Connect with us

pemilu 2019

Sidang Sengketa Pilpres, Saksi Ahli 02 Ungkap 27 Juta ‘Ghost Voters’ di Pemilu 2019

Published

on

Suasana sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) presiden dan wakil presiden di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (19/6/2019). (foto: ANTARA)

Geosiar.com, Jakarta – Saksi ahli dari kubu 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Jaswar Koto mengatakan bahwa pihaknya menemukan 27 juta pemilih siluman atau ghost voters selama penyelenggaraan pemilihan umum di persidangan sengketa Pilpres 2019 atau sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU), Kamis (19/6/2019) dini hari.

Jumlah tersebut diketahui usai dia bersama timnya menjejaki temuan-temuan kecurangan selama Pilpres 2019. Temuan tersebut juga dipertegas oleh Ketua Tim Hukum 02, Bambang Widjojanto.

“Apakah setelah Bapak meneliti di 21 provinsi dan di sekian banyak kabupaten, ditemukan angka yang baru dua hari lalu ada 27 juta ghost voters itu, Pak?” tanya Bambang saat sidang sengketa pilpres di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK).

Menjawab pertanyaan itu, Jaswar menyebut bahwa awalnya dia menemukan 22 juta ghost voters usai menganalisa 89 juta populasi pemilih. Kemudian, Jawar mengidentifikasi dan menemukan bahwa kecurangan ghost voters tersebut di antaranya berupa jumlah NIK ganda, pemilih di bawah umur, dan juga kode kecamatan ganda. Jumlah ghost voters ternyata bertambah setelah Jaswar menganalisa lebih banyak populasi.

“Sekarang yang 27 juta itu dari 110 juta populasi yang kami analisa,” tutur Jaswar.

Angka ghost voters itu, kata Jaswar, bisa bertambah lagi apabila jumlah populasi yang diteliti juga bertambah.

Saat ditanya terkait sumber data yang digunakan Jaswar untuk mengidentifikasi ghost voters ini, Jaswar mengaku bahwa dirinya mendapatkan data dari informasi yang dipublikasikan oleh KPU.

Dalam kesempatan itu, Jaswar pun memaparkan sejumlah sample data pemilih di bawah umur, NIK ganda, dan kode kecamatan ganda yang dia miliki. Jaswar mengatakan hal itu dapat diketahui dari kode NIK pemilih. Sementara, untuk Informasi terkait tangal, bulan, dan kelahiran pemilih bisa dilihat dari angka dalam NIK tersebut.

Bahkan, Jaswar menemukan ada pemilih dalam DPT KPU yang masih berumur 1 tahun. Pemilih seperti inilah yang dia maksud termasuk dalam kategori ghost voters.