Connect with us

pemilu 2019

Aksi Kawal MK, KPAI Minta Anak-anak Dipulangkan

Published

on

Massa Aksi Kawal MK dari Gerakan Kedaulatan Rakyat saat berkumpul di sekitar Patung Kuda, Monas. (Foto: detikcom)

Geosiar.com, Jakarta – Sejumlah massa dari berbagai ormas dan gerakan menggelar aksi unjuk rasa untuk mengawal pembacaan putusan sengketa Pilpres 2019 di sekitar gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (26/6/2019). Massa yang mengelar aksi kawal MK berkumpul di sekitar Patung Kuda Arjuna Wijaya Monas sejak pukul 08.30 WIB.

Namun sangat disayangkan, aksi tersebut banyak diikuti anak-anak di bawah umur hingga remaja. Oleh karena itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta aparat keamanan segera melakukan tindakan persuasif agar massa tersebut bersedia dibubarkan, sebab KPAI merasa terusik atas keikutsertaan anak-anak tersebut.

Bahkan, salah satu Komisioner KPAI Bidang Trafficking dan Eksploitasi Anak, Ai Maryati Solihah mengatakan bersedia meninjau ke lapangan untuk mengingatkan para demonstran agar memulangkan anak-anak.

“Ini saya mau ke lokasi. Ingin mengecek langsung dan mengingatkan,” tutur Ai Maryati Solihah kepada awak media, Rabu (26/6/2019).

Lebih lanjut, Maryati merasa geram atas aksi demo yang dilakukan massa padahal sudah ada larangan tegas dari aparat keamanan. Diperparah lagi dengan keterlibatan anak-anak dalam aksi itu yang dinilai telah melanggar ketentuan UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Sebab, UU tersebut secara tegas melarang keterlibatan anak-anak dalam kegiatan berbau politis.

“Area MK ini kan sedang dalam masa pengamanan, dan sudah berulang kali diimbau untuk tidak berdemo. Kok malah ada anak-anak. Ini melanggar. Padahal di Undang-Undang Perlindungan Anak, secara tegas anak-anak dilarang dilibatkan dalam kegiatan yang berbau politis. Meskipun politis itu bisa bermacam-macam,” jelasnya.

Dengan demikian, Maryati berharap agar pihak keamanan yang sedang berjaga dapat melakukan tindakan persuasif terhadap massa anak-anak dan remaja tersebut.

“Ya, kami harap aparat bisa melakukan tindakan persuasif terhadap anak-anak yang berdemo di MK ini. Tolong dirayu agar pulang. Atau kalau bahasa saya, diberi permen agar mau pulang,” tambahnya.

Dalam aksi tersebut, massa terdengar melantunkan selawat dan nyanyian bela Islam. Massa terlihat memakai atribut kain kuning dengan mengatasnamakan Gerakan Kedaulatan Rakyat Emak-emak Jabar. Selain itu, massa dari PA 212 juga turut menggelar aksi kawal MK.