Connect with us

BMKG

Gempa 7,7 SR Guncang Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Maluku – Gempa bumi dengan magnitudo (M) 7,7 mengguncang Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku. Gempa tidak berpotensi tsunami.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat dalam situs resminya, gempa tersebut terjadi hari ini, Senin (24/6/2019) pukul 09,53 WIB.

Titik gempa berada di 245 km timur laut Maluku Barat Daya. Kedalaman gempa 231 km. Koordinat gempa 6.51 LS – 129.27 BT.

Gempa tersebut dirasakan masyarakat di Saumlaki, Tual, Sorong, Kupang, Banda, Waingapu, Ambon, Nabire, Merauke, Denpasar, dan Puncak Jaya.

Belum ada informasi lebih lanjut mengenai dampak gempa tersebut.

BMKG

Gempa Bumi 4,8 SR Guncang Kaimana

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Papua – Gempa bumi berkekuatan 4,8 skala ricther mengguncang wilayah Kabupaten Kaimana, Papua Barat, Jumat (19/7/2019).

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa terjadi sekitar pukul 15:16 WIT. Pusat gempa berada di jarak 59 kilometer sebelah barat daya Kaimana dengan kedalaman 10 kilometer.

Belum diketahui pasti data kerusakan akibat guncangan gempa ini. Lokasi gempa berada pada titik koordinat 4.17 lintang selatan , 133.65 bujur timur.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan terus memperbarui informasi seputar gempa bumi melalui website, media sosial, aplikasi mobile resmi BMKG.

Continue Reading

BMKG

Gempa Bali, Ratusan Siswa SMP di Mataram Dievakuasi

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Mataram – Sebanyak ratusan siswa SMPN 6 Mataram, Nusa Tenggara Barat, dievakuasi ke halaman depan gedung sekolah saat merasakan getaran gempa bermagnitudo 6 yang berpusat di Bali, Selasa (16/7/2019).

Wakil Kepala sekolah, Sujudin mengatakan saat itu sekitar 300 siswa tengah melaksanakan kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dengan melakukan kegiatan baris-berbaris yang dipandu aparat TNI/Polri. .

Sujudin mengatakan saat gempa sebenarnya hanya sebagian SAJA yang merasakan. Tetapi semua guru yang berada di ruangan berhamburan keluar sehingga anak-anak ikut lari.

Kendati demikian, aparat dari TNI/Polri sukses menenangkan siswa dan memutuskan untuk melanjutkan kegiatan di halaman depan sekolah. Pertimbangannya, di sana lebih representatif dan menjadi titik kumpul bencana.

“Kalau di halaman belakang kita khawatir, karena berada di tengah-tengah gedung sekolah berlantai tiga,” jelas Sujudin.

Selang beberapa menit setelah gempa menerpa, lanjutnya, banyak orang tua yang datang ingin melihat kondisi dan menjemput putra/putrinya. Akan tetapi melihat kondisi anak-anak sudah tenang, mereka pun meninggalkan sekolah. Proses kegiatan MPLS berlanjut sampai jadwal yang ditetapkan, yakni pukul 12.30 WITA.

Kondisi yang sama juga terjadi di SMPN 2 dan SMPN 15 Mataram, yakni siswa baru tetap melaksanakan kegiatan MPLS sesuai jadwal, tapi dilaksanakan di luar gedung sekolah.

Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa bumi berkekuatan magnitudo 6 mengguncang Barat daya Nusa Dua, Bali, Selasa (16/7/2019) sekitar pukul 07.18 WIB. Gempa dinyatakan tidak berpotensi tsunami.

Adapun lokasi gempa berada pada koordinat 9,11 Lintang Selatan dan 114,54 Bujur Timur atau 83 kilometer barat daya Nusa Dua Bali. Hiposenter gempa ada di kedalaman 68 km.

Continue Reading

BMKG

BMKG: Halmahera Selatan Sering Gempa Karena Kawasan Seismik Aktif dan Kompleks

Published

on

Kondisi dinding rumah dinas Polsek Labuha, Halmahera Selatan, Maluku Utara ambruk karena gempa besar berkekuatan 7,2 SR, Minggu (14/7/2019). (Foto: Antara)

Geosiar.com, Jakarta – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 mengguncang kawasan Halmahera Selatan pada Minggu (14/7/2019) sore. Akibatnya, ribuan warga terpaksa harus mengungsi di tenda darurat lantaran khawatir terjadi gempa susulan. Sebab, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat setidaknya ada 40 gempa susulan pasca gempa pertama terjadi.

BMKG mengatakan banyaknya gempa susulan yang terjadi lantaran kawasan Halmahera Selatan merupakan wilayah seismik aktif dan kompleks, sehingga mengakibatkan sering terjadi gempa.

“Aktif artinya kawasan Halmahera Selatan memang sering terjadi gempa yang tecermin dari peta seismisitas regional dengan klaster aktivitas gempanya cukup padat,” jelas Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono, dikutip dari Antara, Senin (15/7/2019).

Daryono mengatakan ada empat zona seismogenik sumber gempa utama di kawasan tersebut, yakni Halmahera Thrust, Sesar Sorong-Sula, Sesar Sorong-Maluku, dan Sesar Sorong-Bacan. Dia menyebut bahwa Sesar Sorong-Bacan merupakan pemicu gempa.

“Sesar Sorong-Bacan inilah pemicu gempa Halmahera Selatan yang selama ini menyimpan akumulasi medan tegangan kulit bumi yang akhirnya terpatahkan sebagai gempa berkekuatan magnitudo 7,2 pada Minggu sore kemarin,” jelasnya.

Sejauh ini, Daryono menyebut ada tujuh kali gempa kuat yang terjadi di kawasan tersebut, yaitu gempa Pulau Raja pada 7 Oktober 1923 dengan magnitudo 7,4 dan intensitas VIII MMI. Gempa Bacan pada 16 April 1963 bermagnitudo 7,1 skala intensitas VIII MMI, gempa Pulau Damar pada 21 Januari 1985 magnitudo 6,9 intensitas VIII MMI, serta gempa Obi pada 8 Oktober 1994 magnitudo 6,8 intensitas VI-VII MMI.

Kemudian, pada 13 Februari 1995 gempa berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Obi dengan intensitas VIII MMI, serta gempa Labuha yang terjadi pada 20 Februari 2007 dengan kekuatan magnitudo 6,7 intensitas VII MMI. Selanjutnya, gempa terbaru yang terjadi pada Minggu kemarin pukul 16.10 WIB, berkekuatan magnitudo 7,2. Episenter terletak pada koordinat 0,56 LS dan 128,06 BT pada kedalaman 10 km.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com