Connect with us

Nasional

KPK Panggil 2 Anggota DPR Jadi Saksi Kasus Korupsi e-KTP

Published

on

Ilustrasi Kasus Tindak Pidana Korupsi e-KTP.

Geosiar.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa dua anggota DPR untuk menjadi saksi dalam kasus dugaan korupsi e-KTP. Dua orang tersebut bernama Agun Gunandjar Sudarsa dan Melchias Marcus Mekeng.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan bahwa kedua orang yang dipanggil akan diperiksa sebagai saksi atas tersangka Markus Nari.
,
“Diperiksa untuk tersangka MN,” kata Febri Diansyah dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/6/2019).

Selain itu, tim penyidik KPK juga bakal memeriksa anggota DPR periode 2009-2014 bernama Chairuman Harahap yang juga akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Markus.

Seperti diketahui, ketiga orang yang akan diperiksa hari ini memang sudah berulang kali menjalani pemeriksaan di KPK sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi e-KTP ini. Selain itu, mereka sudah pernah bersaksi di persidangan kasus e-KTP.

KPK sendiri telah menetapkan Markus Nari sebagai tersangka sejak 19 Juli 2017 lalu. KPK menduga is berperan untuk memuluskan jalan penambahan anggaran e-KTP di DPR.

Markus pun dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Tak hanya itu, Markus pun diduga merintangi penyidikan kasus ini. sehingga dituduh dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Selain Markus, KPK sudah menangkap delapan tersangka lainnya. Mereka pun tengah menjalani proses hukum KPK mulai dari penyidikan hingga dijatuhi vonis. Salah satu terduga yang telah menerima vonis hukuman adalah mantan Ketua DPR Setya Novanto.

Nasional

‘Jan Ethes’ Jadi Nama Anggur, Ini Respons Jokowi

Published

on

Presiden Jokowi dan Jan Ethes keluar dari RS PKU Muhammadiyah Solo, Sabtu (16/11/2019). [Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom]

Geosiar.com, Jakarta – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menabalkan nama ‘Jan Ethes SP 1’ untuk varietas anggur hasil inovasi Badan Litbang. Nama itu serupa dengan nama cucu pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Mengetahui informasi ini, Jokowi hanya tertawa saat dimintai tanggapan terkait pemberian nama tersebut. “Jangan tanya saya,” ujar Jokowi sambil tertawa saat ditemui di RS PKU Muhammadiyah Solo, Sabtu (16/11/2019).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu justru menunjuk Jan Ethes, sebagai pemilik nama asli, yang berada di dekatnya. “Tanya langsung ke Jan Ethes,” pungkas presiden tertawa.

Syahrul memberikan nama varietas anggur baru yang mirip dengan cucu pertama Presiden Jokowi tersebut dalam acara Pencanangan Gerakan Nasional Pengembangan Mangga dan Anggur sebagai rangkaian acara Pekan Inovasi Mangga Nasional. Menurutnya, nama yang bernuansa Jawa itu memiliki makna baik.

“Saya suka nama itu, dalam bahasa Jawa artinya sangat bagus, Jan berarti sangat, Ethes berarti cekatan, pas sekali, ini varietas unggul,” ujar Syahrul dalam keterangan tertulis, Jumat (15/11/2019).

Continue Reading

Nasional

Aksi ‘Tenggelamkan Kapal’ Era Susi Masih Berlaku!

Published

on

Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Ranai memusnahkan 2 buah barang bukti berupa KIA Vietnam pelaku illegal fishing di Perairan Pulau Tiga Natuna, Kepulauan Riau dengan cara ditenggelamkan, Minggu (3/3/2019) sore.[Foto: DOK TNI AL]

Geosiar.com, Jakarta – Kebijakan penenggelaman kapal illegal fishing yang diterapkan pada era Menteri Susi Pudjiastuti masih berlaku sampai saat ini. Hal itu ditegaskan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo lewat video yang diunggah oleh akun Twitter resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan (@kkpgoid).

Video itu merupakan pernyataan Edhy Prabowo saat ditemui awak media setelah Apel Siaga PSDKP di Batam, Rabu (13/11) lalu. Dalam video itu, Edhy menegaskan tidak akan mengubah kebijakan yang baik dari menteri sebelumnya.

“Menteri Edhy Prabowo tidak pernah menyatakan ‘tidak ada lagi kebijakan penenggelaman kapal’. Mohon tidak menyebarluaskan pemberitaan yang salah sebelum tahu kebenarannya”. tulis akun @kkpgoid.

Menurut Edhy, kebijakan penenggelaman kapal adalah terobosan yang baik dari Susi Pudjiastuti, dan ia setuju akan kebijakan itu. Akan tetapi, ia juga memiliki kebijakan-kebijakan sendiri terkait masalah kelautan ini.

“Penenggelaman kapal itu terobosan yang dilakukan Menteri sebelumnya dan saya pikir itu bagus. Tapi menenggelamkan kapal saja kan tidak hanya sampai di situ mengelola laut, yang harus ada adalah setelah ini apa,” lanjut Edhy dalam video itu.

Bagi Edhy, selain menenggelamkan kapal, ada langkah lain yang harus dilakukannya sebagai menteri.

“Ada pembinaan, industrinya, industri perikanan kita seperti apa, penangkapan nelayan kita seperti apa, perizinannya seperti apa, ini harus kita perbaiki,” sambungnya.

Kendati demikian, politikus Partai Gerindra ini kembali menegaskan bahwa pihaknya tidak akan ragu untuk menenggelamkan kapal-kapal pencuri ikan.

“Kalau memang harus kita tenggelamkan, tidak ada masalah kita tenggelamkan, tidak ada masalah. Jadi kita tidak akan pernah mengubah kebijakan-kebijakan yang baik sebelumnya,” tegas Edhy.

“Tapi saya akan fokus sesuai perintah Presiden kepada saya membangun komunikasi dengan nelayan, memperbaiki izin-izin yang terlalu lama. Saya sudah berkomunikasi dengan Menteri Perhubungan dan sangat terbuka beliau untuk menyatukan sehingga waktunya izinnya tidak lama-lama lagi,” pungkas Edhy Prabowo.

Continue Reading

Nasional

Penyiram Air Keras di 3 Lokasi Jakbar adalah Pelaku Tunggal

Published

on

Ilustrasi pelaku kejahatan.

Geosiar.com, Jakarta – Polda Metro Jaya telah berhasil menangkap pelaku penyiraman air keras di tiga lokasi di Jakarta Barat. Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Suyudi Ario Seto menyebut penyiram merupakan pelaku tunggal.

“Ya, sudah ditangkap. Semua TKP satu orang pelakunya,” ujar Suyudi saat dikonfirmasi, Sabtu (16/11/2019).

Kendati demikian, Seto masih belum mendetailkan identitas pelaku. Dia juga belum menjelaskan lebih lanjut terkait proses penangkapan pelaku. Saat ini, lanjut Seto, pelaku masih dalam penyelidikan.

“Nanti akan segera dirilis,” pungkas Suyudi.

Seperti diketahui, teror penyiraman air keras terjadi pada tiga lokasi di Jakarta Barat, yaitu Meruya, Kembangan, dan Kebon Jeruk, dalam sepekan terakhir. Total ada delapan pelajar dan seorang pedagang sayur yang menjadi korban.

Penyerangan pertama menimpa dua orang pelajar SMP di Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Selasa (5/11/2019). Kemudian seorang lansia, Sakinah (60) di kediamannya di Meruya, Kembangan pada Jumat (7/11/2019) malam.

Terakhir, pada Jumat (15/11/2019) siang di Jalan Mawar, Srengseng, Kembangan, ada enam orang pelajar SMP yang menjadi korban teror penyiraman air keras.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com