Connect with us

pemilu 2019

KPU Hingga Jokowi Siapkan Jawaban untuk Hadapi Gugatan Prabowo-Sandiaga

Published

on

Kondisi persidangan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pemilihan Presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Jumat (14/6/2019). (Foto: Suara Pembaruan)

Geosiar.com, Jakarta – Mahkamah Konstitusi (MK) melaksanakan sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) dengan agenda mendengarkan jawaban Komisi Pemilihan Umum (KPU), paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin, dan keterangan Bawaslu atas gugatan yang diajukan oleh paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga uno. Sidang berlangsung hari ini, Selasa (18/6/2019) pukul 09.00 WIB.

Komisioner KPU, Hasyim Asy’ari mengakui bahawa pihaknya sudah mempersiapkan dokumen jawaban setebal 300 halaman. Sebelumnya, KPU telah menyerahkan sebanyak 6.000 alat bukti ke MK pada 12 Juni lalu.

“Yang kita sudah serahkan 12 Juni lalu. seingat saya ada 6.000 alat bukti. Sekarang jawaban kita 300 halaman,” sebut Hasyim di Gedung MK, Jakarta, Selasa (18/6/2019).

Hasyim mengatakan, salah satu sengketa yang akan dijawab terkait penggelembungan suara dan 17,5 juta DPT yang dinilai janggal.

“Kalau yang dituduhkan soal DPT, ya kita jawab soal DPT. Kalau (penggelembungan) suara ya kita tanyakan lagi suara di mana? TPS mana? Kabupaten mana?” sebutnya.

Sementara, Tim Kuasa Hukum Jokowi-Ma’ruf yang diketuai Yusril Ihza Mahendra memastikan bahwa pihaknya akan memberi jawaban sebagai pihak terkait atas dua versi permohonan sengketa pilpres Prabowo-Sandiaga. Sebab, kubu 02 sempat memperbaiki permohonan gugatan sengketa Pilpres 2019 ke MK pada 10 Juni lalu.

“Kami anggap permohonan resmi yang diregistrasi tanggal 24 Juni dan 10 Juni kami anggap sebagai permohonan baru yang tidak diregistrasi. Kami akan jawab keduanya,” tutur Yusril di gedung MK, Jakarta, Selasa (18/6/2019).

Untuk memperkuat jawaban yang akan diberi dalam sidang, tim Jokowi telah menyerahkan 19 bukti tambahan yang melengkapi 11 bukti sebelumnya sehingga berjumlah 30 alat bukti.

sementara itu, kondisi jalan di sekitar Gedung MK pada pagi hari tadi sudah dipenuhi polisi dan beberapa anggota Brimob yang telah dilengkapi senapan gas air mata. Selain itu, mobil water cannon dan pengurai massa juga telah disiagakan di sekitar lokasi.