Arief.

Sejauh ini, sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) dengan agenda pembacaan putusan hakim yang dilaksanakan hari ini masih terus berlanjut. Sidang dimulai sejak pukul 12.30 WIB. Saat ini sidang diskors untuk salat maghrib.