Connect with us

Sumut

Atasi Banjir, Pemko Medan akan Mulai Penataan Sungai. Akhyar: Wadahi Sampah Masing- masing

Published

on

Medan, Geosiar.com – Kondisi kota Medan saat ini masih saja memprihatinkan. Kondisi banjir, jalan rusak, parit tidak nyambung, sungai dangkal dan parkir semrawut menjadi masalah serius. Namun Wakil Walikota Medan Ir Akhyar Nasution mengaku akan terus melakukan perbaikan dan fokus mengejar ketertinggalan.

Akhyar mengakui masih banyak ketertinggalan menuju Medan kota metropolitan. “Banyak kebutuhan publik yang belum terpenuhi maksimal bahkan belum tuntas, tetapi kami tidak akan diam dan tetap melakukan yang terbaik,” tutur Akhyar seraya berharap dukungan semua pihak dan terkhusus masyarakat Medan.

Menyinggung persoalan banjir, Akhyar mengatakan, akan memulai normalisasi dan menata seluruh bangunan di pinggir sungai. Hal tersebut diakui harus dilakukan, salah satu upaya meminimalisir banjir di kota Meda. Maka seluruh sungai yang melintas di wilayah kota Medan segera di normalisasi.

“Selama ini hal itu belum pernah dilakukan. Itu memang wewenang Balai Wilayah Sungai (BWS) tetapi melalui koordinasi dan kesediaan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang berkenan memfasilitasi agar sungai segera dinormalisasi, ” ujar Akhyar Nasution.

Melalui diskusi yang panjang, Ir Akhyar Nasution (foto) kepada wartawan Geosiar.com, Jumat lalu secara ekslusif memaparkan, karena akan dimulainya normalisasi (pengorekan) sungai maka Pemko Medan harus menata rumah pinggir sungai. “Saat ini banyak rumah warga disepanjang pinggir sungai, tentu tugas Pemko untuk merelokasi ke tempat yang lebih aman dan layak,” terangnya.

Akhyar menyadari bukan mudah memindahkan rumah warga yang berdomisili di pinggir sungai. Tentu akan melalui dukungan semua pihak. “Warga itu kan bukan sekedar disuruh pindah, tetapi akan kita tempatkan yang layak dan terbaik,” ulangnya.

Untuk tahun 2019 ini kata Akhyar akan dimulai penataan dari sungai Sikambing-Sungai Bederai. “Sudah ada 92 rumah yang telah siap direlokasi. Maka di P APBD Pemko Medan TA 2019 dan APBD Pemko TA 2020 pasti kita ajukan anggaran untuk bantuan tali asih/pindah,” ujarnya.

Dijelaskannya, terkait normalisasi sungai dan relokasi warga yang tinggal dipinggir sungai sudah kordinasi dengan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi serta pihak Badan Wilayah Sungai (BWS) melalui kebijakan nasional. Semuanya sangat mendukung, bahkan untuk tempat penampungan warga yang direlokasi sudah dipersiapkan lahan eks PTP II dan dibangun rumah susun.

“Kita sudah 5 kali rapat dengan Gubsu terkait semua itu. Terima kasih kepada Gubsu ikut peduli memperhatikan keluhan warga Medan. Selanjutnya kita akan kordinasi dengan pihak PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) karena menyangkut rel yang melintang sungai,” paparnya.

Lebih jauh diskusi dengan Akhyar Nasution alumni S2 Tehnik perencana USU itu, menurutnya selain Pemko Medan terus melakukan perbaikan infrastruktur untuk menangani banjir. Ada hal yang sangat penting diperhatikan yakni pembangunan kultur ditengah masyarakat atau perbaikan perilaku masyarakat.

Akhyar Nasution menyampaikan dengan kerendahan hati agar masyarakat berkenan tidak sembarangan buang sampah namun dapat berpartisipasi mewadahi sampahnya masing masing. Jika itu dapat terlaksana, dinilai merupakan sumbangan yang sangat luar biasa partisipasi membangun kota Medan. “Kita sangat berharap partisipasi kegotongroyongan masyarakat,” harapnya. (lamru)

Advertisement