Connect with us

Dunia

Inggris Sebut Tidak Setuju Perang Melawan Iran

Published

on

Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt (Reuters)

Geosiar.com, London – Pemerintah Inggris berkeinginan agar Amerika Serikat (AS) tidak meminta untuk bergabung berperang melawan Iran.

Serupa pula dengan Menteri Luar Negeri Inggris, Jeremy Hunt. Ia mengatakan bahwa London juga tidak akan setuju untuk terlibat dalam konflik seperti itu.

“Amerika Serikat merupakan sekutu terdekat kami. Kami bicara dengan mereka sepanjang waktu. Kami mempertimbangkan setiap permintaan yang mereka ucapkan secara hati-hati. Tapi, saya tidak bisa membayangkan situasi dimana mereka meminta atau kami setuju untuk melakukan perang,” jelas Hunt seperti dikutip Reuters pada Rabu (26/6/2019).

”Pesan yang kami kirimkan kepada mitra kami di Uni Eropa terutama Prancis dan Jerman adalah menghormati Perjanjian Nuklir Iran. Ini adalah pekan yang krusial,” lanjutnya.

Hunt mengatakan pemerintah Iran supaya mengikuti perjanjian nuklir secara keseluruhan. Hal tersebut agar kawasan Timur Tengah bebas nuklir.

Dikutip dari CNN, hubungan antara AS dan Iran menegang sejak keputusan Presiden AS, Donald Trump, untuk keluar dari Perjanjian Nuklir Iran 2015 pada 2018.

Perjanjian itu ditandatangani pada masa pemerintahan Presiden Barack Obama. Trump menginginkan perjanjian baru termasuk pula komitmen Iran agar tidak membuat senjata nuklir.

Saat itu Trump juga berjanji Iran bakal mendapat dukungan untuk menjadi negara kaya dan makmur jika bersedia menandatangani perjanjian untuk tidak membuat senjata nuklir.

Sementara pada pekan lalu, militer Iran menembak jatuh pesawat drone Global Hawk. Teheran beralasan pesawat drone itu melanggar batas wilayah udara. Sebaliknya, pemerintah AS mengatakan pesawat itu terbang di atas wilayah udara internasional.

Mengenai perselisihan ini, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menelpon Presiden Iran Hassan Rouhani meminta supaya Teheran tetap mengikuti perjanjian nuklir. Rouhani mengatakan komitmen perjanjian nuklir akan diikuti apabila Iran mendapat manfaat ekonomi yang diatur di dalam perjanjian itu.

Dunia

Hidung PM Malaysia Berdarah Ketika Konferensi Pers

Published

on

Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad

Geosiar.com, Kuala Lumpur – Kondisi Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad tiba-tiba mengejutkan lantaran diriya mimisan di tengah-tengah konferensi pers, Selasa (19/11/2019) pagi. Saat darah keluar dari hidungnya, konferensi pers pun dihentikan.

Ajudan Mahathir menjelaskan bahwa pemimpin Malaysia dalam kondisi baik. Menurutnya, pendarahan hanya sebentar dan dia sudah kembali bekerja seperti biasa di kantornya di Putrajaya pada siang ini. Kemudian menurutnya, Mahathir akan menghadiri acara terpisah malam nanti.

“Dia sudah di kantor, dan baik-baik saja sekarang,” ungkap ajudannya seperti dilansir media setempat The Sun Daily.

Selama konferensi pers di acara “Malaysian Palm Oil Board International Palm Oil Congress and Exhibition 2019” hidung Mahathir mulai berdarah. Dia tampak menyeka hidungnya dengan saputangan putih.

Selanjutnya pengawal Mahathir meminta konferensi pers diakhiri, sebelum akhirnya dia diantar pergi.

Laporan media Malaysia lain mengatakan Mahathir dibawa pergi untuk mendapatkan perawatan medis. Ajudannya menyakinkan bahwa pemimpin berusia 94 tahun itu cuma diantar ke ruang pameran untuk program berikutnya.

“Dia pergi untuk melihat mobil biodiesel yang ada di lantai bawah, dan bahkan berfoto selfie dengan beberapa peserta dan pengunjung di sana,” ungkapnya.

Continue Reading

Dunia

Atasi Demonstran, Polisi Hong Kong Kemungkinan Bakal Gunakan Peluru Tajam

Published

on

Polisi Hong Kong juga menembak seorang pemrotes berusia 18 tahun dan 14 tahun. (Reuters)

Geosiar.com, Hong Kong – Kepolisian Hong Kong mengeluarkan peringatan terkait penggunaan amunisi hidup atau peluru tajam untuk mengatasi aksi demonstrasi yang telah berlangsung berbulan-bulan di wilayah itu. Peringatan tersebut dilayangkan pada Senin (18/11/2019) usai demonstran pro demokrasi Hong Kong menembakkan panah dan melemparkan bom bensin ke aparat.

“Saya dengan ini memperingatkan para perusuh untuk tidak menggunakan bom bensin, panah, mobil, atau senjata mematikan apa pun untuk menyerang petugas polisi,” tutur juru bicara Kepolisian Hong Kong, Louis Lau.

“Jika mereka melanjutkan tindakan berbahaya seperti itu, kita tidak akan punya pilihan selain menggunakan kekuatan minimum yang diperlukan, termasuk amunisi hidup untuk membalas,” tambah Lau, dilansir dari Channel News Asia.

Polisi mengatakan, pada Minggu malam mereka menembaki sebuah mobil. Mobil itu melaju ke arah barisan petugas di dekat kampus, tetapi kemudian kendaraan itu berbalik arah dan melarikan diri.

Pada akhir pekan, para aktivis menangkis upaya polisi untuk menerobos masuk ke dalam kampus PolyU.

Continue Reading

Dunia

Israel Gelar Investigasi Kematian ‘Salah Target’ di Gaza

Published

on

Warga Palestina di Gaza melakukan salat jenazah untuk keluarga Abu Malhous, korban salah target bom Israel. [Foto/REUTERS/Mohammed Salem]

Geosiar.com, Gaza – Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dilaporkan bakal melakukan investigasi terhadap kematian delapan warga sipil yang diklaim tak bersalah dalam serangan udara di Gaza, Palestina, pada Kamis (14/11) lalu.

Pasalnya, serangan yang dilancarkan pasukan Israel ke sebuah rumah keluarga di Deir al-Balah itu diklaim salah sasaran. Sebab, tidak membunuh orang yang sudah ditargetkan, yaitu Abu Malhous beserta keluarganya.

IDF mengklaim, Abu Malhous merupakan komandan skuadron roket Jihad Islam Palestina dan mengakui bahwa pria itu memang target serangan. Namun, tetangga korban mengatakan bahwa pria yang terbunuh dalam serangan itu berbeda dengan foto Abu Malhous yang diterbitkan IDF.

Akibatnya, serangan militer Israel terhadap rumah itu diduga kuat sebagai kasus salah identitas yang fatal. Oleh karena itu, Israel menyatakan bakal membuka investigasi atas kasus tersebut.

“Kami melakukan upaya intelijen dan operasional besar-besaran untuk tidak menyakiti non-kombatan selama menggagalkan kegiatan teror,” demikian pernyataan IDF seperti dilansir dari SINDONews, Sabtu (16/11/2019).

Seperti diketahui, militer Zionis membalas serangan militan Jihad Islam Palestina (PIJ) yang menembakkan ratusan roket ke wilayah Israel. IDF mengklaim 20 teroris terbunuh sejak Rabu kemarin. Kebanyakan dari mereka dari Jihad Islam, termasuk enam warga Palestina dari satu keluarga pada serangan Kamis dini hari di rumah mereka di Kota Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com