Connect with us

Dunia

Tembak Jatuh Pesawat Nirawak AS, Trump ‘Kutuk’ Tindakan Iran

Published

on

Pesawat Nirawak MQ-4C Triton di Tarmak Fasilitas Uji Northrop Grumman di Palmdale, California, 22 Mei 2013 (Foto: Northrop Grumman/Chad Slattery/handout via Reuters)

Geosiar.com, Washington – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengutuk tindakan Iran yang telah menembak jatuh pesawat tak berawak milik AS. Trump meluapkan kekesalan itu melalui akun twitter pribadinya pada Kamis (20/6/2019).

“Iran membuat kesalahan besar,” tulis Trump lewat akun twitter-nya @realDonaldTrump.

Kepada awak media, Trump mengatakan bahwa penembakan pesawat nirawak itu merupakan kasus baru dalam ketegangan yang terjadi antara AS dan Iran. Kendati demikian, dia memperlihatkan postur tubuh mengelak saat ditanya bagaimana langkah AS untuk mengenai penembakan itu.

Sementara itu, Iran membeberkan alasan mengapa pihaknya menembak jatuh pesawat tak berawak itu. Sebab, pesawat itu dinilai telah melanggar wilayah udara Iran. Akan tetapi, militer AS membantahnya dan dua negara tersebut terus saling menyalahkan mengenai terjadinya insiden itu.

Garda Revolusi Iran mengatakan telah menembak jatuh sebuah drone Amerika jenis Global Hawk yang terbang di atas kawasan udara Iran karena sudah melanggar perbatasan.

“Perbatasan adalah garis yang tidak boleh dilanggar. Musuh yang melanggar perbatasan itu akan dihancurkan,” tegas Komandan Garda Revolusi, Jenderal Hussein Salami dalam pidato televisi dari kota Sanandai.

Di pihak lain, Komando Sentral Amerika sekaligus Juru bicara Komando Sentral, Kapten Bill Urban yang bertugas mengawasi kegiatan militer Amerika di kawasan itu langsung mematahkan klaim Iran tersebut. Dia mengatakan peristiwa jatuhnya pesawat itu merupakan bentuk serangan terhadap AS.

“Ini adalah serangan atas pesawat pengintai Amerika yang terbang di kawasan udara internasional,” sebut Kapten Bill Urban.

Bill mengklaim bahwa pesawat tanpa awak itu tengah beroperasi di atas Selat Hormuz saat ditembak jatuh oleh misil darat-ke-udara Iran pada Rabu (19/6/2019).

Kini pihak Amerika telah mengirim kapal-kapal angkatan laut ke selat Hormuz untuk mengambil puing-puing pesawat nirawak seharga 222-juta dolar yang tersebar di laut. Amerika mengklaim bahwa drone tersebut bisa memantau kawasan seluas 100.000 km persegi setiap harinya. Kawasan itu sama luasnya dengan Islandia atau Korea selatan.

Dunia

Hidung PM Malaysia Berdarah Ketika Konferensi Pers

Published

on

Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad

Geosiar.com, Kuala Lumpur – Kondisi Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad tiba-tiba mengejutkan lantaran diriya mimisan di tengah-tengah konferensi pers, Selasa (19/11/2019) pagi. Saat darah keluar dari hidungnya, konferensi pers pun dihentikan.

Ajudan Mahathir menjelaskan bahwa pemimpin Malaysia dalam kondisi baik. Menurutnya, pendarahan hanya sebentar dan dia sudah kembali bekerja seperti biasa di kantornya di Putrajaya pada siang ini. Kemudian menurutnya, Mahathir akan menghadiri acara terpisah malam nanti.

“Dia sudah di kantor, dan baik-baik saja sekarang,” ungkap ajudannya seperti dilansir media setempat The Sun Daily.

Selama konferensi pers di acara “Malaysian Palm Oil Board International Palm Oil Congress and Exhibition 2019” hidung Mahathir mulai berdarah. Dia tampak menyeka hidungnya dengan saputangan putih.

Selanjutnya pengawal Mahathir meminta konferensi pers diakhiri, sebelum akhirnya dia diantar pergi.

Laporan media Malaysia lain mengatakan Mahathir dibawa pergi untuk mendapatkan perawatan medis. Ajudannya menyakinkan bahwa pemimpin berusia 94 tahun itu cuma diantar ke ruang pameran untuk program berikutnya.

“Dia pergi untuk melihat mobil biodiesel yang ada di lantai bawah, dan bahkan berfoto selfie dengan beberapa peserta dan pengunjung di sana,” ungkapnya.

Continue Reading

Dunia

Atasi Demonstran, Polisi Hong Kong Kemungkinan Bakal Gunakan Peluru Tajam

Published

on

Polisi Hong Kong juga menembak seorang pemrotes berusia 18 tahun dan 14 tahun. (Reuters)

Geosiar.com, Hong Kong – Kepolisian Hong Kong mengeluarkan peringatan terkait penggunaan amunisi hidup atau peluru tajam untuk mengatasi aksi demonstrasi yang telah berlangsung berbulan-bulan di wilayah itu. Peringatan tersebut dilayangkan pada Senin (18/11/2019) usai demonstran pro demokrasi Hong Kong menembakkan panah dan melemparkan bom bensin ke aparat.

“Saya dengan ini memperingatkan para perusuh untuk tidak menggunakan bom bensin, panah, mobil, atau senjata mematikan apa pun untuk menyerang petugas polisi,” tutur juru bicara Kepolisian Hong Kong, Louis Lau.

“Jika mereka melanjutkan tindakan berbahaya seperti itu, kita tidak akan punya pilihan selain menggunakan kekuatan minimum yang diperlukan, termasuk amunisi hidup untuk membalas,” tambah Lau, dilansir dari Channel News Asia.

Polisi mengatakan, pada Minggu malam mereka menembaki sebuah mobil. Mobil itu melaju ke arah barisan petugas di dekat kampus, tetapi kemudian kendaraan itu berbalik arah dan melarikan diri.

Pada akhir pekan, para aktivis menangkis upaya polisi untuk menerobos masuk ke dalam kampus PolyU.

Continue Reading

Dunia

Israel Gelar Investigasi Kematian ‘Salah Target’ di Gaza

Published

on

Warga Palestina di Gaza melakukan salat jenazah untuk keluarga Abu Malhous, korban salah target bom Israel. [Foto/REUTERS/Mohammed Salem]

Geosiar.com, Gaza – Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dilaporkan bakal melakukan investigasi terhadap kematian delapan warga sipil yang diklaim tak bersalah dalam serangan udara di Gaza, Palestina, pada Kamis (14/11) lalu.

Pasalnya, serangan yang dilancarkan pasukan Israel ke sebuah rumah keluarga di Deir al-Balah itu diklaim salah sasaran. Sebab, tidak membunuh orang yang sudah ditargetkan, yaitu Abu Malhous beserta keluarganya.

IDF mengklaim, Abu Malhous merupakan komandan skuadron roket Jihad Islam Palestina dan mengakui bahwa pria itu memang target serangan. Namun, tetangga korban mengatakan bahwa pria yang terbunuh dalam serangan itu berbeda dengan foto Abu Malhous yang diterbitkan IDF.

Akibatnya, serangan militer Israel terhadap rumah itu diduga kuat sebagai kasus salah identitas yang fatal. Oleh karena itu, Israel menyatakan bakal membuka investigasi atas kasus tersebut.

“Kami melakukan upaya intelijen dan operasional besar-besaran untuk tidak menyakiti non-kombatan selama menggagalkan kegiatan teror,” demikian pernyataan IDF seperti dilansir dari SINDONews, Sabtu (16/11/2019).

Seperti diketahui, militer Zionis membalas serangan militan Jihad Islam Palestina (PIJ) yang menembakkan ratusan roket ke wilayah Israel. IDF mengklaim 20 teroris terbunuh sejak Rabu kemarin. Kebanyakan dari mereka dari Jihad Islam, termasuk enam warga Palestina dari satu keluarga pada serangan Kamis dini hari di rumah mereka di Kota Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com