Connect with us

Dunia

Kasus Penembakan Pesawat MH17, Penyidik Tetapkan 4 Tersangka

Published

on

Serpihan badan pesawat maskapai Malaysia Airlines bernomor penerbangan MH17, yang ditembak jatuh di Ukraina. (Foto: REUTERS)

Geosiar.com, Malaysia – Tim Investigasi Gabungan (JIT) mengungkapkan bahwa ada empat orang pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penembakan rudal terhadap pesawat maskapai Malaysia Airlines bernomor penerbangan MH17 yang terjadi pada 2014 silam.

Dikutip dari CNN pada Kamis (20/6/2019), JIT merilis nama empat tersangka dalam peristiwa itu di antaranya tiga warga Rusia yakni Igor Girkin, Sergey Dubinskiy dan Oleg Pulatov, serta seorang warga Ukraina, Leonid Kharchenko.

Oleh karena itu, JIT memutuskan bakal menerbitkan surat perintah penangkapan secara nasional dan internasional untuk keempat orang tersebut.

Berdasarkan hasil penyelidikan, Igor Girkin merupakan mantan perwira militer yang ditugaskan di Badan Intelijen Rusia (FSB). Sementara Sergey Dubinskiy merupakan bekas agen Badan Intelijen Tempur Angkatan Bersenjata Rusia (GRU), dan Oleg Pulatov merupakan mantan anggota pasukan khusus Rusia bernama Spetsnaz-GRU.

Sementara itu, latar belakang tersangka yang merupakan warga Ukraina, Leonid Kharchenko masih belum diketahui. Namun, JIT menduga tersangka merupakan seorang pimpinan dari unit kelompok pemberontak di Donetsk pada Juli 2014 lalu. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, berjanji akan berupaya menangkap Kharchenko.

“Keempatnya disangka menyebabkan jatuhnya penerbangan MH17, menyebabkan kematian dan membunuh 298 penumpang dan awak penerbangan MH17,” tutur Jaksa asal Belanda, Fred Westerbeke.

Kendati demikian, Jaksa Westerbeke mengatakan keempat pelaku tidak terlibat langsung dalam menembakkan rudal kepada MH17, namun mereka diduga kuat dengan sengaja mengirim rudal dengan tujuan menembak pesawat.

Atas penetapan status pelaku, tim penyelidik berharap agar negara Rusia dan Ukraina bisa bekerja sama selama proses penyelidikan berlangsung.

Terkait peradilan kepada empat pelaku, Jaksa Westerbeke mengatakan bahwa jadwal sidang akan dimulai pada 9 Maret 2020 di Kompleks Pengadilan Schiphol, Belanda. Dia mengatakan bahwa sidang akan tetap dilaksanakan meskipun para tersangka tidak hadir (in absentia).

Sebagai informasi, Rudal Buk yang dipakai sebagai senjata untuk menembak pesawat MH17 diduga milik Brigade Rudal Antipesawat Rusia ke-53 yang bermarkas di Kursk. Kendati demikian, pemerintah Rusia membantah atas tudingan itu.

Atas insiden itu, sebanyak 298 penumpang dan awak pesawat tewas. Pesawat itu ditembak jatuh saat dalam perjalanan dari Amsterdam, Belanda, menuju Kuala Lumpur, Malaysia pada Juli 2014, tepatnya saat pesawat melintasi Kawasan Timur Ukraina yang dikuasai kelompok pemberontak pro-Rusia.

Sebenarnya, itu bukanlah jalur penerbangan yang semestinya dilalui pesawat. Namun demi menghindari cuaca buruk, sang pilot memutuskan keluar dari jalur penerbangan. Nahas, pesawat justru melintasi wilayah yang dikuasai kelompok pemberontak pro-Rusia.