Connect with us

Politik

PDIP Tolak Ahok Disamakan dengan Anies Baswedan

Published

on

Massa Gerakan Cabut Mandat Anies berdemo di depan Balai Kota sambil membentang spanduk bertuliskan 'Anies=Ahok'. (Foto: detikcom)

Geosiar.com, Jakarta – Partai PDI-Perjuangan (PDIP) DKI Jakarta menolak pernyataan yang menyebut jika Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok disamakan dengan Gubernur Anies Baswedan terkait kebijakan penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Pulau Reklamasi.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Fraksi PDIP Gembong Warsono yang mengatakan bahwa kebijakan Ahok terkait proyek reklamasi telah sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Kalau Ahok sejak awal dia mengikuti apa kebijakan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah pusat. Karena izin itu daripada pemerintah pusat, maka Ahok sebagai gubernur punya kewajiban untuk mengatur. Tanah hasil reklamasi diaturlah oleh Ahok. Maka dibuat dua raperda itu. Ada dua raperda yang disiapkan oleh Ahok untuk mengatur 17 pulau (reklamasi) itu,” tutur Gembong kepada awak media, Selasa (25/6/2019).

Sementara Anies, kata Gembong, bukan mengatur tanah hasil reklamasi tapi justru menghentikan proyek tersebut sesuai dengan janji kampanye Anies semasa pencalonan Gubernur DKI Jakarta.

“Ya bedalah. Dalam konteks reklamasinya, kan sebetulnya Pak Anies sejak awal beliau selalu mengatakan bahwa dia setop reklamasi, dia tidak setuju dengan reklamasi. Urutannya kan seperti itu,” papar Gembong.

Lebih lanjut, Gembong menilai bahwa perkataan Anies sudah menyesatkan masyarakat ibu kota dengan diksi antara pantai dan pulau hasil reklamasi.

“Kata-katanya (Anies) yang menyesatkan. Lihat itu tadi, soal pulau dengan pantai. Kalau kita orang bodoh tanya, ‘Pantai kan menyatu dengan daratan?’ Kita ini orang bodohlah, bukan akademisi, kita ini orang bodoh kalau namanya pantai itu menyatu dengan darat,” tandasnya.

Di tempat berbeda, anggota DPRD DKI Fraksi Gerindra Syarif pun turut menyoroti pernyataan yang menyamakan Ahok dengan Anies. Syarif pun merasa tak terima jika keduanya disamakan, justru ia menilai Gubernur DKI Jakarta itu lebih unggul ketimbang Ahok yang juga pernah menjadi orang nomor satu di DKI Jakarta.

“Kita hormati pendapat itu. Setiap pemimpin lahir dari masanya dan tantangan sendiri, karena itu tidak bisa dibandingkan. Jika pun ‘dipaksa’ dibandingkan, Anies jauh berbeda dengan Ahok,” imbuh Syarif kepada awak media, Selasa (25/6/2019).

Sebagai informasi, pernyataan Ahok sama dengan Anies (‘Anies=Ahok’) muncul ketika lima orang yang mengatasnamakan Gerakan Cabut Mandat Anies menggelar aksi di depan Balai Kota DKI Jakarta. Sembari membakar ban, mereka juga membentangkan spanduk bertuliskan ‘Anies=Ahok’ di pagar Balai Kota. Selain itu, mereka menuding Anies telah melakukan politik pencitraan.