Connect with us

Nasional

DR HINCA IP PANDJAITAN : “Hari Narkoba Bukan Sekedar Diperingati, Tapi Langkah Progresif

Published

on

Medan, Geosiar.com – Anggota Komisi III DPR RI DR Hinca IP Pandjaitan XIII SH MH ACCS menilai Pemerintah pusat maupun daerah belum memiliki langkah progresif dan strategis melakukan pemberantasan narkoba. Maka untuk peringatan Hari Anti Narkoba Internasional tidak pantas disambut senyum.

“Negara kita masih dalam ancaman bahaya narkoba bahkan darurat narkoba. Kita masih terbelenggu oleh masifnya serbuan sindikat narkoba internasional. Jumlah pelajar terlibat pengguna narkoba masih saja tinggi, Lapas penuh oleh pengedar dan pemakai, rehabilitasi yang masih dipandang sebelah mata,” sebut Hinca IP Pandjaitan (foto) dalam siaran persnya yang diterima wartawan Geosiar.com, Rabu (26/6/2019).

Disebutkan Hinca yang terpilih kembali anggota DPR RI periode 2020-2025 asal pemilihan Sumut III itu, sejumlah negara di dunia yang dikategorikan berhasil dalam mengurangi kejahatan narkoba teridentifikasi memiliki kesamaan. Masing masing mereka serius dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintahnya.

Dicontohkannya, Negara Portugal yang memilih instrumen dekriminalisasi serta Islandia yang menggunakan riset dan metode ilmiah dalam upaya mengurangi penyalahgunaan narkotika di negaranya.

Namun, tema yang diangkat tahun ini oleh Pemerintah dalam memperingati Hari Anti Narkoba Internasional adalah “Millenial Sehat Anti Narkoba”. “Saya bukan tidak sepakat dengan tagline, namun saya menaruh bingung atas sebuah baris kalimat tersebut. Seolah-olah negara kita terlihat tidak konsisten dalam garis besar pemberantasan narkoba di Indonesia. Tahun 2015 mengangkat semangat rehabilitasi, kemudian gencar pada pemberantasan sindikat dan akhirnya kini menyentuh sosok milenial,” tandasnya.

Dipertegas Hinca lagi, sesungguhnya negara kita hendak ke arah mana dan memakai instrumen kebijakan apa dalam konteks narkoba ini. Saya hanya ingin mengajak semua teman-teman untuk selalu sadar dan terhadap hari besar yakni Hari Anti Narkoba Internasional sesungguhnya bukan untuk kita peringati tapi untuk bersama membasminya.

Ditambahkan lagi, harus ada langkah nyata untuk mengatasi “Indonesia Darurat Narkoba”. Misalnya kita mulai dari yang sederhana yakni membentengi desa kita dari serbuan masif sindikat dunia. Karena faktanya sudah tidak ada lagi desa yang steril dari barang haram itu.

Wujud implementasinya bisa dengan pengalokasian Dana Desa tidak hanya diperuntukkan bagi pembangunan infrastruktur semata melainkan juga diperuntukan terhadap program pencegahan serta penanggulangan narkoba di setiap desa.

“Terlebih negeri ini membutuhkan banyak fasilitas rehabilitasi dibanding kita terus berkutat dengan persoalan penuhnya penjara dikarenakan selalu dijadikan pintu masuk terakhir para korban penyalahguna narkoba,” paparnya. (lamru)

Advertisement