Connect with us

Nasional

Kasus Bowo Sidik, KPK Periksa Dua Anggota DPR

Published

on

Bowo Sidik

Geosiar.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal lakukan pemeriksaan terhadap anggota DPR, Inas Nasrullah Dzubir dan Nasril Bahar soal kasus suap Bowo Sidik Pangarso. Keduanya akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap kerja sama pengangkutan pupuk antara PT Humpuss Transportasi Kimia dan PT Pupuk Indonesia Logistik tersebut.

“Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IND (Indung),” ujar juru bicara KPK, Febri Diansyah, Selasa (18/6/2019).

Indung yang disebut Febri adalah pegawai PT Inersia yang dilaporkan menjadi perantara suap kepada Bowo Sidik. Dirinya ditangkap ketika menerima uang dari bagian Marketing PT HKT Asty Winasti di kawasan Kuningan, akhir Maret lalu.

Diduga uang tersebut akan diberikan kepada Bowo untuk membantu PT HKT memperoleh kontrak kerja sama pengangkutan Pupuk. Bowo diduga menerima total Rp 1,2 miliar dalam beberapa tahap dari Asty. Tak hanya itu, KPK menyangka Bowo juga menerima gratifikasi senilai Rp 8 miliar.

Sementara Inas Nasrullah, politikus dari Partai Hanura dan Nasril Bahar, politikus dari Partai Amanat Nasional merupakan sejawat Bowo di Komisi VI DPR. Komisi itu merupakan rekan kerja dari Kementerian BUMN, Perdagangan, dan Perindustrian.

Inas dan Nasril bukanlah anggota DPR pertama yang diperiksa dalam perkara ini. KPK sebelumnya sudah memeriksa politikus Partai Golkar Eka Sastra dalam kasus ini. KPK terus menanyai Eka terkait penerimaan gratifikasi oleh Bowo Sidik.