Connect with us

pemilu 2019

BW Soal Putusan MK: Menang Jangan Sombong, Kalah Jangan Ngotot

Published

on

Ketua Tim kuasa hukum BPN, Bambang Widjojanto (BW) saat mengikuti sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (18/6/2019). (Foto: ANTARA FOTO)

Geosiar.com, Jakarta – Mahkamah Konstitusi (MK) telah menggelar lima kali sidang sengketa Pilpres 2019 atau perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) dalam sepekan yang dimulai pada Jumat, 14 Juni 2019. Sidang kelima pun berakhir kemarin, Jumat, 21 Juni 2019 sekitar pukul 22.15 WIB.

Dengan berakhirnya sidang kelima itu, maka berakhir pula sidang sengketa Pilpres 2019 pada Jumat malam usai mendengarkan semua keterangan saksi fakta dan ahli yang dihadirkan masing-masing tim hukum kandidat capres-cawapres 2019. Sidang pun ditutup oleh Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman.

Anwar mengatakan bahwa pihaknya akan langsung menggelar Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH).

“Kami habis selesai sidang akan langsung RPH. Kami akan berdebat dari apa yang bapak-bapak suguhkan di hadapan kami. Memang sangat berat,” tutur Anwar sebelum menutup sidang.

Di tempat berbeda, Ketua tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto (BW) mengklaim bahwa pihaknya akan siap menerima apapun keputusan MK terkait sidang tersebut.

“Emang muka gue tidak menunjukkan siap menerima keputusan? Siaplah. Masa sih nggak siap,” ucap BW setelah sidang berakhir di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (21/6/2019) malam.

Lebih lanjut, BW menegaskan bahwa masih banyak tugas yang harus diselesaikan setelah putusan MK, termasuk meminimalisasi risiko perpecahan dalam masyarakat Indonesia yang sempat terbelah karena proses pemilihan umum.

“Ini harus mulai dilakukan, misalnya yang menang jangan sombong, yang kalah jangan ngototan. Mari kita perjuangkan semua untuk bangsa yang lebih baik,” tegasnya.

Selain itu, dia turut menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat, khususnya para pendukung dan relawan kubu 02 dari awal penyelenggaraan pemilu hingga sampai sidang MK.

BW pun menyampaikan harapannya agar majelis hakim tak memutuskan untuk memenangkan satu belah pihak saja tapi melalui putusan yang adil untuk kedua belah pihak.

“Kita sih berharap Mahkamah akan sampai kepada satu keputusan yang tidak win-loose tetapi win-win. Win-win ini dalam pengertian satunya menang, tapi perbaikan sistem tetap harus didorong,” tandas BW.