Connect with us

Politik

Akhyar Nasution Mengaku Fokus Perbaikan Kota Medan, Terlalu Dini Bicarakan Pencalonan

Published

on

Medan, Geosiar.com – Keberhasilan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) mendapat 20 % kursi yakni 10 dari 50 kursi di DPRD Medan pada periode 2019-2024, memastikan partai berlambang banteng gemuk moncong putih itu telah memenuhi syarat untuk mengusung pasangan calon (paslon) Walikota Medan periode 2020-2025. Artinya, tanpa berkoalisi dengan partai lain, PDI P dapat mengusung paslon tersendiri pada pemilihan Walikota (Pilwalkot) .

Tentu saja, petinggi partai PDI P Sumut dan Pusat saat ini sudah mulai melirik siapa kader terbaik mereka yang akan diusung pada Pilwalkot nanti. Bahkan, apakah kader terbaik itu sebagai posisi Walikota atau Wakil serta berpasangan dengan siapa sudah saatnya dipertimbangkan kendati pemilihannya pada September Tahun 2020 mendatang.

Salah satu kader terbaik PDI P itu ada di depan mata dan tidak asing lagi bagi warga kota Medan yakni Ir Akhyar Nasution. Saat ini Akhyar Nasution masih menjabat Wakil Walikota Medan dan tentu sudah teruji dan sudah berbuat membangun kota Medan.

Lantas bagaimana keinginan dan kesiapan Ir Akhyar Nasution (foto) untuk ikut bertarung kembali pada Pilwalkot Medan periode 2020-2025. Kepada wartawan Geosiar.com, Jumat (21/6/2019) di ruang kerjanya, Akhyar dengan ceria mengaku masih terlalu dini membicarakan soal pencalonan.

Akhyar Nasution kurang berkenan diajak berbicara soal rencana pencalonan Ianya memimpin Kota Medan periode 2020-2025. “Terlalu dini membicarakan itu, sekarang saya sama pak Walikota fokus untuk mengejar ketertinggalan pembangunan di kota Medan,” ujarnya polos.

Akhyar Nasution menuturkan, terlepas maju atau tidak maju namun ada kesepakatan mereka antara Walikota-Wakil Walikota (red- Dzulmi Eldin dan Akhyar Nasution) harus menyelesaikan pembangunan kota Medan diakhir periode ini dulu.

Sisa masa periode memimpin kota Medan sekitar 1 tahun lagi akan benar benar dimanfaatkan maksimal. “Kami sekarang ini fokus terhadap pekerjaan. Hubungan saya sama pak Walikota (red-Dzumi Eldin) aman aman saja, tidak ada gesekan dan benturan maka sepakat untuk fokus menjalankan pekerjaan,” terang Akhyar Nasution seraya menyebut untuk mengejar ketertinggalan itu harus tetap bersatu.

Akhyar Nasution menyebut, belajar dari pemimpin sebelumnya yakni Walikota maupun Gubernur, hubungan pemimpin no 1 dan 2 sering tidak akur bahkan bertengkar dipertengahan masa jabatan sehingga tidak fokus menjalankan pembangunan.

“Ketertinggalan pembangunan kota Medan karena diakhir masa jabatan pemimpinnya selalu selisih paham dan berantem sehingga tidak fokus bekerja. Kejadian seperti itu akan kami hilangkan, ” sebut Akhyar seraya mengaku mereka saat ini sedang dimarahi warga karena banyak pembangunan yang belum tuntas.

Akhyar Nasution menegaskan, terlepas soal rencana keikutasertaan pada Pilwalkot mendatang, semua itu keputusan diserahkan sama partai (PDI P). Partai yang menentukan lanjut atau tidak, semuanya tetap keputusan Partai karena saya merupakan kader,” jelasnya.

Secara tegas disampaikan Akhyar, Ianya mengaku akan komit dan tetap fokus menyelesaikan ketertinggalan pembangunan di kota Medan seperti jalan hancur, parit belum sempurna, normalisasi sungai bahkan menata kota sehingga terhindar kesemrawutan lalu lintas. (lamru)

Advertisement

Politik

Fraksi PDI P DPRD Medan Sambut Baik Instruski Soal Kurangi Sampah Plastik

Published

on

Medan, Geosiar.com – Bendahara Fraksi DPRD Medan menyambut baik surat DPP PDI Perjuangan terkait instruksi pengurangan penggunaan sampah plastik. Instruksi itu akan disosialisasikan kepada kader bahkan masyarakat.

“Himbauan itu sangat baik untuk menjaga kelestarian lingkungan. Itu akan kita sosialisasikan kapan dan dimana pun,” ujar bendahara Fraksi PDI P DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak SH (foto) kepada wartawan, Selasa (19/11/2019) menyikapi instruksi DPP PDI P, No 905/IN/DPP/XI/2019 terkait pengurangan penggunaan plastik.

Diakui Paul Simanjuntak yang duduk 2 periode anggota DPRD Medan itu, instruksi tersebut gayung bersambut dengan program yang diterapkan Plt Walikota Medan Ir Akhyar Nasution. Dimana Pemko Medan sudah membuat instruksi supaya ASN menjalankan agar meminimalisir penggunaan plastik sekali pakai. Terbukti, penggunaan plastik banyak mengotori parit dan sungai yang mengakibatkan banjir.

“Kita berharap seluruh warga Medan dapat memahami dan merealisasikan penggunaan plastik kegiatan sehari hari. Hal itu diyakini mengurangi sampah plastik domestik yang dapat mengganggu ekosistem lingkungan dan kesehatan tubuh. Tentu, akan kita berupaya memulai dari kader PDI P,” sebut Paul.

Sebagaimana diketahui, DPP PDI Perjuangan menerbitkan surat tertanggal 15 Nopember 2019, No 905/IN/DPP/XI/2019 yang di tanda tangani Ketua I Made Urip dan sekretaris Hasto Kristiyanto. Dalam surat itu menginstruksikan kepada DPD PDI P, DPC PDI P, anggota DPRD Propinsi/Kabupaten-Kota Fraksi PDI P dan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah seluruh Indonesia agar mengurangi pemakaian plastik.

Disebutkan, sampah plastik menjadi salah satu penyebab terbesar kerusakan lingkungan dan Indonesia salah satu negara penyumbang ke dua terbesar di dunia. Terkait hal itu, PDI Perjuangan peduli terhadap kelestarian lingkungan maka menginstruksikan kepada kader mauoun anggota partai yang ada di struktur eksekutif dan legislatif agar lebih peduli dengan situasi lingkungan.

Untuk itu diminta supaya meminimalisir pemakaian plastik (botol plastik, kantong plastik, styrofoam dan sedotan) menggunakan hasil industri yang ramah lingkungan.

Selanjutnya mendorong pelestarian lingkungan dengan menanam dan merawat pohon di lingkungan, rehabilitasi lahan, membuat daerah resapan air, melakukan rotasi tanaman dan membuat taman kota yang dapat membersihkan udara yang mampu menciptakan suasana nyaman dan asri.

Ditegaskan, surat instruksi itu diperbuat untuk dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab sebagai kader partai dan disosialisasikan dengan baik. (lamru)

Continue Reading

Politik

Menjelang Natal, Antonius Tumanggor Minta Pemko Medan Perbaiki Jalan dan Lpju Menuju Gereja

Published

on

Medan, Geosiar.com – Warga dan Jemaat Gereja di sepanjang Jl Gereja dan Danau Jempang Kelurahan Sei Agul Kec Medan Barat minta Pemko Medan melakukan perbaikan badan jalan lampu penerangan jalan umum (Lpju). Kondisi badan jalan yang rusak berlobang dan susana gelap menjadikan jemaat Gereja tidak nyaman.

“Kami berharap anggota DPRD Medan Antonius Tumanggor dapat memfasilitasi keluhan kami. Kami tidak nyaman ke Gereja karena jalan rusak dan gelap gulita,” ujar Anggota DPRD Medan Antonius D Tumanggor kepada wartawan, Selasa (29/11/2019) menirukan keluhan warganya yang diterimanya saat blusukan.

Dikatakan Antonius Tumanggor asal politisi NasDem itu, jalan Gereja kondisi nya saat ini rusak berlobang. Akibatnya, jemaat Gereja tidak nyaman hendak melakukan ibadah.

Bahkan kata Antonius, lingkungan Gereja juga gelap gulita karena ketiadaan Lpju. Antonius berharap menjelang Natal dan Tahun Baru akses jalan dan Lpju dapat diperbaiki.

“Kita berharap Dinas PU dapat mengaspal atau pathcing (tambal) badan jalan sehingga jemaat nyaman menuju gereja apalagi menjelang Natal banyak kegiatan Gereja. Begitu juga Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) dapat memperbaiki Lpju di lingkungan gereja sehingga terang saat pelaksanaan natal,” tegas Antonius Tumangor yang akrab disapa Anton itu.

Disanpaikan Anton, disepanjang Jl Gereja itu ada 4 Gereja, dengan ribuan jemaatnya. Tentu kata Anton, dapat menjadi pertimbangan Dinas PU dan DKP Kota Medan.

Antonius mengaku Ianya menerima keluhan itu dari pihak Gereja Katholik selaku Ketua Dewan Stasi Drs Rismanto Pandiangan dan Lambok Tamba. Mewakili GKPS St Simon Purba, St Sipayung dan Eduard Saragih. Sedangkan dari HKBP SEI AGUL St A Manullang, St LUSKER MANURUNG. Sama halnya keluhan yang disampaikan masyarakat Juara Sinambela dan Arifin Sihotang. (lamru)

Continue Reading

Politik

Hindari Silpa APBD Pemko Medan TA 2019, Ihwan Ritonga Minta ASN Kerja Profesional

Published

on

Medan, Geosiar.com – Wakil Ketua DPRD Kota Medan, H Ihwan Ritonga SE berharap seluruh anggaran yang tertampung di APBD Pemko Medan TA 2029 jangan sampai Sisa lebih Penggunaan Anggaran (Silpa). Apalagi terjadinya Silpa dikarenakan kelalaian kerja pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Medan.

“Kita berharap seluruh proyek di Pemko Medan yang ditampung di APBD 2019 dapat segera dituntaskan dengan profesional. Jangan sampai ada yang tertunda demi kepentingan masyarakat umum,” terang Ihwan Ritonga (foto), Selasa (19/11/2019) di ruang kerjanya menyikapi sisa waktu tahun 2019 hanya 5 minggu lagi.

Namun begitu, lanjut Ihwan, dirinya tetap optimis seluruh program kerja tersebut bisa terealisasi sebelum masuk tahun anggaran baru, asalkan jajaran Pemko Medan serius mengerjakannya.

Karena itu, Ihwan meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemko Medan untuk tidak main-main dalam pengerjaan proyek, khususnya dalam pembangunan infrastruktur

“Jangan main-main terhadap pembangunan karena itu untuk kepentingan masyarakat. Kita mau pembangunan ini betul-betul bisa bermanfaat bagi warga Medan,” sebutnya.

Terkait adanya kemungkinan keraguan di jajaran OPD Pemko Medan dalam menggunakan anggaran menyusul adanya permasalahan hukum yang menjerat Wali Kota Medan non aktif, Dzulmi Eldin, Ihwan menegaskan OPD tidak perlu takut menggunakan anggaran, apalagi semua program telah dianggarkan dan harus dikerjakan.

“Jangan takut menggunakan anggaran yang sudah diprogramkan. Kiranya semua proyek harus dikerjakan secara profesional sesuai ketentuan yang sudah ada,” sebutnya. (lamru)

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com