Connect with us

Dunia

Kanada Sahkan UU Larangan Ekspor-Impor Sirip Hiu

Published

on

Ilustrasi Perburuan hiu untuk konsumsi siripnya menjadi salah satu penyebab kian punahnya hiu. ( Foto: EPA )

Geosiar.com, Toronto – Perdagangan sirip hiu mengakibatkan dampak buruk bagi kelestarian spesies hiu di seluruh dunia. Oleh karena itu, Kanada membuat RUU tentang pelarangan ekspor dan impor sirip hiu yang tidak menempel pada hiu, ke dan dari Kanada.

Kabar baiknya, RUU tersebut telah disahkan pada Selasa (19/6/2019) waktu setempat, dan Kanada pun menjadi negara G20 pertama yang mengesahkan undang-undang pelarangan ekspor-impor sirip hiu.

Dilansir dari BBC pada Sabtu (22/6/2019), salah satu Direktur Eksekutif dari kelompok konservasi swasta, Oceana Canada Josh Laugren, mengatakan bahwa undang-undang tersebut perlu dalam mengatur perdagangan sirip hiu.

“[RUU] itu penting dengan sendirinya dalam mengatur perdagangan sirip hiu tapi juga mudah-mudahan memimpin jalan bagi negara lain untuk mengikutinya.” tutur Josh Laugren kepada BBC.

Dengan disahkannya UU perikanan itu, Josh berharap habitat ikan sekaligus populasi hiu bisa dikelola ke arah lebih baik lagi.

“Tidak diragukan lagi bahwa undang-undang yang baru ini berpotensi mengubah bagaimana kita mengelola lautan Kanada,” harap Josh.

Badan Statistik Kanada mencatat telah mengimpor lebih dari 148.241 kg sirip hiu dengan total nilai 3,2 juta dolar Kanada (2,4 juta dolar AS) di sepanjang tahun 2018, dan menjadi negara importir sirip hiu terbesar di luar Asia.

“Kami bukan pemain terbesar, tapi kami tetap pemain,” pungkasnya.

Selama tahun 2017, pemerintah Kanada melaporkan sekitar 35 persen persediaan ikan utama dalam kondisi sehat, dengan 14 persen di zona waspada dan 10 persen kondisinya kritis. Angka tersebut mewakili jumlah terendah persediaan ikan sehat sejak 2011.

Di pihak lain, orang yang pertama kali mengajukan larangan perdagangan sirip hiu, Senator Kanada Michael MacDonald mengatakan bahwa pengesahan undang-undang terkait ekspor-impor sirip hiu merupakan sebuah langkah awal.

Ia pun berharap keputusan Kanada dalam penghentian ekspor-impor tersebut bisa dijadikan contoh kepada dunia bahwa praktik perdagangan itu salah dan harus dihentikan. Dia pun memastikan bahwa Kanada tidak akan lagi berpartisipasi dalam perdagangan sirip hiu.

Dunia

Hidung PM Malaysia Berdarah Ketika Konferensi Pers

Published

on

Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad

Geosiar.com, Kuala Lumpur – Kondisi Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad tiba-tiba mengejutkan lantaran diriya mimisan di tengah-tengah konferensi pers, Selasa (19/11/2019) pagi. Saat darah keluar dari hidungnya, konferensi pers pun dihentikan.

Ajudan Mahathir menjelaskan bahwa pemimpin Malaysia dalam kondisi baik. Menurutnya, pendarahan hanya sebentar dan dia sudah kembali bekerja seperti biasa di kantornya di Putrajaya pada siang ini. Kemudian menurutnya, Mahathir akan menghadiri acara terpisah malam nanti.

“Dia sudah di kantor, dan baik-baik saja sekarang,” ungkap ajudannya seperti dilansir media setempat The Sun Daily.

Selama konferensi pers di acara “Malaysian Palm Oil Board International Palm Oil Congress and Exhibition 2019” hidung Mahathir mulai berdarah. Dia tampak menyeka hidungnya dengan saputangan putih.

Selanjutnya pengawal Mahathir meminta konferensi pers diakhiri, sebelum akhirnya dia diantar pergi.

Laporan media Malaysia lain mengatakan Mahathir dibawa pergi untuk mendapatkan perawatan medis. Ajudannya menyakinkan bahwa pemimpin berusia 94 tahun itu cuma diantar ke ruang pameran untuk program berikutnya.

“Dia pergi untuk melihat mobil biodiesel yang ada di lantai bawah, dan bahkan berfoto selfie dengan beberapa peserta dan pengunjung di sana,” ungkapnya.

Continue Reading

Dunia

Atasi Demonstran, Polisi Hong Kong Kemungkinan Bakal Gunakan Peluru Tajam

Published

on

Polisi Hong Kong juga menembak seorang pemrotes berusia 18 tahun dan 14 tahun. (Reuters)

Geosiar.com, Hong Kong – Kepolisian Hong Kong mengeluarkan peringatan terkait penggunaan amunisi hidup atau peluru tajam untuk mengatasi aksi demonstrasi yang telah berlangsung berbulan-bulan di wilayah itu. Peringatan tersebut dilayangkan pada Senin (18/11/2019) usai demonstran pro demokrasi Hong Kong menembakkan panah dan melemparkan bom bensin ke aparat.

“Saya dengan ini memperingatkan para perusuh untuk tidak menggunakan bom bensin, panah, mobil, atau senjata mematikan apa pun untuk menyerang petugas polisi,” tutur juru bicara Kepolisian Hong Kong, Louis Lau.

“Jika mereka melanjutkan tindakan berbahaya seperti itu, kita tidak akan punya pilihan selain menggunakan kekuatan minimum yang diperlukan, termasuk amunisi hidup untuk membalas,” tambah Lau, dilansir dari Channel News Asia.

Polisi mengatakan, pada Minggu malam mereka menembaki sebuah mobil. Mobil itu melaju ke arah barisan petugas di dekat kampus, tetapi kemudian kendaraan itu berbalik arah dan melarikan diri.

Pada akhir pekan, para aktivis menangkis upaya polisi untuk menerobos masuk ke dalam kampus PolyU.

Continue Reading

Dunia

Israel Gelar Investigasi Kematian ‘Salah Target’ di Gaza

Published

on

Warga Palestina di Gaza melakukan salat jenazah untuk keluarga Abu Malhous, korban salah target bom Israel. [Foto/REUTERS/Mohammed Salem]

Geosiar.com, Gaza – Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dilaporkan bakal melakukan investigasi terhadap kematian delapan warga sipil yang diklaim tak bersalah dalam serangan udara di Gaza, Palestina, pada Kamis (14/11) lalu.

Pasalnya, serangan yang dilancarkan pasukan Israel ke sebuah rumah keluarga di Deir al-Balah itu diklaim salah sasaran. Sebab, tidak membunuh orang yang sudah ditargetkan, yaitu Abu Malhous beserta keluarganya.

IDF mengklaim, Abu Malhous merupakan komandan skuadron roket Jihad Islam Palestina dan mengakui bahwa pria itu memang target serangan. Namun, tetangga korban mengatakan bahwa pria yang terbunuh dalam serangan itu berbeda dengan foto Abu Malhous yang diterbitkan IDF.

Akibatnya, serangan militer Israel terhadap rumah itu diduga kuat sebagai kasus salah identitas yang fatal. Oleh karena itu, Israel menyatakan bakal membuka investigasi atas kasus tersebut.

“Kami melakukan upaya intelijen dan operasional besar-besaran untuk tidak menyakiti non-kombatan selama menggagalkan kegiatan teror,” demikian pernyataan IDF seperti dilansir dari SINDONews, Sabtu (16/11/2019).

Seperti diketahui, militer Zionis membalas serangan militan Jihad Islam Palestina (PIJ) yang menembakkan ratusan roket ke wilayah Israel. IDF mengklaim 20 teroris terbunuh sejak Rabu kemarin. Kebanyakan dari mereka dari Jihad Islam, termasuk enam warga Palestina dari satu keluarga pada serangan Kamis dini hari di rumah mereka di Kota Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com