Connect with us

Politik

Bamsoet dan Airlangga Niat Calonkan Diri Jadi Ketum Golkar, Ical: Biar Kader yang Tentukan

Published

on

Geosiar.com, Jakarta – Desakan sejumlah kader dan ormas sayap Partai Golkar agar penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) Luar Biasa terkait pergantian ketua umum (ketum) segera dilaksanakan semakin riak terdengar. Sejumlah nama kandidat yang ingin mencalonkan diri sebagai ketum pun mulai mencuat.

Salah satu kader Golkar yang menunjukkan keinginan untuk mencalonkan diri sebagai kandidat Ketum Golkar adalah Bambang Soesatyo (Bamsoet). Selain Bamsoet, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto pun disebut masih ingin mencalonkan diri kembali sebagai ketum partai yang dipimpinnya saat ini.

Atas mencuatnya sejumlah nama kandidat yang ingin mencalonkan diri sebagai ketum, Ketua Dewan Pembina Partai (DPP) Golkar Aburizal Bakrie (Ical) menyampaikan apresiasi terhadap banyaknya kader yang ingin maju sebagai ketum. Dia menilai banyaknya calon ketum justru membuktikan bahwa kaderisasi Partai Golkar berjalan baik.

“Makin banyak calon, makin bagus. Memperlihatkan Partai Golkar adalah partai kader yang sangat demokratis,” tutur Ical kepada awak media, Kamis (20/6/2019).

Kendati demikian, Ical masih tak mau mengungkapkan sikap politiknya terkait kepada siapa dukungan yang akan diberikannya. Menurut Ical yang terpenting dalam pemilihan ketum adalah dengan menyerahkan keputusan kepada kader yang memiliki hak suara.

“Siapa saja adalah kader-kader Golkar. Saya juga selaku ketum 2009-2014 dan 2014-2016. Saya tidak berpihak. Biarkan pemegang hak suara yang menentukan,” tegasnya.

Namun, Ical mengharapkan agar Munas dan caketum Golkar sebaiknya bisa ditunda dahulu karena DPP Golkar sendiri belum dapat memastikan tanggal rapat pimpinan dan Munas itu diadakan. Selain itu, dia meminta supaya pelaksanaan Munas Golkar tak perlu dipercepat karena ia menilai tidak ada urgensi politik yang mengharuskan Golkar mempercepat Munas.

“Tidak ada urgensinya. Biarkan DPP menentukan kapan rapim dan Munas akan diadakan pada tahun ini,” tandasnya.

Di sisi lain, Bambang Soesatyo atau yang akrab disapa Bamsoet berharap agar Munas Golkar bisa digelar setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan hasil sengketa Pilpres pada 28 Juni mendatang.