Connect with us

pemilu 2019

BPN Sebut Saksi Jokowi Perkuat Kesaksian 02

Published

on

Koordinator Juru Bicara BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Geosiar.com, Jakarta – Sidang kelima sengketa Pilpres 2019 yang digelar oleh Mahkamah Konstitusi pada Jumat (21/6/2019) beragendakan mendengar keterangan saksi dan ahli dari pihak terkait yakni paslon nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, ternyata diklaim menguntungkan bagi kubu 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Pasalnya, Badan Pemenangan Nasional (BPN) mengatakan bahwa saksi fakta yang dihadirkan tim hukum Jokowi-Ma’ruf justru memperkuat kesaksian dari para saksi fakta Prabowo-Sandi yang sebelumnya telah bersaksi di MK.

Hal itu disampaikan oleh Koordinator Juru Bicara BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak yang menyebut bahwa saksi 01 tidak membantu pihak Tim Kampanye Nasional (TKN) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Saksi 01 ini seharusnya bisa membantu TKN dan KPU, tapi ternyata justru saksi 01 ini memperkuat kesaksian (saksi 02) sebelumnya,” tutur Dahnil saat berada di Media Center BPN Prabowo-Sandi, Jakarta, Jumat (21/6/2019).

Kemudian, dia mencontohkan salah satu kesaksian yang menguntungkan kubu 02 yang berasal dari saksi fakta bernama Anas Nashikin. Dalam sidang MK, Anas membenarkan bahwa Jokowi hadir dalam Training of Trainer (ToT), tentu saja pengakuan itu sama seperti yang disampaikan oleh saksi fakta 02 Hairul Anas pada sidang sebelumnya.

Selain itu, Dahnil menilai jika saksi fakta Jokowi banyak menyampaikan informasi bohong yang juga berhubungan dengan kehadiran Jokowi dalam ToT yang digelar oleh TKN.

“Kan, faktanya dan jejak digitalnya Pak Jokowi hadir. Bahkan yang menyambut waktu itu adalah Cak Imin (Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar). Dan tadi ada banyak pernyataan-pernyataanya tidak konsisten,” paparnya.

Oleh karena itu, Dahnil makin meyakini bahwa ada fakta kecurangan pemilu yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) yang dimulai dari masa ToT.

“Jadi hulunya dari ToT itu,” yakin Dahnil.

Lebih lanjut, Dahnil mengatakan ketidakpercayaan dirinya terhadap saksi Anas Nashikin yang tak mengetahui jabatan Moeldoko sebagai Kepala Staf Kepresidenen. Sementara, Anas mengaku bahwa ia merupakan seorang Staf Ahli Fraksi PKB di DPR dan elite PKB.

“Biasanya staf ahli pinter-pinter. Dia pasti baca informasi. Masa ketika ditanya Pak Moeldoko itu jabatan publik apa dia tidak tahu. Itu ada kemungkinan, pertama dia berbohong dan kedua dia ya pakai inilah, Anda tahu maksud saya, jadi dia pakai titik-titik. Dan ada kebohongan yang konsisten yang dilakukan oleh saksi yang tadi tampi,” tandas Dahnil.