Connect with us

Dunia

Bentrok di Kashmir Akibatkan 7 Orang Tewas

Published

on

Pasukan India yang ditempatkan di wilayah Jammu dan Kashmir. (Foto: VOA)

Geosiar.com, Jakarta – Bentrok antara pasukan pemerintah India dan kelompok militan pemberontak di wilayah Kashmir yang dikelola India mengakibatkan empat tentara India dan tiga militan tewas. Selain bentrok, tewasnya tujuh orang itu dikarenakan terkena ledakan bom mobil. Peristiwa ini terjadi pada Selasa (18/6/2019).

Dikutip dari Kantor Berita Reuters pada Rabu (19/6/2019), Juru Bicara Angkatan Bersenjata India, Kolonel Rajesh Kalia mengatakan bahwa seorang tentara dan dua orang terduga pemberontak tewas dalam baku tembak yang terjadi di kota Anantnag, Kashmir.

Selain itu, dua orang tentara lain juga dilaporkan tewas akibat ledakan bom mobil yang sengaja menabrak truk militer India pada Senin (17/6/2019) di wilayah Pulwama. Kejadian ini mengakibatkan banyak korban luka-luka, termasuk 12 orang tentara.

Berdasarkan informasi dari Kalia, sebelum bom mobil meledak, telah terjadi lebih dulu kontak senjata antara kelompok militan pemberontak dengan tentara India. Kontak senjata ini pun menewaskan masing-masing seorang tentara dan militan.

Pada Februari lalu, bom juga dipasang di wilayah yang sama di mana pelaku bom bunuh diri memang diketahui menargetkan pasukan India. Akibatnya, 40 aparat meninggal dunia terkena ledakan. Akibat dari penyerangan ini, India dan Pakistan pun terus melakukan aksi saling serang di udara.

Seperti diketahui, warga Muslim Kashmir telah dibagi menjadi dua kubu oleh India dan Pakistan sejak kemerdekaan mereka pada 1947 silam. Kendati demikian, wilayah tersebut selalu terjadi pemberontakan selama lebih dari tiga dekade yang menewaskan sekitar 70 ribu penduduk sipil.

Alasan masih terjadinya perang di wilayah tersebut dipicu karena pihak militan pemberontak Kashmir menuntut kemerdekaan atau memilih bersatu dengan Pakistan. Sementara, Perdana Menteri India, Narendra Modi mengklaim bahwa India berhak atas pembantaian milisi di Kashmir.

Selain itu, otoriter India pun menuduh Pakistan merupakan dalang dibalik pemberontakan dengan cara mendukung aksi militan tersebut.